Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Awas Bahaya Urine Tikus saat Banjir! Kenali Ciri Leptospirosis Sejak Dini

Ari Arief • Sabtu, 31 Januari 2026 | 04:00 WIB

PENYEBAB: Waspada urine tikus saat musim banjir karena bisa jadi penyebab leptospirosis.
PENYEBAB: Waspada urine tikus saat musim banjir karena bisa jadi penyebab leptospirosis.

KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Ancaman penyakit leptospirosis meningkat seiring tingginya curah hujan dan potensi banjir. Dokter umum dari RS Sari Asih Cipondoh Tangerang, dr. Putri Mutiara Sari, kepada wartawan, memperingatkan masyarakat agar tidak meremehkan gejala demam tinggi yang muncul tiba-tiba, terutama jika disertai nyeri otot, karena bisa berakibat fatal.

Leptospirosis adalah infeksi zoonosis yang berpindah dari hewan ke manusia. Bakteri Leptospira biasanya terbawa melalui urine tikus yang mencemari air atau tanah, terutama saat kondisi lingkungan basah atau banjir.

Diungkapkannya, beberapa tanda klinis yang perlu diwaspadai meliputi demam tinggi secara mendadak yang sering dibarengi menggigil, nyeri otot yang intens, khususnya pada area betis, punggung, dan pinggang, sakit kepala hebat dan kondisi mata yang memerah.

Baca Juga: Bahaya Tidur Tanpa Menghapus Maskara bagi Kesehatan Mata

Gejala-gejala ini umumnya mulai dirasakan penderita dalam waktu satu hingga dua minggu setelah terpapar bakteri. "Jika tidak segera mendapatkan pertolongan medis, penyakit ini sangat berisiko memicu komplikasi organ dalam yang membahayakan nyawa," jelas dr. Putri.

Langkah Pencegahan Lindungi Diri dari Air Banjir

Mengingat curah hujan diprediksi tetap tinggi hingga akhir Januari, dr. Putri membagikan tips praktis untuk menghindari penularan. Gunakan pelindung dengan memakai sepatu bot dan sarung tangan saat harus beraktivitas di area genangan air atau banjir.

Tutup luka dengan memastikan luka sekecil apa pun tertutup plester kedap air, sebab bakteri sangat mudah masuk melalui celah kulit yang terbuka.

Baca Juga: Panduan Operasi yang Ditanggung dan Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan

Higienitas pascabanjir dengan segera bersihkan tangan dan kaki menggunakan sabun setelah bersentuhan dengan air kotor. Basmi sarang tikus dengan menutup akses masuk tikus ke dalam rumah dan kelola sampah rumah tangga dengan rapi agar tidak mengundang hewan pengerat.

Meskipun kasus ringan terkadang bersifat self-limiting (dapat sembuh sendiri dengan perawatan suportif), dr. Putri menegaskan bahwa pemberian antibiotik yang tepat sejak dini sangat krusial untuk kasus yang lebih berat.

"Segera periksakan diri ke dokter jika merasa demam setelah kontak dengan air banjir. Diagnosis yang cepat adalah kunci utama untuk mencegah kerusakan organ lebih lanjut," tandasnya.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
#pinggang #Betis #punggung #nyeri otot #demam