Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Nomor Tiga Paling Sering Dilakukan! Ini Enam Kebiasaan Pemicu Asam Lambung Naik

Uways Alqadrie • Jumat, 25 Juli 2025 | 10:08 WIB

Foto ilustrasi
Foto ilustrasi
KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Gangguan pencernaan seperti asam lambung naik bisa menyerang siapa saja, terutama jika gaya hidup sehari-hari kurang diperhatikan. 

Tak hanya soal makanan pedas atau asam, beberapa kebiasaan ringan setelah makan justru jadi pemicu utama naiknya asam lambung tanpa disadari.

Bagi penderita GERD (Gastroesophageal Reflux Disease), kebiasaan-kebiasaan ini bisa memperparah gejala seperti nyeri ulu hati, mual, dan sensasi terbakar di dada. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui apa saja rutinitas setelah makan yang sebaiknya dihindari agar lambung tetap sehat.

1. Langsung Tidur atau Rebahan

Banyak orang merasa ngantuk setelah makan, terutama usai makan malam. Namun, langsung tidur atau rebahan dalam waktu kurang dari 2 jam setelah makan bisa memicu refluks asam. 

Posisi horizontal menyebabkan makanan dan asam lambung lebih mudah naik ke kerongkongan karena katup lambung tidak mendapat bantuan dari gravitasi.

Menurut Cleveland Clinic, berbaring setelah makan memperlambat proses pencernaan dan meningkatkan risiko heartburn. 

Jika merasa mengantuk, sebaiknya duduk tegak atau jalan santai selama 10–15 menit untuk membantu lambung bekerja optimal.

2. Merokok Setelah Makan

Merokok setelah makan adalah kebiasaan umum yang dianggap "menenangkan", padahal justru berbahaya bagi lambung. Nikotin dalam rokok memperlemah otot sfingter esofagus bagian bawah (LES), sehingga asam lambung mudah naik ke kerongkongan.

National Institute of Health (NIH) mencatat bahwa perokok dua kali lebih berisiko mengalami refluks asam dibanding non-perokok. Selain itu, merokok juga menghambat produksi air liur yang seharusnya membantu menetralisir asam lambung.

3. Minum Kopi atau Teh Kuat Setelah Makan

Kopi dan teh hitam memang menyegarkan, namun mengonsumsinya tepat setelah makan bisa menjadi bumerang. Kandungan kafein dan tanin dalam dua minuman ini dapat memicu produksi asam lambung berlebih sekaligus mengendurkan LES.

Studi dari jurnal Gastroenterology & Hepatology menunjukkan bahwa kopi, meski tanpa kafein, tetap berdampak pada tekanan otot lambung dan dapat menyebabkan iritasi mukosa lambung. 

Sementara teh, terutama yang diseduh pekat, juga berpotensi memperparah gejala GERD jika dikonsumsi tanpa jeda waktu setelah makan.

4. Langsung Berolahraga Berat

Berolahraga terlalu cepat setelah makan bisa menyebabkan tekanan di perut meningkat. Aktivitas seperti lari, angkat beban, atau gerakan melompat memaksa isi lambung terdorong ke atas. Bila ingin berolahraga, tunggu minimal 1–2 jam setelah makan.

5. Makan Terlalu Cepat Tanpa Mengunyah Tuntas

Kebiasaan makan cepat tanpa mengunyah dengan baik membuat makanan sulit dicerna, sehingga lambung bekerja lebih keras. Tekanan lambung yang meningkat dapat menyebabkan refluks.

6. Konsumsi Buah Asam atau Minuman Soda Setelah Makan

Meskipun terlihat sehat, buah-buahan asam seperti jeruk, nanas, atau lemon sebaiknya tidak langsung dikonsumsi setelah makan. Kandungan asamnya dapat memicu produksi asam lambung berlebih. Hal yang sama berlaku untuk minuman bersoda yang mengandung gas dan memperluas volume lambung.

Tips Agar Lambung Tetap Nyaman Setelah Makan

Beri jeda minimal 2 jam sebelum tidur

Hindari rokok dalam 1 jam setelah makan

Tunda kopi atau teh hingga 90 menit setelah makan

Lakukan jalan santai ringan, bukan olahraga berat

Hindari makanan asam atau soda sebagai pencuci mulut

 

Editor : Uways Alqadrie
#asam lambung naik ke jantung #sakit maag #asam lambung akut #kesehatan #GERD anxiety #Gerd dan gejala psikosomatis