KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Panen jagung hasil tanaman kuartal II 2026 di kawasan Makroman, Samarinda, dilakukan Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro. Menurutnya, kemandirian pangan merupakan bagian penting dari ketahanan dan kedaulatan negara.
Kemampuan memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri, menurutnya, tidak hanya menjaga kesejahteraan masyarakat, tetapi juga memperkuat pertahanan dan keamanan nasional.
“Ketika kita mampu memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri, kita tidak hanya menjaga kesejahteraan masyarakat, tetapi juga memperkuat pertahanan dan keamanan nasional,” ungkapnya.
Setiap lahan yang ditanami dan setiap hasil panen yang diproduksi merupakan bagian dari upaya menjaga kedaulatan bangsa sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap negara lain.
Baca Juga: ISPA di Samarinda Melonjak 22,8 Persen, Diskes Ingatkan Ancaman Heatstroke
Untuk mewujudkannya, diperlukan sinergi dan kolaborasi yang komprehensif, terintegrasi serta berkelanjutan dari seluruh pihak sesuai peran dan fungsinya.
“Bukan hanya merupakan hasil dari apa yang telah kita tanam, tetapi juga merupakan buah dari sinergi, kebersamaan, dan komitmen kita bersama dalam membangun ketahanan pangan di Kaltim,” jelasnya.
Tahun ini, hingga 19 Agustus Polda Kaltim telah menanam jagung dengan luas lahan mencapai 1.489,5 hektare, dengan hasil panen 848,26 ton.
Dari hasil tersebut, 564,54 ton telah terserap oleh Perum Bulog. Capaian itu tidak terlepas dari kolaborasi dengan berbagai pihak, di antaranya 75 perusahaan sawit yang tergabung dalam GAPKI dan 77 perusahaan non-GAPKI, dengan potensi lahan mencapai 729 hektare dan telah ditanami seluas 193,92 hektare.
Baca Juga: Luas Karhutla di Samarinda Capai 192 Hektare, Andi Harun Sebut Ada Dugaan Kesengajaan
Polda Kaltim juga terus mengembangkan pilot project Integrated Farming System (IFS) di setiap Polres/ta jajaran dengan total luas lahan mencapai 322,5 hektare.
Salah satunya berada di wilayah Samarinda melalui kolaborasi dengan PT Sungai Berlian Jaya (SBJ), dengan rencana pemanfaatan lahan sekitar 10 hektare yang terdiri atas lima hektare untuk jagung pipil, tiga hektare peternakan dan dua hektare sayuran. Saat ini, tanaman jagung pipil telah tertanam seluas 1,25 hektare.
“Ketahanan pangan bukan hanya tentang hari ini, tetapi tentang memastikan kebutuhan pangan generasi yang akan datang,” imbuhnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo