KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Hiperurisemia adalah sebuah kondisi medis yang ditandai dengan melonjaknya konsentrasi asam urat dalam darah hingga melampaui batas wajar. Jika dibiarkan, kondisi ini sering memicu nyeri sendi hebat yang menghambat produktivitas harian.
Guna mencegah lonjakan asam urat, penerapan pola makan sehat menjadi langkah krusial di samping konsumsi obat-obatan. Mengonsumsi sayuran tinggi serat diketahui secara efektif membantu menurunkan kadar asam urat di dalam tubuh secara alami.
Bagi Anda yang memiliki riwayat asam urat tinggi, berikut adalah beberapa jenis sayuran yang aman dan bermanfaat untuk dikonsumsi.
Baca Juga: Jangan Asal Ikut Tren, Pakar Ingatkan Suplemen Bukan Pengganti Makanan Sehat
Mentimun
Memiliki kadar air yang melimpah, mentimun berfungsi memicu proses detoksifikasi alami melalui urine. Melansir Times of India, mentimun tergolong bahan makanan rendah purin. Selain itu, kandungan flavonoid dan tanin di dalamnya berperan sebagai zat anti-inflamasi yang mampu meredakan peradangan serta nyeri pada persendian.
Tomat
Sayuran ini kaya akan likopen dan vitamin C yang bertindak sebagai antioksidan untuk melawan stres oksidatif. Efek alkalisasi (basa) pada tomat, ditambah dengan kandungan airnya yang tinggi, sangat membantu kinerja ginjal dalam membuang zat sisa dari dalam tubuh.
Baca Juga: Panduan Sehat Konsumsi Telur, Nutrisi Maksimal Tanpa Takut Kolesterol
Wortel
Wortel tidak hanya baik untuk mata, tetapi juga efektif membuang kelebihan asam urat berkat seratnya yang tinggi. Antioksidan dalam wortel membantu menyeimbangkan produksi enzim, sehingga fungsi ginjal tetap optimal dalam menyaring racun.
Brokoli
Berdasarkan data dari Healthline, brokoli merupakan sayuran rendah purin (sekitar 70 mg per 100 gram) sehingga sangat kecil kemungkinannya memicu serangan nyeri sendi. Kandungan vitamin C yang tinggi di dalamnya juga terbukti secara klinis mampu menekan risiko serangan asam urat berulang.
Sawi
Sayuran hijau seperti sawi sangat disarankan karena kaya akan serat. Mengutip laman Vinmec, serat pada sawi membantu menghambat penyerapan protein berlebih, yang pada gilirannya akan meminimalisir pembentukan asam urat dalam sistem metabolisme.(*)
Editor : Hernawati