Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Boleh Percepat Riset Tapi Ada Batasnya, Kepala Brida Kaltim Larang Keras Pakai AI Penuh untuk Karya Ilmiah

D
Penulis: Denny Saputra❯
DUKUNGAN: Hetifah Sjaifudian memberikan pemaparan pemanfaatan AI di sela pembukaan workshop di Hotel Aston Samarinda, Minggu (19/7). (DENNY SAPUTRA/KP))
DUKUNGAN: Hetifah Sjaifudian memberikan pemaparan pemanfaatan AI di sela pembukaan workshop di Hotel Aston Samarinda, Minggu (19/7). (DENNY SAPUTRA/KP) )

Advertisement

SAMARINDA-Penggunaan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di lingkungan perguruan tinggi dinilai tak lagi bisa dihindari. Namun, pemanfaatannya harus dibarengi dengan pemahaman etika agar teknologi tersebut menjadi alat bantu, bukan pengganti proses berpikir akademik.

Hal itu menjadi pesan utama dalam Workshop "Optimisasi Pemanfaatan Artificial Intelligence untuk Meningkatkan Kualitas Penelitian dan Publikasi Ilmiah Bagi Dosen" yang digelar Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Komisi X DPR RI di Hotel Aston Samarinda, Minggu (19/7).

Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian mengatakan AI harus dipandang sebagai teknologi yang dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas kerja dosen, peneliti, hingga jurnalis. Karena itu, peserta workshop tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga praktik langsung penggunaan AI.

Advertisement

 "Kini, tidak mungkin bisa bersaing kalau orang lain menggunakan AI sementara kita tidak. Paling penting adalah etika penggunaannya tetap dijaga," ujarnya dikonfirmasi di sela kegiatan. Politikus Partai Golkart itu menjelaskan bahwa kemampuan dosen memahami AI menjadi kunci agar dapat memberikan pedoman yang tepat kepada mahasiswa.

Dia menilai larangan penggunaan AI secara mutlak bukan solusi, melainkan perlu dibangun pemahaman mengenai batasan dan cara penggunaan yang bertanggung jawab. "Kalau dosennya memahami dulu, mahasiswanya juga akan tahu koridor penggunaan AI yang benar," jelasnya.

Terpisah, Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kalimantan Timur, Fitriansyah menilai bahwa workshop tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia iptek sekaligus memperkuat etika dalam pemanfaatan AI untuk penelitian dan publikasi ilmiah.

Advertisement

AI, kata dia, dapat mempercepat pekerjaan akademik, tetapi tidak boleh digunakan sepenuhnya untuk menghasilkan karya ilmiah. "Yang harus diperhatikan adalah etikanya. Jangan sampai AI digunakan penuh untuk membuat karya penelitian maupun publikasi," tegasnya.

Menurut Fitriansyah, Brida Kaltim selama ini telah menjalin kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi melalui program Kolaborasi Riset Inovasi Strategis (KRIS). Kerja sama tersebut mencakup berbagai riset, termasuk pengembangan teknologi AI bersama program studi teknik informatika di sejumlah kampus di Kalimantan Timur. "Hampir seluruh perguruan tinggi di Kalimantan Timur telah bekerja sama dengan kami, termasuk dalam riset-riset yang berkaitan dengan AI," pungkasnya. (riz)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Kaltim PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Pemanfaatan AI di Madrasah, Hetifah Tegaskan Teknologi Hanya Alat Bantu Bukan Pengganti Guru

Pemanfaatan AI di Madrasah, Hetifah Tegaskan Teknologi Hanya Alat Bantu Bukan Pengganti Guru

Hetifah dorong guru madrasah Samarinda manfaatkan AI sebagai alat bantu pembelajaran. Tegaskan pentingnya karakter & etika.

Anggaran Riset Kaltim Menyusut, BRIDA Tetap Targetkan 30 Penelitian dengan Cara Ini

Anggaran Riset Kaltim Menyusut, BRIDA Tetap Targetkan 30 Penelitian dengan Cara Ini

Anggaran riset BRIDA Kaltim turun dari Rp30 miliar lebih menjadi sekitar Rp19 miliar. Target 20–30 penelitian tetap dikejar lewat kolaborasi

Rahasia Smart Classroom Epson, Begini Cara AI Bikin Belajar Lebih Menarik

Rahasia Smart Classroom Epson, Begini Cara AI Bikin Belajar Lebih Menarik

Epson Indonesia hadirkan Smart Classroom berbasis AI di Yogyakarta untuk menciptakan pembelajaran digital yang lebih interaktif dan efektif.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer