BAZNAS Kaltim Himpun Rp19,05 Miliar hingga Juli 2026, Program Zakat Diperkuat

Denny Saputra • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:13 WIB
Ketua BAZNAS Kaltim, Ahmad Nabhan.
Ketua BAZNAS Kaltim, Ahmad Nabhan.

SAMARINDA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kalimantan Timur mencatat penghimpunan zakat, infak, sedekah (ZIS), dana sosial keagamaan lainnya (DSKL), dan CSR mencapai Rp19,05 miliar sepanjang Januari-Juli 2026.

Capaian tersebut mendorong BAZNAS Kaltim untuk memperkuat pengelolaan dana agar peningkatan penghimpunan diikuti program pendistribusian dan pendayagunaan yang semakin tepat sasaran.

Ketua BAZNAS Kaltim Ahmad Nabhan mengatakan dana yang terkumpul harus diterjemahkan menjadi program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Dana yang dihimpun tidak hanya berhenti pada proses pengumpulan, tetapi benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat,” ungkapnya, Selasa (11/8/2026).

Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) dan BAZNAS Strategic Development (BSD) pimpinan BAZNAS se-Kaltim di Pendopo Odah Etam, Samarinda, Senin (10/8).

Kegiatan yang berlangsung pada 10-13 Agustus tersebut menjadi momentum untuk mengevaluasi program yang telah berjalan sekaligus menyusun inovasi untuk tahun berikutnya.

Baca Juga: BAZNAS Kaltim Imbau Warga Bayar Zakat Lebih Awal, Hindari Penumpukan Jelang Lebaran

Pembahasan mencakup sejumlah bidang, mulai dari pembinaan, administrasi, pendayagunaan, pengawasan hingga pengembangan organisasi.

Penghimpunan Zakat Terus Meningkat

Ahmad mengatakan penghimpunan dana ZIS-DSKL dan CSR yang dikelola BAZNAS Kaltim menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.

Pada 2021, dana yang terkumpul mencapai Rp6,84 miliar. Angka tersebut meningkat menjadi Rp10,79 miliar pada 2022, Rp14,44 miliar pada 2023, Rp16,51 miliar pada 2024, dan Rp20,60 miliar pada 2025.

Sementara hingga Juli 2026, penghimpunan telah mencapai Rp19,05 miliar.

Menurut Ahmad, capaian tersebut menjadi modal untuk memperluas program sekaligus meningkatkan kualitas pendistribusian dana zakat.

Lima Pilar Penyaluran Zakat

BAZNAS Kaltim memiliki lima pilar utama pendistribusian zakat, yakni Kaltim Cerdas, Kaltim Sehat, Kaltim Makmur, Kaltim Peduli, dan Kaltim Taqwa.

Kelima program tersebut menyasar berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, sosial hingga pembinaan keagamaan.

Di sektor pendidikan, bantuan dapat digunakan untuk kebutuhan biaya sekolah maupun sarana dan prasarana pendidikan.

Sementara bidang kesehatan mencakup sejumlah program, seperti khitanan massal hingga bantuan operasi bagi anak yang membutuhkan, termasuk operasi bibir sumbing.

Ahmad menilai penguatan program perlu terus dilakukan agar peningkatan penghimpunan zakat memiliki dampak yang terukur terhadap penerima manfaat.

“Kami berharap Rakorda dan BSD memperkuat koordinasi BAZNAS provinsi dengan kabupaten/kota sehingga pengelolaan zakat semakin profesional dan dampaknya semakin luas dan tepat sasaran,” pungkasnya.

 

Editor : Muhammad Ridhuan
zakat Kaltim penghimpunan zakat 2026 ZIS Kaltim program BAZNAS Kaltim Baznas kaltim