Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Jangan Pernah Dilewatkan! 10 Manfaat Teh Hijau untuk Kesehatan

Uways Alqadrie • Selasa, 10 Desember 2024 | 13:33 WIB
Ilustrasi istimewa
Ilustrasi istimewa

KALTIMPOST.ID, Teh hijau, sumber antioksidan dan kafein, memiliki beberapa manfaat. Penelitian telah menemukan bahwa manfaat kesehatan dari teh hijau dapat meliputi mengurangi kecemasan dan stres, meningkatkan daya ingat, serta mengurangi tekanan darah tinggi dan kolesterol.

Antioksidan dalam teh hijau mungkin menawarkan manfaat, seperti melindungi kesehatan tulang, otak, dan jantung Anda. Ada beberapa jenis teh hijau , termasuk minuman, suplemen makanan, dan bahkan salep topikal.

Berikut manfaat dasar teh hijau untuk kesehatan: 

1. Meredakan Kecemasan dan Stres

Teh mengandung asam amino yang disebut L-theanine , yang meredakan kecemasan dan stres , serta membantu Anda rileks.

Teh hijau memiliki salah satu konsentrasi L-theanine tertinggi dibandingkan dengan teh hitam, teh oolong, dan teh putih.

Penelitian telah menemukan bahwa suplementasi 200–400 miligram L-theanine setiap hari membantu mengurangi kecemasan dan stres.

Sebuah studi yang diterbitkan pada tahun 2019 menemukan bahwa orang yang mengonsumsi 200 miligram L-theanine sehari selama empat minggu mengalami perbaikan lebih besar dalam hal kecemasan, depresi, dan tidur dibandingkan mereka yang mengonsumsi plasebo.

Yang perlu diperhatikan: Jumlah L-theanine yang digunakan dalam penelitian ini jauh lebih banyak daripada yang ada dalam secangkir teh hijau, yaitu berkisar antara delapan hingga 30 miligram.

2. Membantu Melindungi Terhadap Penurunan Kognitif

Beberapa bukti menunjukkan bahwa minum teh hijau membantu melindungi terhadap penyakit neurodegeneratif tertentu, seperti Alzheimer dan Parkinson. Teh hijau memiliki konsentrasi antioksidan yang tinggi, yang dapat melindungi terhadap kerusakan sel yang meningkatkan risiko penyakit kronis.

Penurunan kemampuan kognitif merupakan salah satu gejala awal yang terlihat pada penyakit Alzheimer dan bentuk-bentuk demensia terkait. Penurunan kemampuan kognitif meliputi kejadian kebingungan dan kehilangan ingatan yang sering dan semakin parah.

3. Membantu Mendukung Kesehatan Tulang

Teh hijau dapat menurunkan risiko osteoporosis , penyakit tulang yang meningkatkan risiko patah tulang pinggul, tulang belakang, dan pergelangan tangan. Orang pascamenopause memiliki risiko osteoporosis tertinggi.

Beberapa bukti menunjukkan bahwa konsentrasi antioksidan yang tinggi dalam teh hijau dapat meningkatkan pembentukan tulang dan perlindungan terhadap pengeroposan massa tulang.

4. Meningkatkan Umur Panjang

Minum teh hijau dapat membantu mendukung hidup sehat dan panjang umur. Teh hijau merupakan sumber polifenol, atau senyawa tanaman yang bertindak sebagai antioksidan.

Penelitian telah menemukan bahwa polifenol memiliki efek anti-penuaan, seperti:

- Mengurangi peradangan

- Meminimalkan stres oksidatif, atau kerusakan sel yang disebabkan oleh zat berbahaya yang dapat meningkatkan risiko penyakit

- Mengurangi tanda-tanda penuaan

5. Menurunkan Kolesterol

Sebuah tinjauan yang diterbitkan pada tahun 2020 menemukan bahwa mengonsumsi teh hijau membantu menurunkan LDL ("jahat") dan kolesterol total.

Hampir dua dari lima orang dewasa di Amerika Serikat memiliki kadar kolesterol tinggi, yang meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.

6. Dapat Meningkatkan Daya Ingat

Penelitian telah menemukan bahwa kandungan L-theanine dalam teh hijau dapat meningkatkan daya ingat. Sebuah studi yang diterbitkan pada tahun 2014 menemukan bahwa ekstrak teh hijau meningkatkan daya ingat pada 12 relawan yang sehat.

Memori kerja adalah jenis memori jangka pendek yang diperlukan untuk fungsi kognitif seperti:

- Pemahaman

- Perencanaan

- Pemecahan masalah

- Pemikiran

Dalam studi tahun 2014, para peneliti memberi para relawan minuman berbahan dasar susu yang mengandung 27,5 miligram ekstrak teh hijau atau plasebo. Para relawan kemudian menyelesaikan tugas-tugas tertentu sementara MRI melacak aktivitas otak mereka. 

