KALTIMPOST.ID, JAKARTA-Gula tambahan yang kerap bersembunyi di balik makanan olahan sejatinya perlu dibatasi. Berbeda dengan gula alami, jenis ini sengaja dibubuhkan hanya untuk mengejar rasa manis tanpa memberikan nutrisi penting.
Menurut pakar kesehatan Jessica Cording, RD, kebiasaan mengonsumsi gula berlebih tidak hanya berdampak pada angka timbangan, tetapi juga merusak keseimbangan mental dan fisik secara keseluruhan. Melansir dari Everyday Health, berikut adalah tanda-tanda yang sering muncul namun kerap tidak disadari.
Rasa Lapar yang Muncul Terus-Menerus
Pernahkah Anda merasa ingin terus mengemil meski baru saja makan? Gula mungkin penyebabnya. Gula tambahan memang memanjakan lidah, namun gagal memberikan sinyal kenyang pada perut.
Baca Juga: Bukan Hanya Telur, Inilah 12 Sumber Protein Tinggi untuk Tubuh Sehat
Tanpa adanya serat, protein, atau lemak sehat dalam makanan manis, tubuh akan memproses kalori dengan sangat cepat. Akibatnya, rasa lapar kembali muncul dalam waktu singkat dan memicu kebiasaan makan yang tidak terkontrol.
Perubahan Suasana Hati dan Mudah Marah
Kesehatan mental ternyata berkaitan erat dengan asupan gula. Konsumsi gula yang tinggi dapat memicu peradangan dalam tubuh yang berujung pada gejala depresi dan kecemasan. Lonjakan gula darah yang tiba-tiba, yang kemudian diikuti oleh penurunan drastis, sering kali membuat seseorang merasa lesu, gelisah, dan mudah tersinggung.
Kelelahan yang Luar Biasa
Meskipun gula dikenal sebagai sumber energi instan, efeknya hanya bertahan sesaat. Karena sifatnya yang sangat mudah dicerna, energi yang dihasilkan akan habis dalam waktu singkat (sekitar 30 menit). Hal ini membuat tubuh merasa lemas dan kehilangan tenaga tak lama setelah mengonsumsinya.
Baca Juga: Wajib Baca! 21 Jenis Penyakit dan Layanan Medis yang Tidak Dijamin BPJS Kesehatan Mulai 2026
Munculnya "Kecanduan" Rasa Manis
Gula bekerja seperti "obat" bagi otak dengan merangsang pelepasan dopamin atau hormon bahagia. Semakin sering Anda mengonsumsi gula, otak akan terus menagih sensasi menyenangkan tersebut. Inilah yang menciptakan lingkaran setan berupa keinginan (craving) makanan manis yang sulit dihentikan.
Gangguan Kualitas Tidur
Jika Anda sering mengalami insomnia atau tidur yang tidak nyenyak, cobalah periksa asupan gula Anda. Kadar glikemik yang tidak stabil akibat konsumsi gula berlebih dapat mengganggu regulasi alami tubuh dalam mengatur siklus istirahat. Hal ini mengakibatkan kualitas tidur menurun drastis bagi mereka yang mengonsumsinya secara kronis.(*)
Editor : Thomas Priyandoko