Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Terus Berkembang, Balikpapan Punya Puluhan Pesantren Dari Salafiyah hingga Modern

Ulil Mu'Awanah • Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:09 WIB
BERKEMBANG: Ada sekitar 30-an pondok pesantren yang terdaftar di Balikpapan. Ada yang berbentuk salafiyah dan ada juga yang memiliki madrasah maupun sekolah formal.
BERKEMBANG: Ada sekitar 30-an pondok pesantren yang terdaftar di Balikpapan. Ada yang berbentuk salafiyah dan ada juga yang memiliki madrasah maupun sekolah formal.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Lebih dari 30 pondok pesantren tercatat berada di Kota Minyak. Dari jumlah tersebut, sekitar 15 pesantren memiliki jumlah santri yang relatif besar dan aktif menyelenggarakan pendidikan dengan berbagai jenjang.

Untuk di Kota Minyak, Kepala Kementerian Agama Kota Balikpapan Masrivani, mengatakan karakter pondok pesantren di Balikpapan cukup beragam, mulai dari pesantren salafiyah hingga pesantren modern yang mengintegrasikan pendidikan formal.

"Kurang lebih ada 30-an pondok pesantren yang terdaftar di Balikpapan. Ada yang berbentuk salafiyah dan ada juga yang memiliki madrasah maupun sekolah formal," sebutnya.

Baca Juga: Pengawasan Pesantren Diperketat, Kemenag Andalkan Pendis Pontren dan FKPP

Ia menjelaskan pesantren salafiyah merupakan lembaga yang fokus pada kajian kitab klasik tanpa menyelenggarakan pendidikan formal. Sebaliknya, pesantren modern mengombinasikan pendidikan agama dengan kurikulum sekolah maupun madrasah.

Menurut Masrivani, sekitar 15 pondok pesantren memiliki jumlah santri yang cukup besar, sedangkan sisanya tetap aktif namun jumlah santrinya relatif sedikit. "Bukan berarti tidak aktif, tetapi jumlah santrinya memang tidak sebanyak pesantren besar," katanya.

Beberapa pesantren bahkan telah menyelenggarakan pendidikan mulai jenjang dasar hingga perguruan tinggi. Ia mencontohkan Pondok Pesantren Hidayatullah yang memiliki sistem pendidikan berjenjang dari pendidikan dasar hingga perguruan tinggi sehingga jumlah santrinya mencapai ribuan orang.

Selain itu terdapat pula Pondok Pesantren Asy Asyifa yang menyelenggarakan pendidikan dari tingkat dasar hingga Aliyah. Sementara pesantren seperti Al-Banjari dan Subulus Salam tetap mempertahankan sistem salafiyah tanpa sekolah formal maupun madrasah.

Baca Juga: Festival Rakyat Kaltim 2026 di Monpera Balikpapan Jadi Ajang Promosi dan Dongkrak Penjualan UMKM Lokal

"Pesantren salafiyah tetap memiliki sistem pendidikan tersendiri. Untuk pengakuan pendidikan formal biasanya dilakukan melalui program kesetaraan seperti paket bekerja sama dengan pihak terkait," jelasnya.

Masrivani menilai keberagaman model pendidikan tersebut menunjukkan pesantren memiliki fleksibilitas dalam menjawab kebutuhan masyarakat tanpa meninggalkan ciri khas pendidikan keagamaan.

Menurutnya, seluruh model tersebut tetap berada dalam pembinaan Kementerian Agama sesuai karakter masing-masing lembaga.

"Yang terpenting adalah kualitas pembinaan, pendidikan agama, pembentukan karakter, dan kemandirian santri tetap menjadi tujuan utama," katanya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
pondok pesantren Balikpapan pesantren salafiyah pesantren modern Balikpapan jumlah pesantren Balikpapan Kemenag Balikpapan