BALIKPAPAN – Kabar gembira bagi warga Kalimantan Timur, kuota Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) resmi ditambah. Baik dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Pemprov Kaltim, dan Pemkot Balikpapan.
Menteri PKP Maruarar Sirait menegaskan, percepatan program bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) adalah bentuk nyata kehadiran pemerintah meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Dia meyakini program bedah rumah tidak hanya memperbaiki hunian. Melainkan turut memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. “Kami memastikan pelaksanaannya tepat sasaran, transparan, dan tanpa pungutan apapun karena bersumber dari APBN,” ujarnya, Selasa (5/5).
Sementara Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan, hal terpenting dalam pelaksanaan BSPS yakni sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah kabupaten/kota dalam menyukseskan program.
Menurutnya kolaborasi ini menjadi kunci keberhasilan program tersebut. “Dukungan daerah sangat penting untuk memastikan program berjalan efektif dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan,” tuturnya.
Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menambahkan, pemerintah provinsi berkomitmen dalam mendukung peningkatan kualitas hunian masyarakat. Tepatnya dengan penambahan kuota 500 unit.
“Sehingga semakin banyak masyarakat Kalimantan Timur yang dapat merasakan manfaatnya. Khususnya dalam peningkatan kualitas tempat tinggal,” ungkapnya. Maruar mengarahkan, tambahan kuota ini untuk Mahakam Ulu dan Kutai Barat sebagai daerah terjauh.
Sedangkan Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud mengatakan, pihaknya akan menambah 100 unit untuk program BSPS. "Tahun ini kita sudah sediakan 100 unit dan kita tambah lagi 100 unit," ujarnya.
Melalui percepatan dan peningkatan kuota BSPS, pemerintah berharap program bedah rumah di Kalimantan Timur dapat berjalan optimal. Serta memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kualitas hunian dan kesejahteraan masyarakat.
Editor : Muhammad Ridhuan