Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Hati-Hati! Kebiasaan Sehari-Hari Ini Bisa Merusak Fungsi Otak

Dwi Puspitarini • Rabu, 13 November 2024 | 08:01 WIB
Ilustrasi. Penurunan fungsi otak diperburuk oleh pola hidup yang kurang sehat.
Ilustrasi. Penurunan fungsi otak diperburuk oleh pola hidup yang kurang sehat.

 

KALTIMPOST.ID, Pola hidup sehari-hari memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan tubuh, terutama kesehatan otak.

Tanpa disadari, berbagai kebiasaan sehari-hari ternyata dapat berdampak buruk pada fungsi otak.

Selain menurunkan daya ingat dan konsentrasi, pola hidup yang tidak sehat juga bisa mempercepat penurunan fungsi otak, meningkatkan risiko gangguan serius seperti demensia dan Alzheimer di usia tua.

Namun, tidak hanya orang lanjut usia yang berpotensi mengalami masalah ini.

Banyak penelitian menunjukkan bahwa penurunan fungsi otak bisa mulai terjadi pada usia yang lebih muda, terutama jika gaya hidup tidak teratur.

 Baca Juga: Mulai dari Sekarang! Cara Mencegah Osteoporosis agar Tulang Tetap Kuat hingga Tua

Penurunan fungsi otak seiring bertambahnya usia memang alami, seperti kelambatan berpikir, kesulitan multitasking, atau penurunan kemampuan belajar hal baru.

Namun, penurunan ini bisa diperburuk oleh pola hidup yang kurang sehat. Gaya hidup yang tidak teratur dan penuh kebiasaan buruk dapat mempercepat penurunan kognitif bahkan sejak usia 30-an.

Orang dengan pola hidup tidak sehat cenderung mengalami penurunan fungsi otak yang lebih signifikan.

Berikut ini beberapa pola hidup yang dapat menurunkan fungsi otak serta langkah-langkah sederhana untuk mencegahnya agar otak tetap sehat dan tajam di segala usia.

 Baca Juga: Diet Sehat dengan Jus Buah: 6 Pilihan Terbaik untuk Langsing Alami

  1. Pola Tidur yang Buruk

Kurang tidur merupakan salah satu kebiasaan paling merusak bagi otak. Saat tidur, otak membersihkan diri dari racun yang terakumulasi selama beraktivitas.

Tidur yang cukup juga membantu memperbaiki sel-sel otak dan meningkatkan daya ingat.

Menurut penelitian dari National Institute of Neurological Disorders and Stroke, tidur yang berkualitas sangat penting untuk kesehatan otak, dan kekurangan tidur yang berkepanjangan dapat merusak fungsi otak serta memengaruhi mood dan kemampuan kognitif.

Orang yang kekurangan waktu tidur karena begadang atau gangguan tidur mampu mengalami penurunan kognitif pada siang harinya.

Merujuk pada Sleep Foundation, kualitas tidur yang buruk dalam jangka panjang dapat menyebabkan risiko lebih tinggi terkena penurunan kognitif dan demensia, serta memicu Alzheimer.

Sebanyak 15 persen kasus Alzheimer dipicu oleh kualitas tidur yang buruk. Tidur membantu otak dalam membersihkan protein beta-amiloid, yang jika terakumulasi dalam jumlah banyak dapat membentuk plak dan memperburuk fungsi kognitif.

Jumlah beta-amiloid dalam otak akan meningkat seiring kurangnya waktu tidur seseorang.

Oleh karena itu, penting untuk memastikan tidur selama 7-8 jam setiap malam, menghindari perangkat elektronik sebelum tidur, dan membuat rutinitas tidur yang teratur untuk meningkatkan kualitas tidur.

  1. Pola Makan Tidak Sehat

Pola makan tinggi gula, lemak jenuh, dan garam terbukti berdampak buruk pada kesehatan otak.

Makanan yang mengandung gula tinggi, misalnya, dapat mengganggu sinyal antara sel-sel otak dan meningkatkan risiko peradangan.

Selain itu, makanan cepat saji yang kaya lemak jenuh dapat menyebabkan pembentukan plak di pembuluh darah otak, yang mengurangi aliran darah dan menghambat fungsi otak.

Oleh karena itu, penting untuk memilih makanan bergizi seimbang, seperti buah-buahan, sayuran, ikan, dan kacang-kacangan yang kaya omega-3, karena nutrisi ini dikenal baik untuk kesehatan otak.

Dengan menghindari makanan tinggi gula dan lemak jenuh serta meningkatkan asupan makanan sehat, Anda dapat menjaga kesehatan otak dan mencegah penurunan fungsi kognitif seiring bertambahnya usia.

