KALTIMPOST.ID, Menurut data dari World Health Organization (WHO), lebih dari 262 juta orang di dunia menderita asma, dan sekitar 400.000 di antaranya meninggal setiap tahunnya.
Tragisnya, sebagian besar kasus ini sebenarnya bisa dicegah jika pasien mendapat diagnosis dan penanganan yang tepat sejak dini.
Meski asma dikenal luas sebagai penyakit saluran pernapasan, ternyata tidak semua orang memahami bahwa asma punya banyak jenis, dengan gejala yang sangat beragam.
Ada yang ringan dan muncul sesekali, tapi ada pula yang sangat agresif dan bisa menyebabkan gagal napas dalam hitungan menit.
Karena itu, penting bagi kita untuk mengenali jenis-jenis asma dan tanda-tanda awalnya.
Terutama bagi Anda yang memiliki riwayat keluarga dengan asma atau sering mengalami batuk berkepanjangan tanpa sebab jelas.
Apa Itu Asma?
Asma adalah kondisi kronis pada saluran pernapasan yang menyebabkan penyempitan dan peradangan.
Penderita asma biasanya mengalami gejala seperti sesak napas, batuk, suara napas berbunyi (wheezing), dan dada terasa berat.
Kondisi ini bisa dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari debu, udara dingin, hingga stres.
7 Jenis Asma dan Gejala Awalnya yang Sering Terabaikan
- Asma Alergi (Allergic Asthma)
Jenis ini paling umum. Dipicu oleh alergen seperti debu, bulu hewan, atau serbuk sari.
Gejalanya berupa batuk, pilek, dan sesak yang memburuk saat terpapar pemicu alergi.
- Asma Non-Alergi
Berbeda dari tipe pertama, asma ini tidak dipicu oleh alergen. Biasanya berkaitan dengan polusi, virus, atau udara dingin.
Gejalanya berupa sesak napas tanpa gejala alergi lain, bisa datang tiba-tiba.
- Asma Malam Hari (Nocturnal Asthma)
Gejala muncul atau memburuk saat malam, sering membuat penderita terbangun karena sulit bernapas. Gejalanya berupa batuk kering dan sesak di malam hari.
Baca Juga: Jangan Sampai Salah! Berikut Daftar Makanan yang Menyebabkan Asam Urat
- Asma akibat Olahraga (Exercise-Induced Asthma)
Exercise-Induced Bronchoconstriction (EIB) adalah kondisi di mana saluran napas menyempit akibat aktivitas fisik, terutama pada penderita asma, dan bukan karena olahraga itu sendiri.
Gejalanya seperti sesak napas, batuk, dada terasa berat, dan mengi. Umumnya muncul 5 hingga 20 menit setelah mulai berolahraga dan dapat berlangsung hingga setengah jam, sehingga penting bagi penderita asma untuk mengenali dan mengantisipasinya sebelum beraktivitas fisik.
- Asma Kerja (Occupational Asthma)
Asma okupasional adalah jenis asma yang dipicu oleh paparan zat tertentu di lingkungan kerja, seperti debu kayu, bahan kimia, atau serbuk sari, dan umumnya muncul pada usia dewasa.
Gejalanya serupa dengan asma biasa, seperti sesak napas dan batuk, namun cenderung membaik saat penderita tidak berada di tempat kerja.
Kondisi ini sering dialami oleh mereka yang bekerja di sektor pertanian, industri kimia, atau pekerjaan dengan risiko paparan tinggi, sehingga penting untuk mengenali pemicunya dan mengambil langkah pencegahan di lingkungan kerja.
Baca Juga: Buah Kecil Berwarna Merah Ini Diam-Diam Mampu Cegah Infeksi Saluran Kemih
- Asma Eosinofilik
Jenis langka namun berat. Asma eosinofilik merupakan varian asma yang disebabkan oleh tingginya kadar eosinofil (sel darah putih yang memicu peradangan) di saluran napas, dan biasanya dideteksi melalui tes darah atau dahak.
Gejalanya menyerupai asma alergi, seperti batuk, sesak napas, dan dada terasa berat.
Karena setiap penderita memiliki kondisi yang unik, penting untuk berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan diagnosis serta penanganan yang tepat guna mengendalikan gejala dan mencegah perburukan.
- Asma Kronis Berat (Severe Persistent Asthma)
Asma berat, atau asma yang sulit dikendalikan, adalah kondisi kronis yang tetap menimbulkan gejala parah meski penderita sudah menjalani pengobatan standar.
Kondisi ini sering menyebabkan serangan berulang dan memburuknya kualitas hidup, sehingga memerlukan penanganan medis yang lebih intensif dan personal agar gejalanya dapat diredam secara efektif.
Baca Juga: Bisa Picu Stroke, Ini Ciri-Ciri Penyumbatan Pembuluh Darah di Otak, Jangan Sampai Terlambat!
Gejala Umum Asma yang Sering Diabaikan
- Napas berbunyi (wheezing), terutama saat malam
- Sesak napas tiba-tiba saat cuaca dingin atau berolahraga
- Batuk berkepanjangan tanpa sebab jelas
- Merasa lelah dan sulit bernapas saat bangun tidur
Tips Pencegahan dan Penanganan Dasar
- Catat dan hindari hal-hal yang memicu gejala.
- Gunakan inhaler sesuai anjuran dokter.
- Rutin kontrol ke dokter paru, terutama jika gejala sering kambuh.
- Jangan tunda pertolongan medis jika sesak memburuk.
Baca Juga: Bukan Hanya Debu, 7 Makanan Ini Juga Bisa Bikin Asma Kambuh Lagi!
Asma Tidak Bisa Disembuhkan, Tapi Bisa Dikendalikan
Hingga kini, belum ada obat yang benar-benar menyembuhkan asma. Tapi kabar baiknya, asma bisa dikendalikan dengan gaya hidup sehat dan pengobatan rutin.
Kuncinya adalah mengenali gejala sejak awal dan tidak mengabaikannya.
Jika Anda atau keluarga menunjukkan tanda-tanda seperti batuk malam hari atau sesak setelah olahraga, segera konsultasikan ke dokter.
Jangan tunggu hingga terlambat. Hidup berkualitas dimulai dari napas yang bebas. ***
Editor : Dwi Puspitarini