650 Peserta Diklat SPPI dan Koperasi Merah Putih Lulus dari Rindam VI/Mulawarman Balikpapan

Muhammad Taufik • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 20:28 WIB
PENUTUPAN: Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Krido Pramono bersama ratusan peserta usai penutupan Diklat SPPI Balikpapan, Jumat (31/7/2026). (PENDAM VI/MULAWARMAN)
PENUTUPAN: Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Krido Pramono bersama ratusan peserta usai penutupan Diklat SPPI Balikpapan, Jumat (31/7/2026). (PENDAM VI/MULAWARMAN)

BALIKPAPAN – Sebanyak 650 peserta Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tahun 2026 resmi menuntaskan pendidikan di Dodikjur Rindam VI/Mulawarman, Manggar, Balikpapan, Jumat (31/7). Seluruh lulusan selanjutnya akan ditempatkan di berbagai daerah untuk mendukung penguatan koperasi desa dan pengembangan kampung nelayan.

Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Krido Pramono mengatakan pelaksanaan diklat selama sekitar enam pekan berlangsung lancar. Para peserta memperoleh pembekalan teori maupun praktik yang dirancang untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan dan pengabdian kepada masyarakat.

"Alhamdulillah seluruh rangkaian diklat berjalan lancar, aman, dan seluruh peserta mendapatkan pembekalan baik melalui materi maupun praktik keterampilan yang telah diberikan," ujarnya.

Baca Juga: Kodam VI/Mulawarman Rayakan HUT Ke-68, Pangdam Tegaskan Komitmen Perkuat Sinergi dan Pengabdian kepada Masyarakat

Selama mengikuti pelatihan, peserta menerima materi kepemimpinan, patriotisme, nasionalisme, profesionalisme, tata kelola kelembagaan, penguatan sumber daya manusia, hingga manajemen koperasi dan Kampung Nelayan Merah Putih.

Selain pembelajaran di kelas, peserta juga menjalani berbagai kegiatan pembentukan karakter, seperti seni budaya, bela diri, serta pelatihan keterampilan yang bertujuan membangun jiwa kepemimpinan, kedisiplinan, dan semangat pengabdian.

Krido menegaskan konsep bela negara yang diberikan dalam pendidikan tidak hanya berkaitan dengan aspek kemiliteran, tetapi juga menumbuhkan kesadaran untuk berkontribusi melalui profesi masing-masing.

"Kadang bela negara identik dengan kemiliteran. Padahal maknanya lebih luas, yakni tekad, semangat, dan kesadaran memberikan pengabdian terbaik kepada bangsa dan negara. Bentuknya bisa melalui pendidikan, bekerja dengan baik, maupun memperkuat ekonomi masyarakat melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih," jelasnya.

Setelah menyelesaikan pendidikan, seluruh peserta akan ditempatkan di berbagai wilayah di Indonesia untuk memperkuat kelembagaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih serta mendukung pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih.

Pangdam berharap para lulusan mampu menyesuaikan diri dengan karakteristik daerah penugasan dan menjalankan tugas secara profesional.

"Mereka akan menghadapi karakteristik daerah yang berbeda-beda. Saya berharap tetap disiplin, profesional, jujur, dan mampu mengelola koperasi maupun Kampung Nelayan Merah Putih dengan orientasi melayani masyarakat, meningkatkan kesejahteraan, dan memperkuat ekonomi nasional," pungkasnya.

 
 
 
Editor : Muhammad Ridhuan
Diklat SPPI 2026 Rindam VI Mulawarman Pangdam VI Mulawarman Koperasi Merah Putih balikpapan