KALTIMPOST.ID, Vasektomi kini semakin menjadi pilihan kontrasepsi bagi pria yang ingin mengambil peran aktif dalam keluarga berencana.
Prosedur ini menawarkan solusi permanen dan efektif untuk mencegah kehamilan tanpa mengganggu fungsi seksual.
Namun, apa sebenarnya vasektomi itu? Bagaimana prosedurnya, manfaat, serta risiko yang mungkin terjadi? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Baca Juga: Berapa Lama Waktu yang Diperlukan Wanita yang untuk Latihan Beban?
Apa Itu Vasektomi?
Vasektomi adalah prosedur medis yang dilakukan dengan cara memutus atau mengikat saluran sperma (vas deferens) yang menghubungkan testis ke penis.
Dengan saluran ini terputus, sperma tidak bisa keluar saat ejakulasi, sehingga mencegah terjadinya pembuahan sel telur.
Mengutip dari Liputan6.com, dr. Eggi Respati, SpU dari Eka Hospital Depok, mengatakan vasektomi adalah kontrasepsi mantap yang berarti setelah prosedur dilakukan, pria benar-benar tidak akan memiliki keturunan lagi kecuali dilakukan operasi penyambungan ulang yang lebih rumit dan tidak selalu berhasil.
Prosedur Vasektomi
Vasektomi biasanya dilakukan dengan anestesi lokal dan berlangsung singkat, sekitar 10-30 menit. Ada dua jenis metode yang umum:
- Vasektomi Konvensional
Dokter membuat dua sayatan kecil di skrotum untuk mengakses vas deferens, kemudian memotong dan menutup ujungnya. Sayatan dijahit dengan benang yang larut sendiri dalam seminggu.
- Vasektomi Tanpa Sayatan
Metode ini menggunakan lubang kecil untuk menjepit dan memotong vas deferens tanpa sayatan besar, sehingga risiko komplikasi dan bekas luka lebih kecil.
Setelah prosedur, pasien dianjurkan untuk tidak berhubungan seks selama beberapa hari hingga rasa nyeri hilang.
Tes sperma dilakukan sekitar 12 minggu kemudian untuk memastikan air mani bebas sperma.
Baca Juga: Mayapada Hospital Hadirkan Solusi Nyeri Punggung Tanpa Operasi Besar di Sekitar Wilayah IKN
Manfaat Vasektomi
Vasektomi memiliki sejumlah keunggulan yang membuatnya semakin diminati:
- Efektif 99 persen: Vasektomi adalah salah satu metode kontrasepsi paling efektif dibandingkan kondom atau pil KB.
- Minim Efek Samping: Prosedur ini tidak memengaruhi hormon testosteron, sehingga tidak mengganggu libido, ereksi, atau kepuasan seksual.
- Prosedur Sederhana dan Cepat: Operasi berlangsung singkat dengan masa pemulihan yang relatif cepat.
- Biaya Lebih Terjangkau: Dibandingkan sterilisasi wanita atau penggunaan kontrasepsi jangka panjang, biaya vasektomi lebih murah.
Baca Juga: Sudah Daftar Haji tapi Bingung Kapan Berangkat? Ini Cara Mengeceknya
Risiko dan Efek Samping Vasektomi
Meski jarang, vasektomi tetap memiliki risiko dan efek samping yang perlu diperhatikan, antara lain:
- Perdarahan atau pembekuan darah di skrotum (hematoma)
- Infeksi pada area operasi
- Nyeri atau rasa tidak nyaman di testis
- Pembengkakan dan memar
- Granuloma sperma (peradangan akibat sperma bocor)
- Risiko gagal vasektomi yang menyebabkan kehamilan tetap mungkin terjadi
Komplikasi yang jarang terjadi termasuk nyeri kronis, kista pada testis, atau hidrokele (penumpukan cairan di sekitar testis).
Baca Juga: Kenapa Kamu Selalu Merasa Cemas setelah Main Medsos? Ini Penyebab yang Jarang Disadari
Jika mengalami demam tinggi, pembengkakan parah, atau nanah di area operasi, segera konsultasikan ke dokter.
Vasektomi dianggap permanen. Namun, jika pria ingin memiliki keturunan lagi, prosedur penyambungan ulang (vasovasostomi) bisa dilakukan, meski lebih rumit dan tidak selalu berhasil. Karena itu, penting untuk menjalani vasektomi dengan kesadaran penuh.
Seperti yang diingatkan dr. Eggi Respati, “Jangan sampai terlanjur melakukan vasektomi tapi tiba-tiba ingin kembali memiliki momongan. Bukan tidak bisa kembali, bisa, tapi prosedurnya akan lebih rumit.”
Baca Juga: Manfaat Tak Terduga Air Rebusan Seledri: Lebih dari Sekadar Pelengkap Masakan
Banyak pria khawatir vasektomi akan memengaruhi performa seksual. Faktanya, prosedur ini tidak menurunkan kadar hormon testosteron atau mengganggu fungsi ereksi dan orgasme.
Beberapa pria bahkan melaporkan kepuasan seksual yang lebih baik setelah vasektomi karena tidak perlu khawatir tentang kehamilan.
Di Indonesia, program vasektomi mulai digalakkan, salah satunya oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang memberikan insentif Rp 500 ribu bagi pria yang bersedia menjalani prosedur ini.
Program ini bertujuan mendorong peran pria dalam pengendalian kelahiran dan membantu tercapainya swasembada pangan melalui pengendalian jumlah penduduk. ***
Editor : Dwi Puspitarini