Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Atasi Serangan Asma dengan Tangkan Putih, Herbal Asli Kalimantan Digunaakan Turun-Temurun Suku Dayak

Dwi Puspitarini • Kamis, 29 Agustus 2024 | 10:42 WIB
Tangkan Putih atau Tawar Seribu, memiliki potensi besar dalam pengobatan tradisional, terutama karena kemampuannya untuk mengatasi beragam kondisi kesehatan.
Tangkan Putih atau Tawar Seribu, memiliki potensi besar dalam pengobatan tradisional, terutama karena kemampuannya untuk mengatasi beragam kondisi kesehatan.

 

KALTIMPOST.ID, Tangkan putih, yang dikenal juga sebagai Bunga Kupu-kupu di Indonesia, merupakan tanaman dari famili Fabaceae yang dipercaya oleh etnis Dayak Meratus di Kalimantan Selatan dan Dayak Manyan di Kalimantan Tengah sebagai obat untuk berbagai macam penyakit.

Tangkan putih berasal dari daerah monsun kering di Asia Tenggara, termasuk Jawa, Kalimantan, Filipina, dan Timor. Tanaman ini telah banyak dibudidayakan di berbagai negara di Asia Tenggara dan Sri Lanka, dan sering kali ditanam sebagai tanaman hias atau tanaman pagar di daerah tropis.

Tanaman ini, yang juga dikenal dengan nama "Tawar Seribu," memiliki potensi besar dalam pengobatan tradisional, terutama karena kemampuannya untuk mengatasi beragam kondisi kesehatan.

Kandungan dan Manfaat Tangkan Putih

Bagian yang paling sering digunakan dalam pengobatan tradisional adalah akarnya. Akar tangkan putih direbus dan air rebusannya diminum untuk mengobati penyakit seperti kolesterol tinggi, diabetes, dan hipertensi.

Secara tradisional, tumbuhan ini dianggap sebagai obat serbaguna, sesuai dengan namanya "Tawar Seribu," yang berarti mampu menyembuhkan banyak penyakit.

Berdasarkan riset etnobotani yang dilakukan oleh Balitek KSDA, akar tangkan putih mengandung enam metabolit sekunder yang penting, yaitu alkaloid, flavonoid, polifenolat, tanin, sterol, dan kuinon. Kandungan ini memberikan dasar ilmiah bagi penggunaannya dalam pengobatan tradisional.

Selain itu, tangkan putih juga diketahui mengandung berbagai senyawa lain seperti asam palmitat, asam galat, asam ursolat, dan berbagai senyawa fenolik lainnya yang mendukung khasiat obatnya.

Minyak atsiri yang terkandung dalam tanaman ini juga memiliki komponen aktif seperti ß-caryophyllene dan caryophyllene oxide, yang dikenal memiliki sifat antiinflamasi dan antimikroba.

 Baca Juga: Berburu Pasak Bumi ke Citra Niaga, Bisa Mengurangi Stress dan Obati Nyeri Tulang

Penggunaan Tradisional dan Farmakologis

Tanaman tangkan putih bukan hanya digunakan oleh masyarakat Dayak, tetapi juga di berbagai daerah lain di Asia Tenggara dan sekitarnya.

Di Jawa, akar tanaman ini digunakan untuk mengobati batuk dan pilek. Di India, rebusan daun dan kulit batangnya dimanfaatkan untuk mengatasi serangan asma.

Berdasarkan penelitian ilmiah, tanaman ini menunjukkan berbagai aktivitas farmakologis, termasuk antimikroba, antiinflamasi, anthelmintik, antioksidan, antidiare, dan sitotoksik.

Tangkan putih juga memiliki sifat trombolitik, yang berarti mampu memecah atau melarutkan pembekuan darah berbahaya di pembuluh darah.

Selain itu, tanaman ini juga dapat digunakan untuk mengobati asma, sakit kepala, hipertensi, batu kandung kemih, penyakit kulit, dan luka bakar.

  1. Asma
  1. Luka bakar

Dengan kekayaan kandungan kimiawinya dan penggunaannya yang luas dalam pengobatan tradisional, tangkan putih atau bunga kupu-kupu adalah tanaman yang tidak hanya mempercantik lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan yang berharga bagi masyarakat yang mengenal dan memanfaatkannya. (*)

 

www.socfindoconservation.co.id

Editor : Dwi Puspitarini
#IKN #Tangkan Putih #Dayak #herbal kalimantan