Gubernur Jateng Temui Perantau di Kaltim, Perkuat Silaturahmi dan Semangat Guyub

Redaksi KP • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 18:53 WIB
HANGAT: Gubernur Jateng Komjen Pol (Purn) Ahmad Luthfi (ketiga kanan) dan Wagub Kaltim Seno Aji (ketiga kiri) guyub bersama warga perantauan asal Jateng di Rumah Jabatan Wakil Gubernur Kaltim, Rabu (5/8).
HANGAT: Gubernur Jateng Komjen Pol (Purn) Ahmad Luthfi (ketiga kanan) dan Wagub Kaltim Seno Aji (ketiga kiri) guyub bersama warga perantauan asal Jateng di Rumah Jabatan Wakil Gubernur Kaltim, Rabu (5/8).

SAMARINDA – Semangat kebersamaan warga perantauan asal Jawa Tengah (Jateng) di Kalimantan Timur kembali menghangat dalam malam silaturahmi yang digelar di Rumah Jabatan Wakil Gubernur Kaltim, Jalan Milono, Samarinda, Rabu (5/8). Pertemuan tersebut menjadi momentum mempererat hubungan antarsesama perantau sekaligus menegaskan kontribusi mereka bagi pembangunan Benua Etam.

Acara terasa istimewa dengan kehadiran langsung Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (Purn) Ahmad Luthfi, yang tengah melakukan kunjungan kerja ke Kalimantan Timur. Kehadirannya disambut antusias sebagai ajang melepas rindu sekaligus memperkuat ikatan antara pemerintah daerah dan warga Jateng yang menetap di Kaltim.

Ahmad Luthfi hadir bersama sejumlah kepala daerah dari Jawa Tengah, yakni Bupati Jepara Witiarso Utomo, Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman, Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma, serta Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani. Rombongan disambut Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji bersama tokoh-tokoh paguyuban warga Jawa Tengah.

Baca Juga: Tak Mau Terpaku Transfer Pusat, Kaltim dan Jawa Tengah Garap Bisnis Bernilai Rp 20 Triliun

Dalam sambutannya, Seno Aji yang juga menjabat Ketua Paguyuban Keluarga Semarang (Pak Semar) Kaltim serta Ketua Ikatan Paguyuban Keluarga Tanah Jawi (Ikapakarti), menegaskan bahwa warga perantauan telah menjadi bagian penting dari pembangunan Kalimantan Timur.

Menurutnya, keberagaman suku, agama, dan budaya merupakan kekuatan utama yang harus terus dijaga, terlebih Kaltim kini memegang peran strategis sebagai wilayah penyangga sekaligus lokasi Ibu Kota Nusantara (IKN).

"Kita semua bersama-sama mengisi pembangunan di Kalimantan Timur. Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung," ujarnya.

Seno mengajak seluruh warga perantauan untuk terus menjaga harmoni sosial dengan menghormati adat dan budaya lokal sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat di Benua Etam.

Pesan serupa disampaikan Ahmad Luthfi. Ia mengaku bangga melihat warga Jawa Tengah mampu beradaptasi dan hidup berdampingan dengan masyarakat lokal tanpa meninggalkan identitas budaya asal.

"Meskipun tidak tinggal di Pulau Jawa, Bapak dan Ibu sekalian adalah duta-duta Jawa Tengah di Kalimantan Timur. Teruslah menjadi teladan, merawat persatuan, serta menghormati adat dan budaya setempat," pesannya.

Sementara itu, Ketua Umum Sedulur Paguyuban Jawa Tengah Gayeng Tenan (Sapu Jagat) Kaltim, Bambang Pininto, mengatakan organisasinya berupaya menghimpun seluruh potensi warga Jawa Tengah yang berkarya di Kalimantan Timur.

Menurutnya, anggota paguyuban berasal dari berbagai latar belakang profesi, mulai dari aparatur pemerintah hingga pelaku usaha, yang diharapkan dapat terus berkontribusi bagi pembangunan daerah.

"Semua potensi warga Jawa Tengah di sini dioptimalkan, baik di sektor pemerintahan maupun swasta, untuk mendukung kemajuan Kaltim dan tetap terhubung dengan tanah kelahiran," katanya.

Sekretaris Jenderal Sapu Jagat Kaltim, Ahmad Busri, menambahkan pertemuan tersebut menjadi agenda silaturahmi kedua yang digelar sepanjang tahun 2026 setelah kegiatan halal bihalal Idulfitri pada April lalu.

Ia berharap kebersamaan warga Jawa Tengah di Kalimantan Timur terus terjaga dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah yang kini menjadi salah satu pusat pertumbuhan nasional seiring pembangunan Ibu Kota Nusantara.

Editor : Muhammad Ridhuan
gubernur Jawa Tengah perantau Jawa Tengah Kaltim Sapu Jagat Kaltim Ikapakarti Kaltim Ahmad Luthfi