KALTIMPOST.ID, Bekerja di wilayah tambang atau proyek besar seperti Ibu Kota Nusantara (IKN) bukan tanpa risiko.
Di balik geliat pembangunan dan ekspansi investasi, tersembunyi potensi bahaya kesehatan serius yang kerap terjadi, tapi sering kali dianggap sepele.
Mayapada Hospital Nusantara, rumah sakit berstandar internasional yang baru diresmikan di Kalimantan Timur, mengungkapkan fakta mengejutkan soal kondisi darurat saat kecelakaan kerja yang banyak dialami pekerja tambang, teknisi, hingga para pelaku bisnis yang datang ke wilayah ini.
Salah satunya adalah kasus patah tulang dan cedera serius yang membutuhkan penanganan cepat.
Menurut dr. Yosua Adi Nugroho, SpOT, FICS, Dokter Spesialis Ortopedi di Mayapada Hospital Nusantara, kondisi seperti ini tak bisa dianggap enteng.
“Patah tulang bisa menyebabkan infeksi, kecacatan, bahkan kematian jika tidak ditangani segera. Apalagi kalau patahnya terbuka, tulang bisa terpapar lingkungan luar. Itu kondisi darurat yang harus dioperasi dalam 6–8 jam,” tegasnya.
Ia menjelaskan, gejala patah tulang bukan hanya nyeri atau bengkak, tapi juga perubahan bentuk yang jelas terlihat, misalnya bengkok atau memendek.
Dalam kondisi tertentu, kerusakan bisa menjalar hingga ke saraf dan pembuluh darah di sekitarnya.
Namun, cedera berat bukan hanya soal tulang. dr. Lahuda Adjinegoro, SpB, Dokter Spesialis Bedah Umum di rumah sakit yang sama, menyebutkan risiko lain yang lebih gawat, yaitu cedera pada perut akibat benturan atau tusukan.
“Jika perut kena benturan keras atau benda tajam, bisa saja hati, limpa, bahkan usus robek. Itu bisa menyebabkan perdarahan dalam jumlah besar dan bisa mengancam nyawa,” jelas dr. Lahuda.
Karena itu, Mayapada Hospital Nusantara menghadirkan layanan Trauma Emergency 24 jam yang dirancang untuk menangani kondisi gawat darurat akibat kecelakaan kerja, lalu lintas, dan cedera berat lainnya di wilayah Kalimantan Timur dan IKN.
Layanan ini tidak hanya mencakup penanganan medis langsung, tapi juga evakuasi darurat, perawatan intensif, hingga rehabilitasi oleh tim dokter lintas spesialisasi. Termasuk di dalamnya spesialis ortopedi, bedah umum, serta rehabilitasi medis.
Selain itu, masyarakat juga bisa mengakses bantuan darurat lewat fitur emergency call di aplikasi MyCare by Mayapada Hospital, yang terhubung langsung ke layanan trauma rumah sakit.
Aplikasi ini bahkan bisa memantau kesehatan pengguna sehari-hari, seperti jumlah langkah kaki, detak jantung, hingga indeks massa tubuh.
“Kami ingin memastikan siapa pun yang mengalami cedera berat, bisa langsung tertangani di jam-jam krusial. Setiap menit berharga,” kata dr. Yosua.
Dengan hadirnya fasilitas seperti ini, diharapkan tak ada lagi pekerja tambang, teknisi, hingga investor yang mengalami kecelakaan kerja dan menjadi korban karena keterlambatan penanganan medis.
Mayapada Hospital Nusantara membuka pintu luas untuk pasien umum, pemegang BPJS, maupun peserta asuransi.
Informasi lebih lanjut dan jadwal dokter tersedia di aplikasi MyCare, lengkap dengan fitur edukasi kesehatan dan reward point untuk diskon medical check-up. Baca selengkapnya Klik Di Sini. ***
Editor : Dwi Puspitarini