KALTIMPOST.ID, Penyakit Jantung Koroner (PJK) adalah salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia.
Penyakit ini terjadi saat pembuluh darah jantung mengalami penyempitan akibat penumpukan plak. Kondisi ini dapat menyebabkan serangan jantung jika tidak terdeteksi dan ditangani sejak dini.
Cardiovascular Center Mayapada Hospital menyediakan layanan komprehensif untuk deteksi dini PJK, mulai dari skrining hingga tindakan lanjutan.
Gaya hidup modern yang serba instan sering kali menjadi pemicu utama PJK. Makanan berlemak, kurangnya aktivitas fisik, serta kebiasaan buruk seperti merokok dan konsumsi alkohol meningkatkan risiko penyakit ini.
Faktor-faktor lain seperti tekanan darah tinggi, diabetes, kolesterol tinggi, dan obesitas juga memperburuk kondisi ini.
Baca Juga: Bernardo Tavares Puas, PSM Tampil Habis-habisan saat Lawan Madura United
Gejala PJK umumnya muncul dengan rasa tidak nyaman di dada, mudah lelah, dan sesak napas saat beraktivitas.
Namun, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, Bagus Putra Dharma Khrisna di Mayapada Hospital Nusantara, menekankan bahwa sering kali PJK tidak menunjukkan gejala di tahap awal.
"Skrining jantung menjadi sangat penting karena mampu mendeteksi penyakit lebih awal, bahkan sebelum gejala muncul," jelasnya.
Skrining jantung di Mayapada Hospital melibatkan pemeriksaan gula darah, kolesterol, rekam jantung (EKG), serta treadmill test.
Metode ini bertujuan untuk melihat adanya gejala PJK selama aktivitas fisik. Di samping itu, Ekokardiografi, atau USG jantung, dapat digunakan untuk menilai struktur dan fungsi jantung, memastikan tidak ada kelainan pada otot atau katup jantung.
Selain itu, CT Scan Jantung juga menjadi metode penting dalam mendeteksi sumbatan pada pembuluh darah arteri koroner.
Teknologi ini menawarkan pencitraan non-bedah yang akurat. Bahkan, CT Calcium Score juga bisa digunakan untuk mengukur tingkat plak yang mengeras di arteri koroner, sehingga semakin tinggi skor, semakin besar risiko penyakit.
Baca Juga: Kabid Propam Polda Kaltim Salurkan Bantuan Sembako, Jalin Keakraban dengan Masyarakat
Jika ditemukan sumbatan pada pembuluh darah, prosedur kateterisasi jantung atau Coronary Angiography (CAG) digunakan untuk mendiagnosis lebih lanjut.
Menurut dr Samuel Sudanawidjaja, Sp.JP, FIHA, FSCAI, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Intervensi di Mayapada Hospital Surabaya, "CAG adalah pemeriksaan minimal invasif yang menggunakan kateter untuk menilai penyumbatan di arteri koroner."
Hasil CAG menentukan apakah diperlukan tindakan lebih lanjut seperti pemasangan stent atau balon.
Apabila sumbatan melebihi 70 persen, Percutaneous Coronary Intervention (PCI) menjadi solusi dengan menggunakan stent untuk membuka sumbatan tersebut.
Namun, pada kasus yang lebih kompleks, tindakan Coronary Artery Bypass Graft (CABG) atau bypass jantung mungkin diperlukan.
Baca Juga: STQ Paser: Syiar Islam dan Wadah Pembinaan Tilawah
Dr Yan Efrata Sembiring, SpB, SpBTKV, Spesialis Bedah Toraks, Kardiak, dan Vaskular di Mayapada Hospital Surabaya, menjelaskan bahwa bypass jantung membantu mengalirkan darah ke bagian jantung yang tersumbat dengan membuat "jalan baru."
Proses ini dilakukan menggunakan pembuluh darah dari bagian tubuh lain seperti kaki atau dada.
Terdapat beberapa jenis bypass jantung, termasuk On Pump CABG, Off-pump CABG, dan Minimally Invasive Coronary Artery Bypass Grafting (MICS), yang menawarkan pemulihan lebih cepat.
Mayapada Hospital juga menangani kasus-kasus kompleks dengan teknologi minimal invasif lainnya, termasuk operasi penggantian katup jantung.
Baca Juga: Dua Anjing Pelacak Sterilkan Gudang Logistik KPU Balikpapan, Pastikan Pilkada Lancar
Untuk mempermudah pasien dalam mengakses layanan, Mayapada Hospital menyediakan aplikasi MyCare.
Aplikasi ini memungkinkan pasien melakukan penjadwalan konsultasi dengan dokter secara langsung atau melalui telekonsultasi.
Dengan MyCare, pasien juga bisa memanfaatkan berbagai opsi pembayaran dan mendapatkan reward point untuk diskon layanan kesehatan.
Dengan deteksi dini dan teknologi terkini di Cardiovascular Center Mayapada Hospital, Anda bisa mencegah PJK dan meningkatkan peluang hidup sehat di masa depan. (*)
Dapatkan info dan berita update lain dari Kaltim Post. Gabung/join dengan klik >> Whatsapp Channel Kaltim Post
Editor : Dwi Puspitarini