Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Diam-Diam Menumpuk Lemak Darah, Ini 7 Makanan yang Harus Dijauhi jika Tak Ingin Jantung Bermasalah

Dwi Puspitarini • Rabu, 7 Mei 2025 | 12:05 WIB

 

Ilustrasi gorengan.
Ilustrasi gorengan.

KALTIMPOST.ID, Tak ada yang lebih menggoda selain makanan lezat yang biasa tersaji di meja makan.

Apalagi jika itu makanan kesukaan sejak kecil, yang kerap dianggap “aman-aman saja”.

Namun, tanpa kita sadari, beberapa makanan harian justru menyimpan bahaya tersembunyi yang memicu lonjakan trigliserida (jenis lemak dalam darah yang erat kaitannya dengan risiko penyakit jantung serius).

Trigliserida tinggi tak datang tiba-tiba. Ia perlahan menumpuk dalam pembuluh darah akibat pola makan yang tidak seimbang terutama karena asupan lemak jenuh dan gula berlebih.

Jika dibiarkan, trigliserida dapat mempersempit bahkan menyumbat pembuluh darah, hingga memicu serangan jantung mendadak.

Dan yang paling mengejutkan, penyebabnya sering kali berasal dari makanan yang kelihatannya "biasa saja".

Nah, sebelum Anda kembali menyantap makanan favorit tanpa curiga, sebaiknya kenali dulu daftar makanan yang diam-diam bisa meningkatkan kadar trigliserida dalam darah.

Bukan berarti Anda tak boleh makan enak, tapi yuk mulai lebih bijak memilih, demi jantung dan tubuh yang lebih sehat. Berikut ulasan lengkapnya.

 Baca Juga: Tanaman Obat Pilihan untuk Gagal Ginjal Stadium Awal, Ada yang Tumbuh di Pekarangan Rumah!

  1. Nasi Putih

Nasi putih adalah makanan pokok banyak orang Indonesia, tapi siapa sangka nasi putih bisa meningkatkan kadar trigliserida dalam darah?

Kandungan kalori dan karbohidratnya yang tinggi membuat tubuh memproduksi lemak lebih banyak.

Bukan berarti Anda harus berhenti makan nasi. Cobalah mengurangi porsinya dan perbanyak lauk berserat seperti sayuran.

Ganti nasi putih dengan nasi merah, sorgum, atau quinoa agar tubuh tetap bertenaga tapi kadar lemak darah tetap terkendali.

  1. Buah Kalengan

Buah kalengan memang praktis dan rasanya manis menggoda. Tapi di balik kemasannya, terkandung gula tambahan dan sirup yang bisa jadi mimpi buruk bagi kadar trigliserida Anda.

Bahkan buah yang sebenarnya sehat pun bisa berubah jadi musuh jika sudah diawetkan.

Lebih baik pilih buah segar yang kaya serat seperti apel, jeruk, atau pepaya. Selain menyegarkan, buah segar membantu menurunkan lemak darah dan memberi efek kenyang lebih lama. Praktis tak selalu berarti sehat, jadi bijaklah memilih.

 Baca Juga: Sering Disepelekan, Padahal Bisa Jadi Ciri-Ciri Penyakit Ginjal Stadium Awal

  1. Gorengan

Siapa yang bisa menolak godaan tempe goreng, bakwan, atau tahu isi? Sayangnya, makanan ini sering digoreng dengan minyak kelapa atau mentega yang tinggi lemak jenuh. Kalau dikonsumsi terus-menerus, kadar trigliserida bisa melonjak drastis.

Jika ingin tetap menikmati gorengan, pilih minyak yang lebih sehat seperti minyak zaitun atau minyak kanola.

Atau lebih baik lagi, ubah cara masak jadi dipanggang atau dikukus. Rasanya tetap enak, efeknya lebih sehat untuk tubuh.

  1. Daging Merah

Daging merah seperti sapi dan kambing memang menggoda, apalagi saat disajikan hangat dengan nasi.

Tapi di balik kelezatannya, daging ini menyimpan kadar lemak jenuh tinggi yang bisa memperparah kadar trigliserida dalam tubuh.

Apalagi jika dikonsumsi secara berlebihan, risiko kolesterol tinggi pun ikut mengintai.

Untuk Anda yang masih ingin makan daging, pilihlah daging tanpa lemak dan konsumsilah maksimal 1–3 kali seminggu.

Lebih baik lagi jika Anda mengganti daging merah dengan ayam tanpa kulit atau protein nabati seperti tempe dan tahu.

Ingat, menjaga jantung bukan berarti menghilangkan kenikmatan makan, tapi cukup mengatur porsinya.

 Baca Juga: Sakit Liver Apakah Bisa Sembuh? Ini Fakta yang Perlu Anda Tahu

  1. Susu dan Olahan Susu Penuh Lemak

Keju leleh dan yoghurt creamy memang nikmat, tapi hati-hati produk susu penuh lemak mengandung lemak jenuh tinggi yang bisa mempercepat kenaikan trigliserida. Apalagi jika dikonsumsi setiap hari tanpa kontrol.

Untungnya, kini banyak pilihan susu yang lebih sehat seperti susu rendah lemak, susu skim, atau bahkan susu nabati dari kedelai dan almond.

Anda tetap bisa menikmati kelezatan susu tanpa harus mengorbankan kesehatan jantung.

  1. Roti, Kue, dan Camilan Manis

Roti putih, donat, dan kue tart memang nikmat, terutama saat sore hari ditemani teh.

Tapi awas, makanan ini kaya tepung halus dan gula yang bisa membuat metabolisme tubuh bekerja ekstra hingga memicu lonjakan trigliserida.

Kalau ingin tetap ngemil, pilih roti gandum utuh, biskuit tinggi serat, atau olahan dari tepung non-gluten dan rendah gula.

Menjaga trigliserida bukan berarti harus berhenti ngemil, tapi pintar-pintarlah memilih camilan yang lebih bersahabat dengan jantung.

  1. Makanan Cepat Saji

Burger, kentang goreng, ayam crispy, makanan ini memang praktis dan bikin ketagihan.

Tapi jangan tertipu. Sebagian besar fast food diolah dengan cara digoreng dalam minyak panas dan mengandung banyak garam serta gula tersembunyi.

Kombinasi ini menjadikannya musuh utama bagi kesehatan lemak darah.

 Baca Juga: Jangan Salah Pilih! Ini 8 Rekomendasi Makanan untuk Penderita Liver

Mengonsumsi makanan cepat saji secara rutin bisa meningkatkan lemak jenuh dan trigliserida dalam tubuh secara drastis.

Jika Anda ingin tetap makan praktis, cobalah masak sendiri di rumah dengan teknik yang lebih sehat seperti memanggang atau merebus, tanpa banyak garam dan minyak.

Makanan-makanan di atas memang sering hadir di meja makan atau camilan kita sehari-hari.

Namun jika tidak bijak dalam mengonsumsinya, tubuh bisa jadi korban diam-diam.

Mulailah lebih cermat memilih makanan untuk menjaga kadar trigliserida tetap stabil. Karena menjaga jantung tak harus mahal cukup dari dapur sendiri. ***

Editor : Dwi Puspitarini
#makanan pemicu lemak darah #makanan yang harus dihindari #makanan penambah lemak darah #Trigliserida