Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Strategi Menurunkan Kadar Gula pada Nasi, Mengapa Nasi Dingin Lebih Sehat?

Ari Arief • Minggu, 21 Desember 2025 | 08:00 WIB

Ilustrasi nasi putih
Ilustrasi nasi putih

KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Bagi masyarakat Asia, khususnya di Indonesia, nasi merupakan sumber karbohidrat utama yang sulit dipisahkan dari pola makan harian.

Namun, nasi putih memiliki tantangan tersendiri bagi kesehatan karena memiliki indeks glikemik (GI) yang tinggi. Hal ini menyebabkan karbohidrat dalam nasi putih sangat cepat diubah menjadi gula darah (glukosa) sesaat setelah dikonsumsi.

Sebuah riset dalam jurnal Diabetes Care (2020) bahkan menyebutkan bahwa kebiasaan mengonsumsi nasi putih dalam jumlah besar secara konsisten berkaitan dengan risiko diabetes yang lebih tinggi. Meski demikian, Anda tidak perlu sepenuhnya berhenti makan nasi, karena ada cara sederhana untuk memodifikasi kandungan gulanya.

Mengapa Tidak Disarankan Makan Nasi Panas?

Baca Juga: Lima Buah Rahasia Umur Panjang Ala Ahli Gizi Jepang, Fokus pada Apel, Sitrus, dan Kesemek

Kunci untuk mendapatkan nasi yang lebih sehat adalah dengan mendinginkannya terlebih dahulu. Mengonsumsi nasi yang baru matang dalam keadaan panas memberikan lonjakan gula darah yang lebih tajam dibandingkan nasi yang sudah didiamkan.

Berdasarkan studi dari Asia Pacific Journal of Clinical Nutrition, nasi yang didinginkan selama 24 jam kemudian dipanaskan kembali terbukti memicu respons gula darah yang jauh lebih rendah. Efek serupa juga bisa didapatkan meski Anda hanya mendiamkan nasi di suhu ruang selama beberapa waktu sebelum disantap.

Peran Pati Resisten dalam Nasi Dingin

Baca Juga: Rahasia Umur Panjang, Saran Ahli Bedah Jantung tentang Buah Rendah Gula dan Kaya Polifenol

Data dari PubMed Central menjelaskan fenomena ini melalui proses pembentukan pati resisten. Saat nasi dimasak lalu didinginkan, struktur patinya berubah menjadi lebih sulit dicerna oleh tubuh. Karena tidak mudah pecah menjadi glukosa, pati resisten ini membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil.

Hal ini menjadikan nasi yang telah didiamkan sebagai pilihan yang jauh lebih aman, terutama bagi penderita diabetes atau mereka yang sedang menjaga berat badan.

Bagaimana Jika Nasi Dingin Dipanaskan Kembali?

Anda mungkin bertanya-tanya apakah manfaatnya akan hilang jika nasi dipanaskan lagi. Secara ilmiah, meskipun memanaskan kembali nasi dingin sedikit meningkatkan angka indeks glikemiknya, nilainya tetap lebih rendah dibandingkan dengan nasi yang baru saja matang dari penanak nasi (rice cooker).(*)

Editor : Dwi Puspitarini
#dingin #glikemik #nasi putih #panas #gula