Pola ini diyakini mampu membantu menurunkan berat badan, menyeimbangkan kadar gula darah, hingga menjaga kesehatan jantung.
Apa Itu Intermittent Fasting?
Secara sederhana, intermittent fasting adalah pola makan yang mengatur periode makan dan puasa. Saat tubuh berpuasa, cadangan energi dari lemak akan digunakan lebih efisien, sekaligus memberi waktu bagi sistem pencernaan untuk beristirahat.
Meski begitu, setiap orang bisa merasakan efek yang berbeda. Oleh karena itu, penting memahami manfaat serta jenis-jenisnya:
Manfaat Intermittent Fasting untuk Kesehatan
Jika dilakukan secara konsisten, intermittent fasting dapat memberikan beberapa manfaat, di antaranya:
Membantu menurunkan berat badan: karena asupan kalori berkurang dan tubuh lebih banyak membakar lemak.
Mengontrol kadar gula darah: meningkatkan sensitivitas insulin dan mencegah lonjakan gula, khususnya pada orang berisiko diabetes tipe 2.
Menjaga kesehatan jantung: penelitian menunjukkan IF mampu menurunkan kolesterol jahat (LDL) serta tekanan darah.
Mendukung proses detoks alami: tubuh lebih optimal dalam memperbaiki sel dan membuang sisa metabolisme saat berpuasa.
Jenis-Jenis Intermittent Fasting
Beberapa pola intermittent fasting yang populer antara lain:
Metode 16/8: berpuasa 16 jam dan makan dalam 8 jam.
Metode 5:2: makan normal lima hari, lalu dua hari hanya 500–600 kalori.
Metode Eat-Stop-Eat: puasa penuh 24 jam sekali atau dua kali seminggu.
Metode Alternate-Day Fasting: bergantian antara hari puasa rendah kalori dan hari makan normal.
Artis Indonesia yang Sukses dengan Intermittent Fasting
Metode diet ini juga banyak dijalani para artis. Misalnya, Marshanda berhasil menurunkan berat badan hingga 17 kg dengan pola IF yang dipadukan olahraga dan meditasi.
Amanda Manopo menjalani puasa intermittent untuk menurunkan 14 kg dalam 8 bulan dengan mengatur jam makan serta membatasi makanan favoritnya.
Artis lain seperti Melaney Ricardo sukses memangkas 15 kg dengan jadwal makan 8 jam, sementara Tika Panggabean berhasil menurunkan hingga 25 kg.
Ada pula Kirana Larasati yang konsisten menjalani IF sejak 2019, serta Anya Geraldine dan Nagita Slavina yang menjaga pola makan sehat melalui metode ini.
Intermittent fasting bukan sekadar menunda waktu makan, tetapi sebuah pola hidup yang bisa memberikan banyak manfaat bila dilakukan dengan tepat. Meski begitu, metode ini tidak cocok untuk semua orang.
Jika memiliki kondisi medis tertentu, sebaiknya konsultasi dengan dokter terlebih dahulu agar program diet tetap aman dan sesuai kebutuhan tubuh.
Editor : Uways Alqadrie