Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Obat Herbal Langka dari Hutan Kalimantan Ini Masih Digunakan untuk Diabetes hingga Corona

Ari Arief • Rabu, 16 April 2025 | 14:29 WIB
RISET: Tim BRIN saat melakukan FGD bersama tokoh adat Paser dalam kaitan riset mendalam tentang tetumbuhan obat, mitos, tradisi lisan, dan etnomedisin komunitas adat Paser.
RISET: Tim BRIN saat melakukan FGD bersama tokoh adat Paser dalam kaitan riset mendalam tentang tetumbuhan obat, mitos, tradisi lisan, dan etnomedisin komunitas adat Paser.

KALTIMPOST.ID, Kesehatan adalah hak dasar manusia, dan masyarakat adat Paser di Kaltim, utamanya yang bermukim di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Paser dan Kota Balikpapan, memiliki cara unik untuk menjaganya secara turun-temurun.

Keterbatasan akses ke fasilitas kesehatan modern di daerah terpencil pada zamannya mendorong mereka untuk memanfaatkan kekayaan alam di sekitar mereka. Tumbuhan (flora) di sekitar rumah, kebun, ladang, dan hutan menjadi sumber utama obat herbal tradisional. Kearifan lokal ini masih tetap terjaga dan dijaga hingga kini.

Hal ini ternyata menarik perhatian tim dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Tim ini telah melakukan riset mendalam tentang tetumbuhan obat, mitos, tradisi lisan, dan pengobatan tradisional (etnomedisin) di komunitas adat Paser di wilayah Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

 Baca Juga: Ingin Konsultasi Kehamilan? Coba 6 Tips Mudah Memilih Dokter Obgyn yang Tepat, Jangan Asal Pilih

Diskusi kelompok terpumpun melalui forum grup discussion (FGD) diadakan di Rumah Adat Paser Kuta Rekan Tatau di Jl. Propinsi, Km 9, Kelurahan Nipahnipah, Kecamatan Penajam, PPU, untuk menggali lebih dalam pengetahuan lokal ini.

Paidah Riansyah, tokoh Lembaga Adat Paser (LAP) PPU telah mendokumentasikan secara khusus pengobatan khas tradisional etnis Paser itu dalam bentuk buku.

Dia bercita-cita untuk menerbitkan buku tersebut dan mengisi perpustakaan daerah, terutama agar pengobatan dengan menitikberatkan pada tanaman herbal itu tidak punah begitu saja.

Mengutip dari dokumen yang dikumpulkan Paidah Riansyah, bahwa masyarakat adat Paser telah lama memanfaatkan berbagai tumbuhan untuk mengobati berbagai penyakit.

 Baca Juga: Waspada! Diabetes saat Hamil Tingkatkan Risiko Autisme dan Gangguan Otak pada Anak: Studi Bongkar Fakta Mengejutkan

Berikut adalah beberapa contohnya, yaitu  Puli Roton Dikan (Obat Diabetes/Kencing Manis). Akar muda tanaman rumbia/sagu diolah dengan direbus untuk mengobati diabetes. Puli Kembong Otut (Obat Masuk Angin).

Caranya, daun serai direbus dan airnya diminum untuk mengatasi perut kembung. Puli Roton Suang (Obat Penyakit Dalam Tubuh).

Sulur tumbuhan bako raya direndam dan airnya diminum untuk mengobati penyakit dalam seperti buang air besar berdarah dan muntah darah.

 Baca Juga: Cabai Bisa Bikin Bahagia, Tapi kalau Kebablasan? Waspadai Efek Berbahaya Ini!

Puli Roton Mate Pucuk (Obat Impotensi/Lemah Syahwat), yaitu akar pinang muda, akar ilalang, akar pasak bumi, buah pinang muda, dan rumput putri malu diolah dengan cara direbus atau dikunyah untuk mengatasi impotensi dan lemah syahwat. Puli Roton Beningat Layong (Obat Malaria), yaitu akar pasak bumi direbus dan airnya diminum untuk mengobati malaria. Puli Roton Delanan (Obat Corona), yaitu akar tembelekar dan pucuk daun sungkai diolah dengan direbus untuk mengobati gangguan pernafasan akibat corona. ***

Editor : Dwi Puspitarini
#tanaman obat suku Paser #obat herbal langka Kalimantan #corona #ramuan tradisional diabetes