Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Vasektomi, Solusi KB Pria yang Makin Diminati, Simak Prosedur, Manfaat, Risikonya

Dwi Puspitarini • Kamis, 1 Mei 2025 | 10:13 WIB
Ilustrasi operasi vasektomi oleh dokter.
Ilustrasi operasi vasektomi oleh dokter.

KALTIMPOST.ID, Vasektomi kini semakin menjadi pilihan kontrasepsi bagi pria yang ingin mengambil peran aktif dalam keluarga berencana.

Prosedur ini menawarkan solusi permanen dan efektif untuk mencegah kehamilan tanpa mengganggu fungsi seksual.

Namun, apa sebenarnya vasektomi itu? Bagaimana prosedurnya, manfaat, serta risiko yang mungkin terjadi? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

 Baca Juga: Berapa Lama Waktu yang Diperlukan Wanita yang untuk Latihan Beban?

Apa Itu Vasektomi?

Vasektomi adalah prosedur medis yang dilakukan dengan cara memutus atau mengikat saluran sperma (vas deferens) yang menghubungkan testis ke penis.

Dengan saluran ini terputus, sperma tidak bisa keluar saat ejakulasi, sehingga mencegah terjadinya pembuahan sel telur.

Mengutip dari Liputan6.com, dr. Eggi Respati, SpU dari Eka Hospital Depok, mengatakan vasektomi adalah kontrasepsi mantap yang berarti setelah prosedur dilakukan, pria benar-benar tidak akan memiliki keturunan lagi kecuali dilakukan operasi penyambungan ulang yang lebih rumit dan tidak selalu berhasil.

 Baca Juga: Dari Patah Tulang hingga Luka Dalam, Begini Cara Mayapada Hospital Hadapi Darurat di Kalimantan Timur

Prosedur Vasektomi

Vasektomi biasanya dilakukan dengan anestesi lokal dan berlangsung singkat, sekitar 10-30 menit. Ada dua jenis metode yang umum:

Dokter membuat dua sayatan kecil di skrotum untuk mengakses vas deferens, kemudian memotong dan menutup ujungnya. Sayatan dijahit dengan benang yang larut sendiri dalam seminggu.

Metode ini menggunakan lubang kecil untuk menjepit dan memotong vas deferens tanpa sayatan besar, sehingga risiko komplikasi dan bekas luka lebih kecil.

Setelah prosedur, pasien dianjurkan untuk tidak berhubungan seks selama beberapa hari hingga rasa nyeri hilang.

Tes sperma dilakukan sekitar 12 minggu kemudian untuk memastikan air mani bebas sperma.

 Baca Juga: Mayapada Hospital Hadirkan Solusi Nyeri Punggung Tanpa Operasi Besar di Sekitar Wilayah IKN

Manfaat Vasektomi

Vasektomi memiliki sejumlah keunggulan yang membuatnya semakin diminati:

 Baca Juga: Sudah Daftar Haji tapi Bingung Kapan Berangkat? Ini Cara Mengeceknya

Risiko dan Efek Samping Vasektomi

Meski jarang, vasektomi tetap memiliki risiko dan efek samping yang perlu diperhatikan, antara lain:

Komplikasi yang jarang terjadi termasuk nyeri kronis, kista pada testis, atau hidrokele (penumpukan cairan di sekitar testis).

 Baca Juga: Kenapa Kamu Selalu Merasa Cemas setelah Main Medsos? Ini Penyebab yang Jarang Disadari

Jika mengalami demam tinggi, pembengkakan parah, atau nanah di area operasi, segera konsultasikan ke dokter.

Vasektomi dianggap permanen. Namun, jika pria ingin memiliki keturunan lagi, prosedur penyambungan ulang (vasovasostomi) bisa dilakukan, meski lebih rumit dan tidak selalu berhasil. Karena itu, penting untuk menjalani vasektomi dengan kesadaran penuh.

Seperti yang diingatkan dr. Eggi Respati, “Jangan sampai terlanjur melakukan vasektomi tapi tiba-tiba ingin kembali memiliki momongan. Bukan tidak bisa kembali, bisa, tapi prosedurnya akan lebih rumit.”

 Baca Juga: Manfaat Tak Terduga Air Rebusan Seledri: Lebih dari Sekadar Pelengkap Masakan

Banyak pria khawatir vasektomi akan memengaruhi performa seksual. Faktanya, prosedur ini tidak menurunkan kadar hormon testosteron atau mengganggu fungsi ereksi dan orgasme.

Beberapa pria bahkan melaporkan kepuasan seksual yang lebih baik setelah vasektomi karena tidak perlu khawatir tentang kehamilan.

 Baca Juga: Mengenal Vitiligo: Penyakit Kulit Bercak Putih yang Sering Disalahpahami, Benarkah Tidak Bisa Disembuhkan?

Di Indonesia, program vasektomi mulai digalakkan, salah satunya oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang memberikan insentif Rp 500 ribu bagi pria yang bersedia menjalani prosedur ini.

Program ini bertujuan mendorong peran pria dalam pengendalian kelahiran dan membantu tercapainya swasembada pangan melalui pengendalian jumlah penduduk. ***

Editor : Dwi Puspitarini
#kb pria #kontrasepsi permanen #risiko vasektomi #Risiko dan Efek Samping Vasektomi #Manfaat Vasektomi #vasektomi #kontrasepsi pria #prosedur vasektomi #metode vasektomi #Efek Samping Vasektomi