Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Warga Kaubun Kutim Tagih Komitmen PT GAM, Desak Transparansi Penyerapan Tenaga Kerja Lokal

Ari Arief • Jumat, 6 Maret 2026 | 11:24 WIB

Ilustrasi tuntutan masyarakat Kaubun, Kutim, terhadap perusahaan pertambangan PT GAM.
Ilustrasi tuntutan masyarakat Kaubun, Kutim, terhadap perusahaan pertambangan PT GAM.

KALTIMPOST.ID,KALTIM-Gelombang aspirasi masyarakat kembali mewarnai sektor pertambangan di Kutai Timur (Kutim). Puluhan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Desa Bumi Etam, Kecamatan Kaubun, bersama kelompok Masyarakat Kukaur Bersatu, menggelar aksi penyampaian aspirasi di hadapan manajemen PT Ganda Alam Makmur (GAM), baru-baru ini.

Aksi ini merupakan bentuk desakan warga agar pihak perusahaan menunjukkan komitmen nyata dalam memberdayakan putra daerah dan masyarakat adat setempat. Masyarakat menilai, masifnya aktivitas pertambangan di wilayah mereka belum berbanding lurus dengan penyerapan tenaga kerja lokal.

Koordinator aksi, Erwin Santoso, melalui siaran pers yang diterima Jumat (6/3/2026), menyebutkan, bahwa dalam orasinya menyoroti adanya ketimpangan jumlah tenaga kerja. Ia menyebut posisi pekerjaan di lingkungan operasional PT GAM justru banyak diisi oleh tenaga kerja yang didatangkan dari luar Pulau Kalimantan.

Baca Juga: Hangatnya Kebersamaan, Polres PPU Ajak Anak Yatim Piatu dan Dhuafa Buka Puasa Bersama

"Kami meminta agar masyarakat pribumi, masyarakat adat, dan putra daerah Kalimantan jangan hanya jadi penonton di rumah sendiri. Kami melihat masih banyak tenaga kerja didatangkan dari luar, sementara warga lokal memiliki kemampuan dan kemauan untuk bekerja," tegas Erwin.

Tiga Poin Tuntutan Utama

Dalam aksi yang disebutnya berlangsung tertib, perwakilan masyarakat menyampaikan beberapa poin krusial yang ditujukan langsung kepada manajemen PT GAM. Masyarakat mendesak perusahaan memberikan kemudahan akses bagi masyarakat lokal dan pribumi untuk berkarir di lingkungan PT GAM.

Selain itu, masyarakat meminta perusahaan melakukan evaluasi dan bersikap transparan mengenai proporsi jumlah tenaga kerja luar daerah dibandingkan tenaga kerja lokal. Tuntutan lainnya, kata Erwin Santoso, pemberdayaan masyarakat adat dari sisi eksistensi serta kesejahteraan masyarakat adat yang berada di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Baca Juga: Jaga Kamtibmas, Personel Polres Kutim Jalani Latihan Intensif Pengendalian Massa

Menagih Komitmen Investasi

Erwin menambahkan bahwa aksi solidaritas bersama Masyarakat Kukaur Bersatu ini dilakukan untuk memastikan bahwa kehadiran investasi besar di Kutim, khususnya di Kecamatan Kaubun, memberikan dampak ekonomi langsung bagi penduduk asli.

"Kami berharap manajemen PT GAM membuka diri dan memberikan kemudahan bagi masyarakat lokal untuk berkontribusi. Jangan sampai kami yang berada di barisan terdekat dengan wilayah operasional justru dipersulit," tambah Erwin menutup pernyataannya.

Hingga berita ini diturunkan, perwakilan masyarakat dilaporkan masih menunggu langkah konkret dan jawaban resmi dari pihak manajemen PT GAM terkait pemenuhan tuntutan tersebut. Situasi di lokasi penyampaian aspirasi terpantau kondusif di bawah pengawalan pihak terkait.

Baca Juga: Pengadaan Kendaraan Khusus Rp 75 Miliar di Kutim Jadi Sorotan, KNPI Minta Penegak Hukum Periksa

Human Resources & General Affair (HRGA) PT GAM, Sudung Sidabutar, saat dikonfirmasi oleh media ini melalui WhatsApp (WA) sekira pukul 11.48 Wita, Jumat (6/3/2026), dengan harapan agar pemberitaan berimbang, objektif dan komprehensif, namun tidak direspons. Sehingga, belum diketahui sikap perusahaan tersebut terhadap keinginan masyarakat.(*)

 

 

Editor : Hernawati
#komitmen #masyarakat #gam #kutim #Kaubun