Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Ibarat Bom Waktu, Sakit Kepala Bisa Jadi Tanda Bahaya: Kenali Aneurisma Otak, Ancaman Tanpa Gejala

Dwi Puspitarini • Rabu, 18 Desember 2024 | 07:43 WIB

 

Dokter sekaligus influencer Fajar Rudy Qimindra.
Dokter sekaligus influencer Fajar Rudy Qimindra.

 

 

KALTIMPOST.ID, Kabar duka menyelimuti dunia kedokteran dan media sosial. Dokter sekaligus influencer, dr Azmi Fadhlih, berpulang pada Senin, 16 Desember 2024, di Bali akibat pecahnya pembuluh darah di otak atau yang dikenal sebagai aneurisma otak.

Kepergiannya yang mendadak menjadi pengingat keras akan bahaya tersembunyi ini dan pentingnya deteksi dini.

Dr Azmi dikenal aktif mengedukasi masyarakat melalui media sosial, dengan puluhan ribu pengikut di Instagram dan TikTok.

 Baca Juga: Mau Irigasi Telinga Sendiri? Jangan! Prosedur Sederhana yang Bisa Berakibat Fatal jika Salah

Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kolega, dan para pengikutnya. Kabar duka ini dikonfirmasi oleh kakak iparnya, Lury Alex Noerdin.

Aneurisma otak adalah kondisi melemahnya dinding pembuluh darah di otak, membentuk benjolan mirip balon.

Sering kali tanpa gejala, aneurisma bisa pecah kapan saja, menyebabkan perdarahan otak yang berakibat fatal, seperti yang dialami dr Azmi.

 Baca Juga: Mengenal Vitiligo: Penyakit Kulit Bercak Putih yang Sering Disalahpahami, Benarkah Tidak Bisa Disembuhkan?

Pentingnya Deteksi Dini Aneurisma Otak

Menanggapi kasus ini, dr Fajar Rudy Qimindra SpN CIPS FIPP, seorang dokter spesialis saraf, melalui akun Instagramnya @doktersaraf_qimi, menekankan pentingnya deteksi dini aneurisma otak.

Ia menjelaskan bahwa aneurisma yang belum pecah umumnya tidak menimbulkan gejala.

Namun, ketika pecah, gejalanya bisa sangat berat dan berpotensi menyebabkan kematian mendadak.

"Masalah aneurisma di otak yang pada awalnya tidak ada gejala sama sekali. Ketika aneurisma belum pecah, tidak ada gejala. Ketika sudah pecah, maka gejalanya berat dan bisa langsung meninggal," ungkap dr Fajar.

Dr Fajar juga menganalogikan aneurisma otak sebagai "bom waktu" di dalam otak. "Ibarat menyimpan bom waktu dalam otak itu sewaktu-waktu bisa pecah," ujarnya. Oleh karena itu, deteksi dini sangat krusial.

 Baca Juga: Biduran Setiap Malam? Jangan Anggap Sepele, Biduran di Malam Hari Bisa Jadi Tanda Hal Serius

Siapa yang Berisiko dan Kapan Harus Skrining?

Dr Fajar merekomendasikan skrining atau pemeriksaan kesehatan otak bagi mereka yang memiliki faktor risiko tertentu, yaitu:

  1. Riwayat Keluarga: Jika ada dua atau lebih anggota keluarga yang pernah mengalami stroke perdarahan atau memiliki aneurisma.
  2. Penyakit Kista Ginjal Polikistik: Riwayat penyakit kista ginjal polikistik juga menjadi faktor risiko.
  3. Penyakit Pembuluh Darah Aorta di Dada: Riwayat penyakit pembuluh darah aorta di dada juga perlu diwaspadai.

Pemeriksaan yang direkomendasikan antara lain CT scan kepala dengan CTA (CT Angiography) atau MRI kepala dengan MRA (MR Angiography).

Golden standard-nya adalah DSA (Digital Subtraction Angiography) atau Angiografi Otak.

 Baca Juga: Jangan Abaikan! Ini Daftar Makanan yang Dapat Merusak Fungsi Ginjal secara Perlahan

Opsi Pengobatan Aneurisma Otak

Jika aneurisma terdeteksi, ada dua pilihan pengobatan yang tersedia, yaitu:

  1. Coiling: Prosedur minimal invasif dengan memasukkan koil kawat ke dalam benjolan aneurisma untuk mencegah pecah.
  2. Clipping: Operasi bedah untuk memasang klip di leher aneurisma, menghentikan aliran darah ke benjolan.

"Dokter akan berkolaborasi mana yang terbaik untuk aneurisma otak," jelas dr Fajar.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk tidak takut memeriksakan kesehatan otak ke dokter saraf. "Jadi jangan takut untuk cek otak ke dokter saraf,” tegasnya.

 Baca Juga: Mulai dari Sekarang! Cara Mencegah Osteoporosis agar Tulang Tetap Kuat hingga Tua

Kepergian dr Azmi Fadhlih menjadi pelajaran berharga bagi kita semua. Aneurisma otak adalah ancaman serius yang bisa menyerang siapa saja, tanpa pandang usia.

Deteksi dini dan penanganan yang tepat sangat penting untuk mencegah kejadian yang lebih tragis.

Mari tingkatkan kesadaran akan kesehatan otak dan jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter saraf jika memiliki faktor risiko atau keluhan yang mencurigakan. (*)

Editor : Dwi Puspitarini
#gejala aneurisma #Dr Fajar Rudy Qimindra #dr Azmi Fadhlih #aneurisma otak #kesehatan otak #stroke perdarahan #deteksi dini #bom waktu #dokter saraf #sakit kepala