Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Herbal Kalimantan: Tebu Salah, Rumput Antidiabetes yang Potensial sebagai Pencegah Erosi dan Reklamasi Lahan Bekas Tambang di IKN

Almasrifah • Sabtu, 31 Agustus 2024 | 17:23 WIB

HERBAL KALIMANTAN: Selain berkhasiat sebagai antidiabetes, tebu salah juga potensial sebagai pencegah erosi dan reklamasi lahan bekas tambang di IKN.
HERBAL KALIMANTAN: Selain berkhasiat sebagai antidiabetes, tebu salah juga potensial sebagai pencegah erosi dan reklamasi lahan bekas tambang di IKN.
KALTIMPOST.ID, Herbal Kalimantan bernama latin Saccharum spontaneum dikenal dengan sebutan gelagah. Oleh etnis Dayak di Kaltim, Kalsel, dan Kalteng disebut dengan tebu salah.

Tumbuhan monokotil ini merupakan rumput besar yang hidup menahun. Akar tinggalnya menjalar dengan daun berbentuk pelepah sepanjang 20 cm lebih.

Saccharum spontaneum tumbuhan subur di Ibu Kota Nusantara (IKN) dan beberapa daerah lain di Indonesia, seperti Sumatra, Krakatau, Jawa, Madura, Sulawesi, Timor, dan Ternate.

Perkembangbiakannya yang cepat dan masif membuat tebu salah dianggap sebagai gulma di lahan pertanian.

Tumbuhan ini mempunyai segudang manfaat. Tidak hanya kandungannya, seluruh bagian tebu salah bermanfaat dan telah lama digunakan masyarakat di berbagai daerah.

Meski belum banyak penjelasan mengenai kandungannya, namun melalui pendekatan empiris, tebu salah banyak dimanfaatkan masyarakat dalam pengobatan alami.

Dilansir dari Wikipedia, masyarakat Ternate memanfaatkan parutan tunas tebu salah yang dicampur dengan air sebagai obat tetes mata.

Sedangkan etnis Kutai di Kalimantan Timur mempercayai bagian dalam batang yang muda berkhasiat untuk mengatasi diabetes dengan cara meminum air rebusan batang tersebut.

Keyakinan tersebut didukung oleh jurnal ilmiah yang berjudul “Pengaruh Pemberian Infusa Batang Gelagah (Saccharum spontaneum l.) terhadap Kadar Glukosa Darah Mencit Putih (Mus musculus l.) Jantan yang Diinduksi Glukosa”.

Dalam jurnal penelitian yang ditulis oleh Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau ini menyebutkan bahwa infusa batang tebu salah mampu menurunkan kadar glukosa pada mencit.

Penelitian ini juga menjelaskan bahwa konsentrasi dan lama pemberian infusa tebu salah memengaruhi penurunan kadar glukosa.

Baca Juga: Herbal Kalimantan: Tumbuhan Langka dari IKN, Tongkol Ulur Ulur Dipercaya Etnis Dayak Amandit sebagai Obat Ambeien

Meski harus dilakukan penelitian yang lebih kompleks, namun hasil pengujian dari Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau tersebut menunjukkan tebu salah bermanfaat sebagai antidiabetes.

Sedangkan sebagai tumbuhan tropis, tebu salah juga memiliki beragam potensi yang tidak kalah hebat.

Tumbuhan dari keluarga Poaceae ini memiliki kemampuan beradaptasi yang baik di berbagai musim dari kekeringan hingga banjir.

Ia juga mudah untuk hidup dan tumbuh berkembang biak di beragama jenis tanah, baik tepian sungai maupun tanah berpasir.

Kelebihan tersebut menjadikan tebu jadi salah satu komoditi yang mempunyai prospek baik dalam menangani erosi tanah bahkan reklamasi lahan bekas tambang.

Selain itu, bentuk batangnya tegak dan kekar menjulang hingga ketinggian 2 hingga 4 meter, membuat tebu salah biasa difungsikan sebagai pagar oleh masyarakat di Ternate.

Daunnya yang dikeringkan berguna untuk membuat atap. Batang dan beberapa bagian lainnya juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan kertas (pulp).

Karena termasuk dalam keluarga rumput, tebu salah pun dijadikan sebagai pakan ternak seperti sapi, kerbau, dan gajah. (*)

Editor : Almasrifah
#tebu salah #gelagah #tumbuhan monokotil #IKN #antidiabetes #reklamasi lahan bekas tambang #herbal kalimantan