Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Rahasia Herbal Kalimantan: Haluskan Kulit Wajah dengan Kulit Batang Durian, Warisan Budaya Etnis Kutai di Desa Menamang

Dwi Puspitarini • Rabu, 14 Agustus 2024 | 12:10 WIB

 

Pemanfaatan kulit batang durian ini menunjukkan kearifan lokal suku Kutai yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Pemanfaatan kulit batang durian ini menunjukkan kearifan lokal suku Kutai yang diwariskan dari generasi ke generasi.

 

KALTIMPOST.ID, Suku Kutai di Kalimantan Timur memiliki kearifan lokal yang kaya dalam memanfaatkan kulit batang durian, sebuah bahan yang seringkali dianggap limbah oleh banyak orang.

Bagi masyarakat Kutai, kulit batang durian bukan hanya bahan sisa, tetapi memiliki nilai budaya dan manfaat praktis yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

Salah satu penggunaan utama kulit batang durian dalam budaya Kutai adalah sebagai bahan pembuatan anyaman tradisional.

Kulit batang durian yang telah diproses digunakan untuk membuat berbagai produk kerajinan tangan, seperti tikar, tas, dan hiasan dinding.

Kerajinan ini tidak hanya memiliki nilai estetika tinggi, tetapi juga menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat lokal, terutama di daerah pedalaman Kalimantan Timur.

Mengutip dari buku Tumbuhan Berkhasiat Obat Etnis Asli Kalimantan kcl, selain kerajinan, kulit batang durian juga memiliki peran penting dalam pengobatan tradisional Suku Kutai.

Kulit batang durian memiliki khasiat unik yang dimanfaatkan oleh suku Kutai di Kalimantan Timur, Indonesia. Sebagai obat luka dan infeksi pada kulit, anti-inflamasi, penguat daya tahan tubuh, dan mengatasi masalah pencernaan.

Mereka telah lama menggunakan kulit batang durian dalam praktik pengobatan tradisional untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan.

Masyarakat Dayak di Kalimantan menggunakan air rebusan kulit batang durian sebagai obat untuk mengatasi diare dan sariawan.

Etnis Kutai di daerah Kota Bangun memercayai khasiat kulit batang durian untuk mengobati penyakit pasca melahirkan.

Sedangkan etnis Kutai di Desa Menamang menggunakan kulit batang durian sebagai bahan campuran bedak dingin yang dipercaya dapat membantu menghaluskan kulit wajah.

Selain itu, bedak dingin yang dibuat dari campuran kulit batang durian ini pada etnis Kutai tersebut dapat digunakan untuk wanita pasca melahirkan dengan cara membalurkan bedak dingin ke seluruh tubuh.

Tidak hanya itu, dalam upacara adat suku Kutai, kulit batang durian juga digunakan sebagai simbol penting. Anyaman dari kulit batang durian sering menjadi bagian dari prosesi adat, menunjukkan signifikansi budaya dari bahan alami ini.

Namun, dengan adanya modernisasi dan perubahan gaya hidup, ada kekhawatiran bahwa pengetahuan tentang pemanfaatan kulit batang durian ini mungkin akan hilang.

Oleh karena itu, upaya pelestarian dan dokumentasi praktik ini sangat penting untuk memastikan bahwa warisan budaya ini dapat diteruskan kepada generasi mendatang.

Pemanfaatan kulit batang durian oleh Suku Kutai adalah contoh nyata bagaimana kearifan lokal dapat mendukung keberlanjutan dan pelestarian budaya, sekaligus memberikan manfaat praktis bagi kehidupan sehari-hari.

Seiring berjalannya waktu, upaya untuk mempertahankan dan mengembangkan pengetahuan ini akan menjadi kunci untuk melestarikan warisan budaya yang berharga ini. (*)

Editor : Dwi Puspitarini
#kulit batang durian #Rahasia Herbal Kalimantan #Desa Menamang #Haluskan Kulit Wajah dengan Kulit Batang Durian #Suku kutai