Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Kekhawatiran Olahraga Malam, Benarkah Aktivitas Berat Memicu Serangan Jantung?

Ari Arief • Jumat, 3 Oktober 2025 | 18:06 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi
KALTIMPOST.ID, PENAJAM - Mencari waktu luang untuk berolahraga adalah tantangan bagi pekerja kantoran. Akibatnya, sore atau malam hari setelah jam kerja sering dipilih untuk beraktivitas fisik. 

Namun, pilihan waktu ini sering memunculkan kekhawatiran, terutama ketika muncul berita mengenai seseorang yang tiba-tiba mengalami masalah jantung, bahkan meninggal, saat sedang berolahraga.

Spesialis jantung dan pembuluh darah, dr Hasjim H, SpJP, memberikan penegasan. Ia menyatakan bahwa secara umum, aktivitas fisik yang berat tidak memiliki hubungan langsung dengan gangguan jantung.

Kasus kematian mendadak atau serangan jantung yang terjadi saat berolahraga, menurutnya, biasanya terkait dengan gangguan jantung yang sudah ada namun belum terdeteksi.

“Sebenarnya kalau kita bicara bahwa apakah olahraga berat erat kaitannya dengan sakit jantung atau serangan jantung, sebenarnya tidak,” jelas Hasjim di acara Heart to Heart Gathering di Siloam Hospitals Lippo Village, Tangerang, Banten, baru-baru ini.

Hasjim menambahkan bahwa banyak faktor risiko yang berhubungan dengan penyakit jantung 'tersembunyi'. Seseorang yang aktif berolahraga, misalnya, tidak serta-merta menjamin memiliki kesehatan kardiovaskular yang prima. 

Perlu dipertimbangkan gaya hidup lain yang mungkin meningkatkan risiko penyakit jantung, termasuk adanya faktor genetik yang berperan. “Tidak berarti seorang yang atletik, kolesterolnya bagus. Kita tidak tahu dia merokok atau tidak, darah tinggi atau tidak, kita tidak tahu,” katanya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan tentang potensi gangguan irama jantung. “Namun, jika ternyata kita tahu bahwa pasien tersebut tidak memiliki penyakit seperti itu, ada kemungkinan lain dengan gangguan genetik,” imbuh dr. Hasjim.

Gangguan tersebut dikenal sebagai aritmia. Ia menjelaskan bahwa pada penderita gangguan irama jantung, aktivitas fisik yang terlalu berat sangat sering memicu aritmia menjadi lebih parah (ganas). 

“Dan itu bisa menyebabkan kematian jantung, kematian mendadak juga,” katanya.

Kesimpulannya menurut dr. Hasjim, olahraga itu sendiri bukanlah penyebab utama, melainkan pemicu bagi kondisi jantung tersembunyi seperti aritmia atau penyakit lain yang diperburuk oleh gaya hidup dan faktor genetik.

Editor : Uways Alqadrie
#lari malam hari #olahraga malam hari #dokter spesialis jantung