Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Gen Z Wajib Tahu! Ini Batas Aman Konsumsi Matcha Setiap Hari

Alisha Indah Latifa • Selasa, 5 Agustus 2025 | 16:15 WIB

Segelas matcha latte dingin dengan lapisan hijau pekat yang menggoda, disajikan bersama chasen—alat tradisional Jepang untuk mengaduk matcha.  (Foto: Pinterest)
Segelas matcha latte dingin dengan lapisan hijau pekat yang menggoda, disajikan bersama chasen—alat tradisional Jepang untuk mengaduk matcha. (Foto: Pinterest)
KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Dalam beberapa tahun terakhir, matcha menjadi salah satu minuman yang digemari oleh generasi muda, terutama Gen Z. Warna hijaunya yang estetik, rasa yang lembut, serta citra “minuman sehat” membuat matcha latte mudah ditemukan di berbagai kafe dan lini minuman kekinian. 

Namun, muncul pertanyaan penting: apakah aman mengonsumsi matcha setiap hari? Apakah matcha benar-benar lebih sehat dari kopi?

Matcha adalah bubuk teh hijau yang berasal dari daun Camellia sinensis, sama seperti teh hijau biasa. Bedanya, matcha dibuat dari daun teh pilihan yang digiling halus, sehingga dikonsumsi secara utuh, bukan hanya diseduh. 

Hal ini membuat kandungan antioksidan matcha, terutama epigallocatechin gallate (EGCG), jauh lebih tinggi. EGCG dikenal memiliki sifat anti-inflamasi, mendukung kesehatan jantung, dan bahkan berpotensi membantu metabolisme tubuh.

Soal kandungan kafein, matcha memang mengandung kafein, namun dalam kadar yang umumnya lebih rendah dibandingkan kopi. Satu cangkir matcha (sekitar 1 gram bubuk) mengandung sekitar 70 mg kafein, sedangkan kopi bisa mengandung 95–120 mg per cangkir.

Namun, matcha juga mengandung L-theanine, senyawa yang membantu menenangkan otak dan menurunkan efek samping kafein seperti jantung berdebar atau gelisah. Kombinasi ini sering disebut memberikan efek “tenang tapi fokus”.

Menurut dr Tan Shot Yen, M Hum, dokter dan ahli gizi komunitas, konsumsi matcha murni tanpa tambahan gula atau krimer cenderung aman bahkan jika dikonsumsi setiap hari. 

“Yang perlu diwaspadai adalah ketika matcha diolah menjadi minuman manis, seperti matcha latte dengan sirup, susu kental manis, atau bubble. Kandungan gulanya bisa sangat tinggi dan justru menimbulkan risiko lain,” ujarnya dalam diskusi kesehatan yang dikutip dari Kompas.com.

Idealnya, konsumsi matcha cukup 1–2 cangkir per hari, terutama jika tidak dikombinasikan dengan kafein dari sumber lain. Disarankan untuk menghindari konsumsi matcha di malam hari agar tidak mengganggu kualitas tidur. 

Jika dikonsumsi dalam bentuk murni (misalnya hanya dengan air hangat atau susu nabati tanpa gula), matcha dapat menjadi pilihan yang baik sebagai pengganti kopi.

Jurnal dari Harvard T.H. Chan School of Public Health juga menyebutkan bahwa teh hijau, termasuk matcha, kaya akan polifenol yang mendukung kesehatan sel tubuh dan mengurangi risiko penyakit kronis jika dikonsumsi secara rutin dan dalam takaran wajar.

Matcha memang memiliki banyak manfaat kesehatan, terutama jika dikonsumsi dalam bentuk alami dan tidak berlebihan. 

Gen Z tetap bisa menikmati matcha setiap hari, asal paham takarannya dan bijak dalam memilih bentuk penyajiannya. 

Matcha bukan sekadar tren, tapi bisa menjadi bagian dari gaya hidup sehat—asal tidak dicampur berlebihan dengan gula dan krimer.

 

 

Editor : Uways Alqadrie
#manfaat matcha #pola hidup sehat #matcha #Gen Z #Matcha vs green tea