Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Ancaman Tersembunyi, 5 Makanan yang Mempercepat Penurunan Fungsi Ginjal

Ari Arief • Rabu, 17 Desember 2025 | 05:30 WIB

Ilustrasi sosis bakar
Ilustrasi sosis bakar

KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Meskipun sering bekerja tanpa menimbulkan keluhan, ginjal memegang peranan vital bagi tubuh. Organ ini bertanggung jawab menyaring darah, membuang limbah metabolisme, mengatur tekanan darah, serta menjaga keseimbangan mineral dan cairan tubuh.

Sayangnya, banyak individu baru menyadari betapa pentingnya ginjal setelah fungsinya terganggu. Salah satu faktor utama yang paling memengaruhi kesehatan ginjal dalam jangka panjang adalah pola makan sehari-hari.

Asupan makanan yang tinggi gula, garam, lemak jenuh, dan zat aditif tertentu dapat memaksa ginjal bekerja jauh lebih keras. Jika kebiasaan ini berlanjut terus-menerus, risiko terkena Penyakit Ginjal Kronis (PGK) akan meningkat tajam.

Baca Juga: Rahasia Umur Panjang, Saran Ahli Bedah Jantung tentang Buah Rendah Gula dan Kaya Polifenol

Meskipun PGK tidak dapat disembuhkan sepenuhnya, laju perkembangannya dapat diperlambat secara signifikan melalui modifikasi gaya hidup, terutama dari aspek diet. Melansir Times of India, berikut adalah lima jenis makanan yang terbukti dapat mempercepat penurunan fungsi ginjal jika dikonsumsi terlalu sering:

1. Camilan Ultra-Olahan (Keripik dan Chiki)

Makanan olahan, khususnya camilan kemasan seperti chiki dan keripik, berpotensi merusak ginjal karena kandungan lemak tidak sehat, bahan buatan, dan kadar garam yang sangat tinggi. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi makanan ultra-olahan (Ultra-Processed Food - UPF) secara langsung berkorelasi dengan perkembangan penyakit ginjal dan mempercepat penurunan kemampuan filtrasi ginjal.

Tingginya natrium dalam makanan ini tidak hanya membebani ginjal, tetapi juga meningkatkan tekanan darah, yang selanjutnya merusak pembuluh darah. Studi tahun 2022 melaporkan bahwa konsumsi makanan olahan meningkatkan risiko penyakit ginjal sebesar 24% mengganggu kesehatan usus, dan memicu penumpukan zat beracun yang harus dibuang oleh ginjal.

2. Produk Daging Olahan (Sosis, Nugget, dan Bacon)

Baca Juga: Waspada Kanker Usus Besar pada Usia Muda, Ancaman yang Meningkat pada Generasi Z dan Milenial

Ginjal menghadapi kesulitan saat harus memproses protein hewani dan lemak jenuh yang melimpah dalam daging merah dan produk olahan—termasuk sosis, nugget, bacon, dan irisan daging kemasan. Riset menunjukkan bahwa mengonsumsi protein hewani dalam jumlah besar dapat mempercepat penurunan fungsi ginjal dan meningkatkan risiko PGK.

Sebuah penelitian populasi besar menunjukkan bahwa individu yang mengonsumsi protein hewani paling banyak dari sumber daging olahan dan merah memiliki risiko lebih tinggi untuk menderita PGK dan gagal ginjal dalam jangka panjang. Solusi yang lebih baik adalah mengganti daging merah dengan sumber protein nabati seperti kacang-kacangan dan lentil dalam menu harian Anda.

3. Makanan dengan Kadar Garam (Natrium) Tinggi

Ginjal dapat mengalami kerusakan permanen akibat tingginya asupan garam, karena organ ini terpaksa menahan lebih banyak air, yang kemudian membebani kerjanya. Konsumsi natrium yang berlebihan adalah penyebab utama tekanan darah tinggi, yang merupakan faktor risiko penyakit ginjal nomor satu secara global.

Baca Juga: Air Mata Zaskia Mecca dan Helikopter Praz Teguh, Deretan Selebritas Rela Terobos Lumpur Bantu Korban Banjir Sumatra

Ginjal harus bekerja keras membuang kelebihan garam, yang menyebabkan kerusakan progresif pada strukturnya. Akibatnya, kemampuan filtrasi ginjal menurun, yang berujung pada gagal ginjal. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) melaporkan bahwa makanan olahan dan makanan take away dari restoran menyumbang 75% dari total konsumsi garam di Amerika Serikat, jauh lebih besar daripada garam yang digunakan saat memasak di rumah.

4. Minuman Manis dan Soda

Mengonsumsi soda secara teratur, baik yang menggunakan pemanis buatan maupun gula, terbukti memberikan dampak negatif pada fungsi ginjal. Kombinasi pemanis dan tingginya kandungan fosfat dalam minuman ini diyakini dapat mempercepat kerusakan ginjal.

Orang yang mengonsumsi dua gelas soda atau lebih setiap hari berisiko lebih tinggi terkena PGK. Ini disebabkan oleh perubahan gula darah dan tekanan darah yang tidak stabil, serta gangguan pada proses penyaringan limbah.

Baca Juga: Respons Cepat Instruksi Presiden, Satu Korporasi Pemicu Banjir Sumatra Resmi Disidik Polri

Selain itu, sifat asam dan berkarbonasi pada minuman soda dapat memicu dehidrasi dan pembentukan batu ginjal, menambah tekanan ekstra pada organ penyaring ini. Disarankan mengganti soda dengan air putih, jus buah murni (cold pressed) yang diencerkan, atau teh herbal.

5. Makanan dengan Tambahan Fosfor

Banyak makanan olahan mengandung fosfor berlebih yang ditambahkan sebagai zat aditif (tersembunyi). Ginjal dipaksa bekerja ekstra keras untuk membuang kelebihan fosfor yang masuk ke tubuh dari produk-produk seperti keju oles, daging olahan, soda, dan makanan panggang.

Paparan fosfor yang tinggi dalam jangka waktu lama akan mengurangi kemampuan ginjal untuk berfungsi optimal. Hal ini dapat menyebabkan ketidakseimbangan mineral, gangguan pada tulang, dan penyakit kardiovaskular. Penelitian menggarisbawahi pentingnya bagi penderita atau individu yang berisiko PGK untuk menghindari zat aditif fosfor dengan selalu memeriksa label makanan.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
#daging olahan #garam #minuman manis #ginjal #camilan