SAMARINDA – Pembangunan gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kalimantan Timur terus berjalan. Hingga awal Agustus 2026, sebanyak 234 gerai telah terbangun dari total target 1.037 koperasi.
Pemprov Kaltim menargetkan sekitar 470 gerai KDMP dapat terbangun hingga akhir 2026.
Kepala Bidang Koperasi dan UMKM Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (DPPKUKM) Kaltim, Ronny Suhendra, mengatakan pembangunan gerai dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan lahan di masing-masing kabupaten/kota.
Lahan yang digunakan merupakan aset pemerintah daerah sehingga harus dipastikan berstatus clean and clear sebelum pembangunan dimulai.
“Karena lahan yang digunakan ini adalah lahan milik pemerintah kabupaten/kota, sehingga diperlukan lahan yang clean and clear,” ujar Ronny, Minggu (9/8).
Selain 234 gerai yang sudah selesai dibangun, sekitar 200 gerai lainnya masih dalam proses pengerjaan.
Baca Juga: Gerai KDMP Kaltim Dekat Pemakaman Disorot, DPPKUKM Tegaskan Lolos Verifikasi TNI
Target 470 Gerai hingga Akhir 2026
Pembangunan gerai berikutnya akan disesuaikan dengan kondisi lahan di masing-masing wilayah.
Sebelumnya, pembangunan mensyaratkan lahan dengan luas minimal sekitar 1.000 meter persegi. Namun, pemerintah membuka peluang penyesuaian desain dan jumlah gerai bagi daerah yang memiliki keterbatasan lahan.
“Kemungkinan nanti ada pembentukan gerai-gerai yang menyesuaikan dengan lokasi yang ada. Ini diperuntukkan untuk lokasi-lokasi yang memiliki lahan terbatas,” jelasnya.
Ronny menegaskan pembangunan gerai dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan pengurus koperasi. Penentuan lokasi hingga proses pembangunan tidak dilakukan secara sepihak.
“Tidak serta-merta bangunan itu muncul sendiri. Itu semua melalui proses dari awal yang diketahui baik pihak koperasi KDMP masing-masing maupun pemerintah kabupaten/kota yang ada di daerah masing-masing,” katanya.
82 KDMP Mulai Beroperasi
Selain mengejar pembangunan fisik, Pemprov Kaltim juga memantau perkembangan aktivitas koperasi melalui Sistem Informasi Koperasi Desa Merah Putih (Simkopdes) yang disediakan Kementerian Koperasi.
Melalui sistem tersebut, pemerintah dapat memantau perkembangan masing-masing KDMP, termasuk aktivitas usaha, omzet penjualan hingga komoditas yang dipasarkan.
“Jadi semua koperasi KDMP terhubung dalam satu aplikasi tersebut,” terangnya.
Berdasarkan pemantauan melalui sistem tersebut, sekitar 82 KDMP di Kaltim telah mulai beroperasi.
Sejumlah koperasi bahkan telah menjalankan kegiatan usaha meski belum menerima serah terima gerai yang dibangun pemerintah pusat.
Ronny mengatakan keberadaan bangunan gerai bukan satu-satunya faktor yang menentukan operasional koperasi. Koperasi yang telah memiliki fasilitas pendukung dapat mulai menjalankan kegiatan usaha untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
KDMP Lempake Jadi Percontohan
Salah satu KDMP yang telah mulai beroperasi berada di Lempake. Koperasi tersebut mulai menyediakan berbagai kebutuhan masyarakat sekitar sesuai dengan komoditas yang dibutuhkan.
Aktivitas serupa juga mulai berjalan di sejumlah daerah lain, termasuk Balikpapan dan Kutai Kartanegara (Kukar) serta beberapa kabupaten lainnya.
Pemprov Kaltim berharap pembangunan gerai dapat berjalan beriringan dengan penguatan aktivitas usaha koperasi. Dengan demikian, KDMP tidak hanya hadir secara fisik, tetapi juga mampu menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat di tingkat desa.
Editor : Muhammad Ridhuan