KALTIMPOST.ID, Bayangkan Anda sedang tidur nyenyak di malam hari. Tiba-tiba, rasa nyeri tajam di jempol kaki membuat Anda terbangun.
Rasanya seperti terbakar, bahkan seprai yang menutupi kaki terasa menyiksa. Ini bukan mimpi buruk, ini bisa jadi gejala awal asam urat.
Asam urat bukanlah penyakit langka. Faktanya, kondisi ini sudah memengaruhi sekitar 8,3 juta orang di Amerika Serikat, menurut data dari WebMD.
Meski sering dianggap sepele, serangan asam urat yang tak ditangani bisa menyebabkan kerusakan sendi permanen.
Asam urat adalah bentuk radang sendi yang terjadi saat kadar asam urat dalam darah terlalu tinggi.
Ketika jumlahnya melebihi ambang normal, kristal asam urat dapat menumpuk di persendian, menyebabkan nyeri dan peradangan.
Sendi di kaki, terutama jempol kaki, pergelangan kaki, dan lutut, menjadi lokasi favorit serangan ini.
Mengapa? Karena bagian tubuh ini paling sering terkena tekanan berat badan dan suhu yang lebih rendah, tempat ideal bagi kristal asam urat untuk mengendap.
Gejala Umum Asam Urat di Kaki
- Nyeri Sendi yang Tiba-Tiba dan Parah
Rasa nyeri akibat asam urat muncul secara mendadak, sering kali di malam hari. Jempol kaki adalah lokasi paling umum.
Nyeri ini biasanya sangat parah dalam 4–12 jam pertama dan membuat Anda sulit bergerak. Jika dibiarkan, serangan ini bisa kembali dan menyebar ke sendi lain.
- Rasa Tidak Nyaman yang Berkepanjangan
Setelah nyeri akut mereda, biasanya akan tersisa rasa ngilu dan tidak nyaman. Kondisi ini bisa berlangsung selama beberapa hari hingga minggu.
Bahkan pada kasus lanjutan, sendi bisa terasa nyeri meski tidak sedang diserang asam urat.
Baca Juga: Bisa Picu Stroke, Ini Ciri-Ciri Penyumbatan Pembuluh Darah di Otak, Jangan Sampai Terlambat!
- Pembengkakan dan Kemerahan di Sendi
Sendi yang terkena akan tampak membengkak, merah, hangat, dan terasa nyeri saat disentuh.
Kadang kulit di sekitar sendi tampak mengkilap, mirip seperti kulit yang terbakar matahari.
- Terbatasnya Gerakan Sendi
Semakin sering diserang, sendi akan menjadi kaku dan sulit digerakkan. Aktivitas sehari-hari seperti berjalan atau mengenakan sepatu bisa terasa menyiksa.
Kondisi ini bisa menyebabkan penurunan kualitas hidup secara signifikan.
- Munculnya Benjolan Kristal (Tophi)
Pada kasus kronis, kristal asam urat bisa membentuk benjolan keras yang disebut tophi.
Benjolan ini biasanya muncul di sekitar jari kaki atau pergelangan dan bisa menyebabkan deformitas permanen.
Baca Juga: Bukan Hanya Debu, 7 Makanan Ini Juga Bisa Bikin Asma Kambuh Lagi!
Siapa yang Rentan Terkena Asam Urat?
Menurut Mayo Clinic, asam urat lebih umum terjadi pada pria, terutama usia 30–50 tahun.
Namun, pada wanita, risiko meningkat setelah menopause. Faktor risiko lainnya meliputi:
- Riwayat keluarga
- Konsumsi makanan tinggi purin (jeroan, seafood, daging merah)
- Minuman beralkohol dan manis
- Obesitas
- Gagal ginjal
- Konsumsi obat diuretik
Sekitar 21% penduduk Amerika memiliki kadar asam urat tinggi (hiperurisemia), tapi hanya sebagian yang berkembang menjadi asam urat aktif.
Baca Juga: Jarang Sikat Gigi Bisa Picu Serangan Jantung? Ini Fakta Mengejutkannya!
Pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan. Berikut beberapa langkah sederhana untuk menghindari serangan asam urat:
- Perbanyak konsumsi air putih
- Kurangi makanan tinggi purin
- Jaga berat badan ideal
- Hindari alkohol dan minuman manis
- Olahraga ringan secara teratur
Jika Anda mengalami salah satu atau beberapa gejala di atas, terutama jika nyeri datang secara tiba-tiba dan tak kunjung reda, segera konsultasikan ke dokter. Tes darah dan pemeriksaan cairan sendi dapat membantu diagnosis.
Menunda pengobatan hanya akan memperparah kerusakan sendi. Pengobatan dini bisa mencegah komplikasi jangka panjang, seperti batu ginjal dan kerusakan sendi permanen.
Tubuh kita selalu memberi sinyal saat ada yang tidak beres. Rasa nyeri, bengkak, dan kaku pada kaki bukanlah hal normal jika muncul tanpa sebab jelas.
Kenali gejala asam urat sedini mungkin agar Anda bisa mengambil langkah pencegahan sebelum terlambat. ***
Editor : Dwi Puspitarini