Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Ukir Sejarah, Eijiyah Ainun Bisari Jadi Kepala KUA Perempuan Pertama di Kaltim

Ari Arief • Senin, 8 Juni 2026 | 17:00 WIB
Eijiyah Ainun Bisari, kepala KUA Kecamatan Karangan, Kabupaten Kutai Timur.(IST)
Eijiyah Ainun Bisari, kepala KUA Kecamatan Karangan, Kabupaten Kutai Timur.(IST)

 

KALTIMPOST.ID,KALTIM-Pelantikan 258 kepala Kantor Urusan Agama (KUA) se-Indonesia pada 4 Juni 2026 menorehkan sejarah baru dalam keterbukaan ruang kepemimpinan perempuan di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag). Jumlah ratusan pejabat yang dilantik, 15 di antaranya adalah perempuan. Salah satunya adalah Eijiyah Ainun Bisari, yang kini resmi menakhodai KUA Kecamatan Karangan, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kaltim.

Dikutip dari laman resmi Kementerian Agama Kaltim pada Senin (8/6/2026), Eijiyah menjadi satu-satunya perempuan di lingkungan Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Kaltim yang mendapat amanah sebagai Kepala KUA pada pelantikan tersebut.

Baca Juga: Arus Impor 5 Pelabuhan Utama Kaltim Naik 34,88 Persen, Tembus USD825,89 Juta

Saat diwawancarai melalui pesan WhatsApp pada Senin (8/6/2026), Eijiyah menceritakan perjalanan panjang kariernya yang dimulai dari pelosok pesisir hingga akhirnya menduduki pucuk pimpinan KUA Karangan.

Kiprahnya di dunia sosial-keagamaan sejatinya sudah dimulai sejak 2014 sebagai pembina narapidana perempuan di rutan dan lapas melalui Baznas Kota Samarinda, sebelum akhirnya sempat menjadi guru di SD Muhammadiyah 4 Terpadu Samarinda hingga 2020.

Baca Juga: Dilantik Prabowo, Said Iqbal Jadi Penasihat Khusus Presiden

Titik balik pengabdiannya di Kemenag dimulai pada 2020 setelah lulus seleksi CPNS sebagai Penyuluh Agama Islam Fungsional. Tugas pertamanya di Kecamatan Biduk-Biduk, Kabupaten Berau, memberikan banyak pengalaman menantang. Termasuk saat harus menerjang ombak laut selama satu jam demi melakukan edukasi pencegahan pernikahan dini dan stunting di Kampung Teluk Sumbang.

"Meski perjalanan cukup menegangkan karena menghadapi debur ombak laut, semangat kami untuk memberikan pembinaan dan edukasi kepada masyarakat tidak membuat kami surut," kenangnya.

Baca Juga: HP Jadul Sitaan KPK Ditawar Rp 59 Juta, Pemenang Malah Kabur

Kini, setelah lolos berbagai uji kompetensi, Eijiyah siap membawa wajah baru bagi KUA Kecamatan Karangan dengan mengusung tiga prioritas utama pelayanan: mudah, cepat, dan ramah. Ia berkomitmen memanfaatkan teknologi untuk mempercepat administrasi dan memperkuat budaya pelayanan prima.

"Perempuan di KUA bukan untuk menggantikan peran, tetapi melengkapi. Kelebihan perempuan biasanya pada detail, empati, dan pendekatan kekeluargaan," ujar Eijiyah.

Baca Juga: Air Mata Haru Minang, Rumahnya yang Hangus Kini Dibangun Kembali oleh Polres PPU

Ia juga menegaskan komitmennya untuk mengoptimalkan program penyuluhan ke tujuh desa di Kecamatan Karangan. Eijiyah berharap, ke depan masyarakat tidak lagi melihat KUA sebatas tempat pencatatan pernikahan, melainkan sebagai pusat layanan keagamaan dan mitra pembinaan keluarga sakinah.

"Motivasi saya sederhana, bekerja melayani umat adalah ibadah. Kalau kita ikhlas dan profesional, insyaallah kepercayaan masyarakat kepada Kementerian Agama akan semakin meningkat," katanya. (*)

Editor : Thomas Priyandoko
#kemenag #perempuan #kaltim #kua