 Baca Juga: Sering Kesemutan dan Nyeri di Tangan? Waspada Sindrom Carpal Tunnel! Kenali Gejala untuk Diagnosis Awal

  1. Kurangnya Aktivitas Fisik

Aktivitas fisik berperan penting dalam menjaga kesehatan otak karena olahraga membantu meningkatkan aliran darah ke otak, yang membawa oksigen dan nutrisi penting.

Sebaliknya, gaya hidup yang terlalu banyak duduk atau kurang aktivitas fisik dapat menurunkan fungsi kognitif dan meningkatkan risiko penurunan fungsi otak seiring bertambahnya usia.

Dalam sehari, berapa waktu yang Anda habiskan untuk duduk di kursi? Terlalu banyak duduk dinilai tidak baik bagi otak.

Menurut penelitian yang dipublikasikan oleh JAMA, tidak aktif secara fisik selama 10 jam atau lebih per hari dikaitkan dengan risiko lebih tinggi terkena demensia.

Risiko tersebut akan semakin tinggi seiring semakin lamanya orang melakukan aktivitas yang berulang.

 Baca Juga: Manfaat dan Risiko Diet Makrobiotik: Rahasia Awet Muda ala Selebritas Hollywood

Lebih lanjut, orang yang melakukan rutinitas berulang seperti duduk selama 12 jam per hari mampu meningkatkan risiko terkena demensia hingga 50 persen, bahkan bisa meningkat tiga kali lipat pada orang yang duduk dengan durasi 15 jam sehari.

Untuk menghindarinya, usahakan untuk berolahraga setidaknya 30 menit setiap hari.

Aktivitas sederhana seperti berjalan, jogging, atau bersepeda dapat membantu menjaga kesehatan otak dan mencegah penurunan fungsi kognitif seiring bertambahnya usia.

  1. Stres yang Tidak Terkelola

Stres berkepanjangan dapat memicu peningkatan hormon kortisol yang merusak sel-sel otak, mengakibatkan gangguan kognitif seperti penurunan daya ingat dan melambatnya kemampuan belajar.

Menurut riset Harvard Medical School, stres kronis tidak hanya menurunkan daya ingat tetapi juga menghambat otak dalam memproses informasi dan membuat keputusan yang baik.

Untuk menghindarinya, latih teknik relaksasi seperti meditasi, yoga, atau pernapasan dalam guna mengelola stres.

Berolahraga juga terbukti membantu mengurangi stres dan menjaga stabilitas suasana hati, sehingga mendukung kesehatan otak secara keseluruhan.

 Baca Juga: 5 Rekomendasi Dinamo Terbaik untuk Kompetisi Tamiya Mini 4WD, Bikin Tamiya Melesat!

  1. Terlalu Banyak Waktu dengan Gadget

Penggunaan gadget yang semakin tidak terkendali saat ini membawa dampak signifikan terhadap interaksi sosial dan fungsi otak.

Terlalu lama menatap layar gadget dapat mengurangi interaksi sosial, yang penting untuk kesehatan mental dan fungsi kognitif.

Berkurangnya interaksi langsung dengan orang lain diketahui meningkatkan risiko penurunan kognitif, mengganggu keseimbangan emosi, dan berdampak negatif pada kesehatan mental.

Selain itu, paparan layar yang terlalu lama sering kali menyebabkan gangguan tidur serta mata lelah, yang bisa berujung pada penurunan kemampuan otak secara keseluruhan.

 Baca Juga: Stop Pakai Minyak Jelantah! 11 Alasan Mengapa Anda Harus Menghindarinya

Data dari International Telecommunication Union (ITU) menunjukkan bahwa 78 persen penduduk dunia berusia di atas 10 tahun kini memiliki gadget.

Penelitian dalam International Journal of Mental Health and Addiction (2019) mengungkapkan bahwa paparan layar berlebih dapat menyebabkan penipisan korteks serebral, lapisan terluar otak yang bertanggung jawab dalam proses memori, pengambilan keputusan, dan pemecahan masalah.

Selain itu, mengelola stres dan membatasi waktu penggunaan gadget juga membantu menjaga kesehatan otak dalam jangka panjang.

Dengan menghindari kebiasaan-kebiasaan di atas, Anda dapat menjaga kesehatan otak dan memperpanjang fungsinya seiring bertambahnya usia. (*)

 

Dapatkan info dan berita update lain dari Kaltim Post. Gabung/join dengan klik >> Whatsapp Channel 

 

Editor : Dwi Puspitarini
#penurunan fungsi otak #demensia #alzheimer #kesehatan otak #kebiasaan buruk #gaya hidup sehat #fungsi otak #otak sehat