KALTIMPOST.ID, JAKARTA-Keinginan untuk melenyapkan jerawat yang muncul tiba-tiba menjelang momen penting memang sangat besar.
Namun, jika jerawat tersebut tumbuh di area Triangle of Death atau segitiga kematian, wilayah yang meliputi pangkal hidung hingga ke sudut bibir atas, Anda harus ekstra waspada.
Dermatolog Dr. dr. I Gusti Nyoman Darmapura, SpDVE, menjelaskan bahwa wilayah ini memiliki keunikan anatomi yang sangat krusial.
Pembuluh darah di area ini memiliki jalur langsung menuju otak tanpa adanya sistem katup pembatas.
Baca Juga: Daftar 21 Penyakit yang Tak Ditanggung BPJS Kesehatan 2026, Sering Dikira Gratis
Aliran darah dua arah karena tidak memiliki katup, darah dapat mengalir bolak-balik. Hal ini memungkinkan bakteri dari infeksi permukaan kulit (seperti jerawat yang dipencet) masuk langsung ke pusat saraf pusat.
Akses ke Sinus Kavernosus yaitu infeksi bisa menyebar ke jaringan pembuluh darah besar di belakang rongga mata yang dikenal sebagai sinus kavernosus.
Risiko Medis yang Mengancam Nyawa
Memaksakan diri untuk memencet atau mengorek jerawat di area sensitif ini dengan tangan atau alat yang tidak steril dapat memicu komplikasi fatal, di antaranya meningitis, infeksi serius yang menyerang selaput otak.
Baca Juga: Dukung Program Prioritas Nasional, Ini yang Bakal Dilakukan Dinas Kesehatan Samarinda
Trombosis Sinus Kavernosus yaitu terjadinya penggumpalan darah di dalam otak yang berisiko menyebabkan stroke hingga hilangnya penglihatan secara permanen.
Risiko tertinggi jika infeksi menyebar secara sistemik dan tidak mendapatkan penanganan medis segera yaitu kematian.
Imbauan Pakar
Darma mengingatkan agar masyarakat tidak meremehkan masalah kulit di area segitiga wajah tersebut. Jika muncul bisul atau jerawat yang meradang, hindari melakukan tindakan mandiri yang berisiko.
"Sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter jika jerawat di area ini memerlukan penanganan khusus. Jangan pernah menganggap remeh infeksi di zona berbahaya ini," tegasnya.(*)
Editor : Almasrifah