KALTIMPOST.ID, Mata panda dan kantung mata adalah dua masalah umum yang sering mengganggu penampilan.
Meskipun tampak serupa, keduanya memiliki perbedaan yang signifikan. Mata panda sering diasosiasikan dengan lingkaran hitam di bawah mata yang menimbulkan kesan lelah, sedangkan kantung mata lebih merujuk pada pembengkakan atau penumpukan cairan di area mata.
Berikut ulasan mengenai perbedaan serta solusi yang bisa dicoba di rumah.
Apa Itu Mata Panda dan Kantung Mata?
Mata panda adalah kondisi yang ditandai dengan lingkaran hitam di bawah mata, memberikan kesan kusam dan kelelahan.
Ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor seperti kurang tidur, genetik, hingga paparan sinar UV.
Sementara itu, kantung mata ditandai dengan pembengkakan pada area bawah mata. Penuaan dan gaya hidup yang kurang sehat sering menjadi penyebab utama kantung mata.
Baca Juga: Diet Sehat dengan Jus Buah: 6 Pilihan Terbaik untuk Langsing Alami
Salah satu penyebab utama mata panda adalah kurang tidur. Ketika tubuh tidak cukup istirahat, kulit di bawah mata menjadi lebih pucat dan pembuluh darah terlihat lebih jelas, menciptakan bayangan hitam.
Faktor penuaan juga turut berperan, di mana kulit di sekitar mata menipis seiring bertambahnya usia.
Berbeda dari mata panda, kantung mata biasanya terjadi akibat penuaan. Seiring bertambahnya usia, otot-otot di sekitar mata melemah dan lemak yang ada bergeser ke area bawah mata.
Selain itu, retensi cairan akibat konsumsi garam berlebihan juga bisa memperparah kondisi kantung mata.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Dinamo Terbaik untuk Kompetisi Tamiya Mini 4WD, Bikin Tamiya Melesat!
Kurang tidur tidak hanya memperburuk lingkaran hitam tetapi juga bisa membuat kantung mata lebih terlihat.
Kondisi ini mempercepat proses penumpukan cairan di bawah mata, membuat area tersebut tampak bengkak dan kendur.
Beberapa orang lebih rentan mengalami mata panda akibat faktor genetik. Kulit yang lebih tipis di sekitar mata membuat pembuluh darah terlihat lebih jelas, bahkan meski sudah menjaga pola hidup sehat. Faktor genetik ini bisa diperparah jika tidak diimbangi dengan pola hidup yang baik.
Paparan sinar UV berlebihan juga dapat merangsang produksi melanin di bawah mata, memperburuk kondisi mata panda.
Karena itu, menggunakan tabir surya atau kacamata hitam bisa membantu melindungi area mata dari paparan langsung sinar matahari.
Baca Juga: Lelah Parah? Kenali Fenomena Jam Koma yang Sering Dialami Gen Z
Cara Mengatasi Mata Panda dengan Mudah
Mengurangi mata panda bisa dimulai dengan tidur yang cukup dan kompres dingin di area mata.
Kompres dingin membantu menyempitkan pembuluh darah di bawah mata, meredakan lingkaran hitam secara bertahap.
Atasi Kantung Mata dengan Posisi Tidur yang Tepat
Selain tidur cukup, posisi tidur dengan kepala sedikit lebih tinggi dapat membantu mengurangi penumpukan cairan.
Cobalah tidur dengan satu bantal ekstra untuk mengurangi kantung mata di pagi hari.
Krim mata yang mengandung vitamin C, retinol, atau kafein bisa membantu mencerahkan area mata.
Kafein membantu mengencangkan kulit, sedangkan retinol dan vitamin C bekerja mengurangi tampilan gelap di bawah mata.
Makanan tinggi garam bisa memperparah retensi cairan di bawah mata, memperburuk kantung mata.
Mengurangi konsumsi garam dan minum air cukup bisa membantu mencegah bengkak di area mata.
Selain krim mata dan tidur yang cukup, Anda juga bisa mencoba kompres teh hijau. Kandungan antioksidan pada teh hijau bisa membantu menyegarkan area mata dan mengurangi tampilan mata panda.
Jika mata panda atau kantung mata terus mengganggu meskipun sudah mencoba berbagai cara, ada baiknya berkonsultasi dengan dokter.
Beberapa perawatan medis, seperti laser atau filler, bisa menjadi solusi yang lebih efektif.
Menjaga kesehatan area mata tidak hanya membuat wajah tampak segar tetapi juga meningkatkan rasa percaya diri.
Dengan mengenali perbedaan antara mata panda dan kantung mata serta memahami cara mengatasinya, Anda bisa tampil lebih percaya diri setiap hari. (*)
Dapatkan info dan berita update lain dari Kaltim Post. Gabung/join dengan klik >> Whatsapp
Editor : Dwi Puspitarini