Ia menyebut tak memiliki resep khusus, hanya disiplin menjalani pola hidup yang ia pegang selama puluhan tahun.
Di berbagai kesempatan, Mahathir menguraikan sejumlah prinsip sederhana yang ia terapkan. Berikut lima kebiasaan yang menurutnya membantu mempertahankan kesehatan hingga usia lanjut.
1. Berhenti makan sebelum kenyang
Dalam sebuah siniar “Coffee with Ryan”, Mahathir menuturkan kebiasaan unik: ia berhenti makan ketika makanan terasa terlalu lezat. Menurutnya, kenikmatan rasa bisa membuat orang makan berlebihan dan memicu masalah kesehatan.
Ia menyantap hampir semua jenis makanan, namun membatasi porsinya. “Meski enak, saya katakan pada diri sendiri: cukup,” ujarnya.
2. Menjaga tubuh dan pikiran tetap aktif
Mahathir masih rutin membaca, menulis, dan berdiskusi. Aktivitas fisik ringan seperti jalan kaki tetap dilakukan. Dalam sesi di International Wellness Expo, November 2024, ia mengatakan kunci kebugaran adalah menghargai waktu, tetap bergerak, dan terus belajar.
3. Tidur lebih awal tanpa berlebihan-lebihan
Ia mengakui kerap tidur sangat nyenyak saat penerbangan panjang. Namun dalam keseharian, ia memilih beranjak tidur lebih awal untuk memberi waktu istirahat pada tubuh.
Sebelum terlelap, ia biasanya membaca selama beberapa jam. Meski begitu, ia mengingatkan agar tidak tidur terlalu lama karena bisa menimbulkan gangguan kesehatan.
Baca Juga: 16 Jam Apartemen di Hongkong Dilalap Api: 44 Tewas Termasuk 2 WNI, 279 Penghuni Dalam Pencarian
4. Mengelola emosi
Mahathir menyebut kemarahan hanya memperberat kondisi fisik, termasuk tekanan darah. Ia melatih diri untuk tetap tenang ketika sesuatu tidak berjalan sesuai rencana. “Sulit awalnya, tapi lama-lama terbiasa,” katanya dalam wawancara dengan Medical Channel Asia.
5. Menumbuhkan toleransi dalam hubungan
Mahathir dan istrinya, Tun Siti Hasmah, telah menikah lebih dari 60 tahun. Ia mengatakan perbedaan karakter sempat muncul pertengkaran kecil, terutama karena kebiasaan waktu. Ia disiplin, sementara istrinya lebih santai. Seiring waktu, kata dia, toleransi menjadi kunci keharmonisan.
Editor : Uways Alqadrie