BPBD Kaltim Siaga Hadapi Puncak Musim Hujan November–Desember 2026

Dina Angelina • Dipublikasikan Jumat, 6 November 2026 | 19:43 WIB
Kepala Pelaksana BPBD Kaltim, Buyung Dodi, menjelaskan mitigasi potensi banjir, longsor dan rob di wilayah Kalimantan Timur sudah berjalan seiring peralihan musim hujan, Jumat (6/11/2026). (ANGGI PRADITHA/KP)
Kepala Pelaksana BPBD Kaltim, Buyung Dodi, menjelaskan mitigasi potensi banjir, longsor dan rob di wilayah Kalimantan Timur sudah berjalan seiring peralihan musim hujan, Jumat (6/11/2026). (ANGGI PRADITHA/KP)

BALIKPAPAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Timur meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi puncak musim hujan yang diprediksi berlangsung pada November hingga Desember 2026. Curah hujan yang biasanya tersebar dalam tiga hingga empat bulan diperkirakan terkonsentrasi dalam waktu lebih singkat.

Kepala Pelaksana BPBD Kaltim Buyung Dodi mengatakan, berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim hujan mulai memasuki wilayah Kaltim secara bertahap sejak pertengahan November.

“Volume air yang seharusnya turun dalam kurun waktu tiga hingga empat bulan akan terkonsentrasi dalam dua bulan saja,” ujar Buyung, Jumat (6/11).

Kondisi tersebut perlu diantisipasi karena berpotensi meningkatkan risiko banjir dan tanah longsor. Debit air yang meningkat dalam waktu singkat dapat menimbulkan dampak di sejumlah wilayah rawan bencana.

Sebagai langkah pencegahan, Pemprov Kaltim telah menerbitkan surat edaran gubernur kepada seluruh bupati dan wali kota sejak Oktober lalu. Edaran itu meminta pemerintah kabupaten dan kota menyiapkan personel serta peralatan pendukung, terutama di wilayah yang memiliki risiko bencana.

Baca Juga: Dua Pesawat Australia Dukung Operasi Water Bombing Karhutla di Balikpapan

BPBD Kaltim juga memetakan kawasan rawan banjir, longsor, dan banjir rob dengan mengacu pada katalog kejadian bencana tahun sebelumnya. Pemetaan dilakukan melalui koordinasi dengan TNI, Polri, Dinas Kesehatan, dan Dinas Sosial di seluruh kabupaten dan kota.

“Kami himpun dari katalog banjir, katalog longsor yang ada di Kalimantan Timur dan disandingkan dengan informasi kebanjiran yang tahun lalu. Hampir seluruh wilayah memiliki potensi banjir,” kata Buyung.

Sejumlah daerah menjadi perhatian karena memiliki risiko banjir tinggi, di antaranya Samarinda, Mahakam Ulu, Kutai Barat, dan Berau. BPBD Kaltim saat ini juga melakukan pengecekan sarana dan prasarana penanggulangan bencana untuk memastikan kesiapan di lapangan.

Dalam waktu dekat, BPBD berencana menggelar apel kesiapsiagaan bencana guna memastikan personel siap menghadapi kondisi darurat. Sementara itu, alokasi anggaran logistik disebut telah disalurkan ke berbagai daerah sejak awal tahun untuk menjaga ketersediaan bantuan saat bencana terjadi.

Di tengah persiapan menghadapi musim hujan, BPBD Kaltim tetap melanjutkan penanganan dampak kebakaran hutan dan lahan. Upaya tersebut berjalan bersamaan dengan langkah mitigasi menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.

Editor : Muhammad Ridhuan
BPBD Kalimantan Timur Puncak musim hujan 2026 Banjir di Kaltim Risiko tanah longsor kesiapsiagaan bencana