Reklamasi IMM Jadi Ruang Belajar Akademisi The University of Tokyo dan Unmul, Ternyata Ini Hasilnya

Dwi Restu A • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:00 WIB

 

TURUT SERTA: Salah satu guru besar Universitas Mulawarman Sukartiningsih bertandang ke IMM di Kutai Timur bersama akademisi Tokyo dan rombongan lain untuk mengetahui kondisi terkini lahan pasca-tambang.
TURUT SERTA: Salah satu guru besar Universitas Mulawarman Sukartiningsih bertandang ke IMM di Kutai Timur bersama akademisi Tokyo dan rombongan lain untuk mengetahui kondisi terkini lahan pasca-tambang.

 

KALTIMPOST.ID, KUTAI TIMUR – Pengelolaan lahan pascatambang PT Indominco Mandiri (IMM) menjadi ruang pembelajaran bagi akademisi dan mahasiswa dari perguruan tinggi dalam dan luar negeri. Salah satunya melalui kunjungan delegasi The University of Tokyo dan Universitas Mulawarman (Unmul) ke kawasan operasional IMM di Kutai Timur.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari program Conservation and Rehabilitation of Tropical Forest. Delegasi dipimpin Associate Professor Mariko Norisada bersama tiga associate professor dan mahasiswa The University of Tokyo, serta akademisi dari Unmul.

Baca Juga: Listrik Sering Padam, Mahasiswa Unikarta Tuntut PLN Beri Kepastian dan Kompensasi

Rombongan melihat langsung kegiatan reklamasi dan pengelolaan lingkungan IMM dengan mengunjungi Arboretum 30 Gemilang, Arboretum Kanahuang, fasilitas nursery, hingga Danau Kanahuang.

Mariko menilai pendekatan IMM dalam mengelola kawasan pascatambang menarik karena tidak hanya berfokus pada pemulihan lahan, tetapi juga mengintegrasikan konservasi keanekaragaman hayati dan manfaat bagi masyarakat. “Saya melihat perusahaan memiliki perspektif yang luas. Bukan hanya memulihkan lahan, tetapi juga mengembangkan berbagai potensi yang dapat memberi manfaat bagi lingkungan dan masyarakat,” ujar Mariko.

Baca Juga: Karhutla 5 Hektare di Tahura Bukit Soeharto Diselidiki Polda Kaltim

Menurut dia, pembahasan mengenai aktivitas pertambangan perlu melihat tanggung jawab perusahaan terhadap bentang alam setelah kegiatan penambangan berakhir. Pemulihan lahan menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan antara kebutuhan energi dan keberlanjutan lingkungan.

“Batubara masih dibutuhkan sebagai sumber energi. Yang harus dilihat adalah bagaimana perusahaan memulihkan lahan bekas tambang secara bertanggung jawab. Ini tentang bagaimana kita menemukan keseimbangan antara kebutuhan energi dan keberlanjutan lingkungan,” katanya.

Guru Besar Fakultas Kehutanan Unmul Prof. Sukartiningsih, yang juga merupakan asesor keberhasilan reklamasi IMM, mengatakan kawasan reklamasi yang dikelola menunjukkan perkembangan ekosistem dan memberikan manfaat ekologis.

Baca Juga: PTDH Sudah Dijatuhkan, Mantan Kasat Resnarkoba Kukar Masih Hadapi Proses Pidana

Menurut dia, kawasan tersebut telah berkembang menyerupai micro-climate forest dengan kondisi suhu yang lebih sejuk dan kelembapan yang meningkat. Kondisi itu turut mendukung kembalinya berbagai jenis satwa.

“Ini merupakan bentuk nyata bagaimana reklamasi dapat menjadi bagian dari upaya adaptasi terhadap perubahan iklim,” tutur Sukartiningsih.

Kolaborasi IMM dan Unmul sendiri telah berlangsung dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan, penelitian, serta pelestarian lingkungan.

Selain pemulihan lahan, IMM melakukan pemantauan terhadap perkembangan keanekaragaman hayati di kawasan reklamasi. Nilai indeks keanekaragaman hayati yang tercatat berada pada kisaran 2,1–4 berdasarkan indeks Shannon-Wiener, yang secara umum menunjukkan tingkat keanekaragaman sedang hingga tinggi.

Baca Juga: Tahanan Tetap Punya Hak Kesehatan, Polda Kaltim Luncurkan Program SULAM

Hasil pemantauan tersebut juga dikembangkan melalui publikasi ilmiah. IMM telah menerbitkan buku mengenai keragaman burung dan tengah menyiapkan publikasi mengenai mamalia.

Kepala Teknik Tambang IMM Eddy Susanto mengatakan, keanekaragaman hayati menjadi bagian dari perencanaan pengelolaan tambang sejak awal. “Biodiversitas bukanlah program tambahan setelah tambang selesai beroperasi, melainkan bagian dari perencanaan tambang sejak awal,” tuturnya.

Pendekatan tersebut diterapkan secara terintegrasi melalui pengendalian erosi dan sedimentasi, pengelolaan kualitas air, pengembangan nursery, revegetasi, serta konservasi keanekaragaman hayati.

Melalui kunjungan tersebut, IMM membuka ruang pertukaran pengetahuan bagi akademisi dalam dan luar negeri untuk melihat secara langsung praktik reklamasi, konservasi, dan pengelolaan lingkungan di kawasan pertambangan.

Baca Juga: Muhammad Hakim Ikut Lomba Camat Berprestasi Tingkat Kaltim 2026  

Selain Unmul dan The University of Tokyo, sejumlah perguruan tinggi juga pernah melakukan studi di kawasan reklamasi IMM, antara lain Yale University, Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, IPB University, UPN Veteran Yogyakarta, Universitas Sebelas Maret, Universitas Trisakti, serta Politeknik Energi dan Pertambangan Bandung. (*)

Editor : Dwi Restu A
Indominco Mandiri tokyo UNMUL kutai timur reklamasi