BALIKPAPAN – Pembangunan infrastruktur di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) terus diarahkan ramah lingkungan. Salah satunya melalui pembangunan jembatan satwa (wildlife crossing) pada ruas Jalan Tol IKN Segmen 3B-2 Kariangau–Simpang Tempadung.
Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur, Yudi Hardiana, mengatakan pembangunan fasilitas tersebut merupakan upaya menjaga konektivitas habitat satwa liar di tengah pembangunan jalan tol.
“Jembatan satwa ini dibangun untuk memastikan perlintasan satwa tetap terjaga serta meminimalisir potensi konflik antara satwa dengan aktivitas transportasi,” ujarnya.
Jembatan satwa tersebut dibangun di dua titik strategis, yakni pada STA 8+325 dan STA 10+025 yang selama ini menjadi koridor alami perlintasan satwa.
Secara teknis, konstruksi jembatan menggunakan struktur corrugated steel plate (CSP) dengan bentang diameter sekitar 25 meter dan tinggi lengkung mencapai 12,7 meter. Struktur tersebut diperkuat dengan beton arch slab setebal satu meter.
Selain itu, pondasi jembatan menggunakan bore pile berdiameter 1,2 meter dengan kedalaman antara 14 hingga 21 meter untuk memastikan kekuatan dan stabilitas konstruksi.
Untuk mendukung kondisi geoteknik, pembangunan juga dilengkapi timbunan mortar busa dengan volume sekitar 14.000 meter kubik.
Yudi menjelaskan, pembangunan jembatan satwa ini menjadi bagian dari upaya menjaga koridor ekologis di kawasan IKN yang merupakan habitat berbagai satwa endemik Kalimantan.
Baca Juga: Mudik Lebaran 2026: Tak Sepenuhnya Gratis, Cek Tarif Tol IKN
Di antaranya orangutan, bekantan, macan dahan, hingga beruang madu yang teridentifikasi melintas di kawasan tersebut.
Menurutnya, kehadiran jembatan satwa diharapkan mampu menjadi solusi dalam mengintegrasikan pembangunan infrastruktur dengan pelestarian lingkungan.
“Kami memastikan pembangunan infrastruktur tidak hanya mengejar konektivitas, tetapi juga memperhatikan aspek lingkungan melalui prinsip green infrastructure,” tegasnya.
Dengan adanya fasilitas tersebut, Yudi menyebut mobilitas satwa liar di kawasan IKN diharapkan tetap terjaga, risiko kecelakaan akibat perlintasan satwa dapat diminimalisir, serta keseimbangan ekosistem tetap terpelihara.
Editor : Muhammad Ridhuan