Mereka yang mengonsumsi ekstrak teh hijau mengalami peningkatan daya ingat kerja, konektivitas otak—seberapa baik berbagai area otak bekerja sama—dan kinerja tugas.

Penelitian ini menggunakan sampel pasien yang kecil, sehingga hasilnya belum pasti. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami bagaimana teh hijau memengaruhi daya ingat.

7. Dapat Mengelola dan Mencegah Diabetes Tipe 2

Teh hijau dapat mengelola dan mencegah diabetes tipe 2. Beberapa bukti menunjukkan bahwa antioksidan dalam teh hijau dapat mengurangi resistensi insulin.

Resistensi insulin menyebabkan sel-sel Anda kurang reseptif terhadap insulin daripada biasanya. Insulin adalah hormon yang membantu sel-sel Anda mengubah gula menjadi energi. Resistensi insulin merupakan faktor risiko utama untuk diabetes tipe 2 .

8. Dapat Menurunkan Risiko Stroke

Stroke merupakan salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan di kalangan orang dewasa di Amerika Serikat.

Penelitian telah menemukan bahwa minum teh hijau dapat menjadi salah satu cara untuk membantu mencegah risiko stroke.

Sebuah penelitian yang diterbitkan pada tahun 2023 menemukan bahwa mengonsumsi teh hijau dalam jumlah sedang, atau sekitar 17–34 ons, setiap hari dapat mengurangi risiko stroke setidaknya 21%.

Tidak jelas mengapa teh hijau menurunkan risiko stroke. Beberapa ahli menduga bahwa kebiasaan gaya hidup peminum teh hijau, seperti mengonsumsi makanan seimbang, dapat memengaruhi risiko stroke.

9. Mungkin Mendukung Penurunan Berat Badan

Beberapa bukti menunjukkan bahwa teh hijau dapat membantu Anda menurunkan berat badan . Teh hijau merupakan sumber katekin, antioksidan yang membantu memecah lemak.

Katekin dapat meningkatkan laju metabolisme Anda, yang membantu Anda membakar lebih banyak kalori, seperti saat berolahraga.

Sebagian besar penelitian yang ada hanya meneliti ekstrak teh hijau, bukan teh yang diseduh. Meski begitu, ekstrak teh hijau mungkin memiliki efek minimal terhadap penurunan berat badan.

Para ahli menyarankan untuk mengonsumsi makanan yang seimbang dan berolahraga secara teratur untuk membantu Anda menurunkan berat badan. Berat badan berlebih dapat meningkatkan risiko penyakit kronis seperti penyakit jantung dan diabetes tipe 2.

10. Menurunkan Tekanan Darah

Teh hijau dapat melindungi kesehatan jantung dengan menurunkan tekanan darah . Penelitian telah menemukan bahwa minum teh hijau dapat menurunkan tekanan darah secara signifikan, terutama pada orang dengan risiko tinggi penyakit jantung.

Tekanan darah tinggi merupakan salah satu penyebab utama penyakit jantung dan stroke karena tekanan darah tinggi merusak lapisan arteri, yang meningkatkan risiko penumpukan plak. Akibatnya, arteri menyempit, sehingga membatasi aliran darah ke jantung dan otak.

Penelitian telah menemukan bahwa teh hijau dapat menurunkan tekanan darah karena kandungan antioksidannya yang tinggi. Antioksidan tersebut membantu mengurangi peradangan dan melebarkan pembuluh darah, yang mendukung aliran darah yang sehat.

Nutrisi Teh Hijau

Delapan ons teh hijau yang diseduh mengandung nutrisi berikut:

Kalori: 2,37

Lemak: 0g

Natrium: 2,37 mg

Karbohidrat: 0g

Serat: 0g

Gula tambahan: 0g

Proteinnya: 0,52 gram

Teh hijau bukanlah sumber kalori atau nutrisi yang signifikan per cangkir. Namun, teh hijau mengandung berbagai antioksidan dan sejumlah kecil 27 mineral. Beberapa mineral dalam teh hijau meliputi:

Magnesium: Membantu mengontrol gula darah

Kalium: Membantu menjaga Anda tetap terhidrasi

Selenium : Mendukung sistem kekebalan tubuh Anda

Jumlah kecil mineral tersebut dapat bertambah, tergantung pada asupan teh hijau harian Anda.

Risiko Teh Hijau

Mengonsumsi hingga delapan cangkir teh hijau setiap hari masih aman. Satu cangkir teh hijau berukuran delapan ons mengandung 30–50 miligram kafein. Badan Pengawas Obat dan Makanan memperingatkan agar tidak mengonsumsi lebih dari 400 miligram kafein setiap hari. Beberapa orang m

ungkin lebih sensitif terhadap kafein dibandingkan yang lain.

Editor : Uways Alqadrie
#contoh #teh hijau #serangan stroke