KALTIMPOST.ID, Orang Indonesia dikenal doyan banget makanan pedas. Sensasi "terbakar" dari cabai justru bikin nagih.
Apalagi katanya makan pedas bisa bikin bahagia karena memicu hormon endorfin, hormon yang bikin hati adem dan semangat balik lagi.
Tapi, tahukah kamu kalau kebanyakan makan pedas ternyata bisa berdampak ke otak, bahkan bikin fungsi kognitif melemah?
Mengutip penelitian dari Michigan State University, zat pedas yang disebut capsaicin memang punya manfaat.
Baca Juga: Kebiasaan Ini Sering Dilakukan saat Lebaran, Tapi Ternyata Berisiko
Tapi, kalau kamu konsumsi lebih dari 50 gram cabai per hari, fungsi otak bisa menurun dua kali lebih cepat dibanding orang yang makan cabai lebih sedikit.
Kok bisa begitu?
Capsaicin bisa bikin iritasi di organ pencernaan. Kalau dikonsumsi terus-menerus dalam jumlah banyak, tubuh malah stres dan sistem kerja otak jadi terganggu.
Gak heran kalau kamu pernah merasa pusing, mual, atau gak fokus setelah makan terlalu pedas.
Baca Juga: Masih Punya Utang Puasa Ramadan? Jangan Dulu Puasa Syawal sebelum Baca Ini
Seberapa Banyak Sih Boleh Makan Pedas?
Batas amannya? Para ahli menyarankan cukup maksimal tiga buah cabai segar per hari.
Jumlah ini cukup untuk menikmati sensasi pedas tanpa harus khawatir soal kesehatan. Tapi tentu saja, ini bisa berbeda-beda tergantung kondisi tubuh masing-masing.
Kalau kamu punya masalah lambung atau sering nyeri ulu hati, sebaiknya lebih hati-hati. Jangan sampai makanan favoritmu malah bikin kamu bolak-balik ke dokter.
Cara Aman Menikmati Makanan Pedas
Buat kamu yang baru mulai menyukai makanan pedas atau punya lambung sensitif, ada beberapa tips sederhana agar tetap bisa menikmati pedas tanpa menyiksa diri.
Pertama, mulai dari level kepedasan yang ringan. Jangan langsung menyerbu makanan super pedas kalau belum terbiasa, karena ini bisa memicu masalah pencernaan.
Naikkan level kepedasan secara bertahap agar tubuh bisa beradaptasi dengan baik.
Selain itu, hindari makan pedas saat perut kosong karena bisa menyebabkan iritasi lambung yang berujung perih hebat.
Untuk berjaga-jaga, siapkan madu atau gula sebagai penawar alami. Jika lidah atau mulut terasa seperti terbakar akibat pedas, madu atau gula dapat membantu menetralkan rasa dan membuat kamu lebih nyaman.
Jadi, dengan trik sederhana ini, menikmati makanan pedas tetap aman dan menyenangkan.
Baca Juga: Mau Irigasi Telinga Sendiri? Jangan! Prosedur Sederhana yang Bisa Berakibat Fatal jika Salah
Bahaya Makan Pedas secara Berlebihan
Makanan pedas memang menggugah selera, tapi jika dikonsumsi secara berlebihan bisa memicu berbagai gangguan kesehatan.
Beberapa efek samping yang sering muncul antara lain sakit perut mendadak, diare berkepanjangan, nyeri di bagian dada, muntah hebat, hingga sensasi terbakar di tenggorokan.
Ini adalah sinyal bahwa tubuh mulai tidak kuat menerima asupan cabai atau bahan pedas lainnya.
Jika kamu mengalami gejala-gejala tersebut secara berulang setelah makan pedas, sebaiknya jangan dianggap sepele.
Segera periksakan diri ke dokter karena bisa jadi itu tanda tubuh sedang memberi peringatan serius.
Konsumsi makanan pedas secara berlebihan bukan hanya mengganggu pencernaan, tapi juga bisa berdampak jangka panjang pada kesehatan jika tidak segera ditangani. ***
Editor : Dwi Puspitarini