Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Ini Dia Dokter Jenius, Orang Terkaya di LA dan Penakluk Kanker Asal Afrika

Raden Roro Mira Budi Asih • Selasa, 18 Februari 2025 | 18:41 WIB
ILMUWAN: Patrick Soon-Shiong terkenal karena menemukan obat kanker Abraxane. Obat itu menjadi sangat populer berkat kemanjurannya melawan kanker paru-paru, payudara, dan pankreas.
ILMUWAN: Patrick Soon-Shiong terkenal karena menemukan obat kanker Abraxane. Obat itu menjadi sangat populer berkat kemanjurannya melawan kanker paru-paru, payudara, dan pankreas.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Dunia medis dan bisnis mengenal Patrick Soon-Shiong sebagai sosok yang luar biasa. Dia adalah seorang dokter medis yang terkenal akan kehebatan dan kepintarannya. Namun, juga seorang pengusaha, taipan farmasi, pemilik klub basket, bos surat kabar, sekaligus orang terkaya di Los Angeles (LA).

Dia juga dermawan, telah menandatangani Giving Pledge, janji miliarder untuk mendonasikan sebagian besar kekayaannya. Pria kelahiran 29 Juli 1952 itu terkenal menemukan obat kanker Abraxane. Obat itu menjadi sangat populer berkat kemanjurannya melawan kanker paru-paru, payudara, dan pankreas.

Selain itu, dia juga pendiri NantWorks, jaringan startup perawatan kesehatan, biotek, dan kecerdasan buatan. Soon-Shiong telah menerbitkan lebih dari 100 makalah ilmiah dan memiliki lebih dari 230 paten yang diterbitkan di seluruh dunia atas kemajuan yang mencakup berbagai bidang dalam teknologi dan kedokteran.

Masa Muda dan Pendidikan Gemilang

Soon-Shiong lahir di Port Elizabeth, Afrika Selatan, dari orang tua imigran China yang melarikan diri dari China selama pendudukan Jepang dalam Perang Dunia II. Ayahnya yang seorang ahli herbal membuatnya terdorong untuk turut menyembuhkan orang.

Oleh karena itu, Soon-Shiong lulus SMA usia 16 tahun dan langsung diterima di sekolah medis, Universitas Witwatersrand dan menerima gelar sarjana kedokteran (MBBCh) pada usia 23 tahun. Dia menyelesaikan magang medisnya di Rumah Sakit Umum Johannesburg.

Kemudian, dia belajar di University of British Columbia, di mana dia memperoleh gelar master pada 1979 dengan penghargaan penelitian dari American College of Surgeons, Royal College of Physicians and Surgeons of Canada, dan American Association of Academic Surgery.

Setelah itu, pindah ke Amerika Serikat dan memulai pelatihan bedah di University of California, Los Angeles (UCLA), dan menjadi ahli bedah bersertifikat pada 1984. Soon-Shiong adalah Anggota dari Royal College of Surgeons (Kanada) dan Anggota Kolese Ahli Bedah Amerika.

Karier Medis dan Inovasi yang Mengubah Dunia

Pada 1991, Soon-Shiong meninggalkan UCLA untuk memulai sebuah perusahaan bioteknologi diabetes dan kanker bernama VivoRx Inc. Hal ini menyebabkan pendirian APP Pharmaceuticals pada tahun 1997, di mana ia memegang 80 persen dari saham yang beredar dan dijual ke Fresenius SE seharga USD 4,6 miliar pada Juli 2008.

Dia mendirikan Abraxis BioScience, perusahaan pembuat obat Abraxane, yang dia temukan untuk mengobati kanker. Abraxane mengandung paklitaksel-zat yang sudah digunakan dalam kemoterapi-dan dibungkus protein untuk lebih efektif menargetkan tumor. Obat ini sukses besar karena ampuh melawan kanker pankreas. Soon-Shiong kemudian mendirikan Abraxis BioScience pada 2001 untuk memproduksi Abraxane.

Namun, perusahaan itu kemudian dia jual ke Celgene pada 2010 dalam kesepakatan tunai dan saham, senilai lebih dari USD 3 miliar.

Soon-Shiong kemudian mendirikan NantWorks pada September 2011, yang misinya adalah untuk menyatukan teknologi semikonduktor daya ultra-rendah, superkomputer, kinerja tinggi, jaringan canggih yang aman, dan kecerdasan tambahan untuk mengubah cara kita bekerja, bermain, dan hidup.

Pada Oktober 2012, Soon-Shiong mengumumkan bahwa sistem dan jaringan berbasis superkomputer NantHealth mampu menganalisis data genetik dari sampel tumor dalam 47 detik dan mentransfer data dalam 18 detik.

Pada Juli 2015, Soon-Shiong memprakarsai IPO untuk NantKwest yang mewakili IPO biotek dengan nilai tertinggi dalam sejarah, dengan nilai pasar USD 2,6 miliar. Pada bulan April 2016, Los Angeles Times melaporkan bahwa Soon-Shiong menerima paket pembayaran pada tahun 2015 dari NantKwest senilai hampir USD 148 juta, menjadikannya salah satu CEO dengan bayaran tertinggi. Soon-Shiong juga merupakan anggota Dewan Abad ke-21 Institut Berggruen.

Filantropi dan Kekayaan yang Menginspirasi

Setelahnya, Soon-Shiong aktif dalam kegiatan filantropi, mendonorkan dana ke universitas-universitas untuk penelitian dan pengembangan. Forbes memperkirakan kekayaan bersihnya mencapai USD 7,6 miliar (Rp108 triliun).

Meski sempat menjadi orang terkaya di Los Angeles, kekayaannya anjlok dalam beberapa tahun terakhir. Forbes mencatat, kekayaannya merosot dari USD 12,2 miliar (Rp 199 triliun) pada 2015 menjadi USD 6,2 miliar (Rp 101 triliun) pada 2024.

Soon-Shiong tak melupakan Afrika Selatan sebagai asal-usulnya. Pada September 2021, dia bekerja sama dengan Presiden Cyril Ramaphosa meluncurkan NantSA, bagian dari NantWorks-jaringan startup di bidang kesehatan, bioteknologi, dan kecerdasan buatan yang dipimpinnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#kanker paru paru #kanker #Orang jenius