Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Tradisi Sembur Paser, Ilmu Penyembuhan Langka yang Diwariskan Lewat Napas dan Doa

Ari Arief • Rabu, 16 April 2025 | 15:20 WIB
SEMBUR: Prosesi ritual penyembuhan suatu penyakit dengan cara disembur oleh etnis Paser.
SEMBUR: Prosesi ritual penyembuhan suatu penyakit dengan cara disembur oleh etnis Paser.

KALTIMPOST.ID, Pengobatan yang bertumpu pada kearifan lokal etnis Paser di Kalimantan Timur saat ini dihadapkan pada berbagai tantangan yang signifikan.

Deforestasi dan perubahan iklim telah mengancam kepunahan hutan-hutan yang menjadi sumber obat-obatan tradisional.

Di sisi lain, minat generasi muda etnis Paser dalam mempelajari praktik pengobatan tradisional tersebut semakin menurun.     

Oleh karena itu, menjaga kearifan lokal etnis Paser merupakan tindakan yang sangat krusial.

Salah satunya upaya pendokumentasian praktik pengobatan secara tradisional telah dilakukan oleh tokoh adat Paser, Paidah Riansyah.

Ia telah melakukan dokumentasi pengetahuan, memberikan pendidikan kepada generasi muda, serta bersama-sama melindungi hutan merupakan beberapa langkah yang dapat dilakukan guna memastikan agar warisan berharga ini tetap lestari dan tidak tergerus oleh waktu.  

Berikut ini beberapa pengobatan tradisional yang telah dibukukan itu. Puli Rampa (Obat pilek/Flu) yaitu menggunakan daun sembung diperas dan airnya diminum untuk mengobati pilek atau flu.

Puli Roton Ketikang (Obat Penyakit Kulit), yaitu dengan menggunakan kulit kayu mersimpa direbus dengan minyak untuk mengobati korengan, akar tumbor digosokkan untuk mengobati kurap dan kudis, serta kulit kayu temba' dioleskan dengan minyak tanah untuk mengobati kurap dan kudis.

Kemudian, Obat Penyakit Urat/Keseleo. Campuran beras menir, umbi karukapo, umbut teberau, umbut perupuk, topus tonggang, akar bujok datu, mata tunas tebutete, kulit pohon kemiri, buah kemiri, serai, kencur, dan umbut rotan awoi diolah menjadi bubuk untuk mengobati keseleo dan penyakit urat.

Pupur Kasai Wae (Bedak Pembersih Wajah), yaitu komposisinya menggunakan beras dan berbagai tumbuhan seperti rumput campur nyok, kelabat, kembang dilana, sargundri, karukapo, kunyit putih, kencur, pala, jambu klutuk, langsat, lelak, barung tuak, perangat, selasih, jintan hitam, bawang putih, bunga cabe, dan bunga padi diolah menjadi bedak untuk membersihkan, menghaluskan, dan mengencangkan kulit wajah.

Paidah Riansyah mengungkapkan, selain pengobatan herbal, masyarakat adat Paser juga memiliki tradisi pengobatan non-medis, seperti  Sembur Paser.

Ini, adalah teknik pengobatan dengan cara meniupkan doa atau mantra ke bagian tubuh yang sakit.

Kemudian, ritual pendeteksi penyakit (Ontas Wase dan Ontas Cupak). Ritual ini dilakukan untuk mendeteksi penyakit dan mencari penyebabnya.

Dikatakannya, bahwa kearifan lokal etnis Paser dalam pengobatan tradisional adalah warisan budaya yang berharga.

Pengetahuan ini tidak hanya membantu masyarakat Paser dalam menjaga kesehatan tetapi juga berpotensi untuk dikembangkan menjadi pengobatan alternatif yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

Menurut dia, riset yang dilakukan oleh BRIN adalah langkah penting dalam mendokumentasikan dan memahami kekayaan etnomedisin Indonesia. ***

Editor : Dwi Puspitarini
#sembur Paser #pengobatan alternatif #ritual penyembuhan Kalimantan #herbal kalimantan #pengobatan tradisional Paser