Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Kenali 5 Sinyal Tubuh Saat Fungsi Ginjal Menurun, Jangan Tunggu Sampai Fatal

Ari Arief • Kamis, 12 Maret 2026 | 15:15 WIB

Ilustrasi ginjal.
Ilustrasi ginjal.

KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Ginjal memegang peranan vital sebagai sistem penyaringan alami tubuh. Perannya tak main-main: membersihkan darah dari racun sisa metabolisme dan menjaga keseimbangan cairan untuk kemudian dibuang melalui urine.

Namun, ketika performa organ ini menurun, tubuh akan terjebak dalam tumpukan limbah berbahaya. Dampaknya bisa fatal, mulai dari kelelahan kronis, pembengkakan anggota tubuh, hingga kegagalan fungsi organ lainnya.

Data nasional menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Hingga tahun 2023, penderita gagal ginjal di Indonesia menembus angka 1,5 juta jiwa dengan serapan biaya pengobatan mencapai Rp 2,92 triliun.

Angka ini diprediksi terus merangkak naik, termasuk peningkatan kasus pada pasien usia anak dan mereka yang harus bergantung pada prosedur cuci darah (hemodialisa).

Baca Juga: KPK Endus Aliran Dana Rutin ke Ketum PP Terkait Jasa Keamanan Tambang di Kukar

Mengenali gejala sejak dini adalah kunci utama pencegahan sebelum memasuki fase kronis. Melansir Times of India, berikut lima tanda tersembunyi penurunan fungsi ginjal yang sering kali diabaikan masyarakat:

Penurunan Fokus dan Energi yang Drastis

Sering merasa cepat lelah atau sulit berkonsentrasi? Waspadalah. Penurunan fungsi ginjal secara signifikan mengakibatkan penumpukan kotoran dalam darah. Kondisi ini memicu tubuh kekurangan energi. Yayasan Ginjal Nasional juga menyebutkan bahwa gangguan ginjal kerap memicu anemia, yang menjadi dalang utama munculnya rasa letih berkepanjangan.

Masalah Kulit Kering dan Gatal

Banyak yang mengira kulit gatal dan kering hanya masalah kelembapan atau penyakit kulit biasa. Padahal, ginjal bertugas menjaga keseimbangan mineral dan nutrisi dalam darah serta memproduksi sel darah merah. Jika keseimbangan ini rusak, kulit akan merespons melalui rasa gatal dan tekstur yang sangat kering.

Baca Juga: Jaga Sendi Tetap Sehat, Kenali Deretan Pantangan Makanan bagi Pengidap Asam Urat

Kualitas Tidur yang Buruk (Insomnia)

Jangan remehkan gangguan tidur. Saat ginjal gagal menyaring darah dengan optimal, racun tetap mengendap di dalam tubuh dan tidak terbuang bersama urine. Riset dalam jurnal Kidney Medicine (2022) mengonfirmasi bahwa penderita penyakit ginjal kronis stadium lanjut sangat rentan mengalami insomnia dan penurunan kualitas tidur.

Area Mata yang Membengkak

Mata sembab saat bangun tidur sering kali dianggap akibat kurang istirahat. Namun, jika bengkak ini menetap, itu bisa menjadi sinyal proteinuria. Artinya, ginjal "bocor" sehingga membuang protein dalam jumlah besar ke dalam urine, padahal seharusnya protein disimpan untuk kebutuhan tubuh.

Bengkak pada Pergelangan dan Telapak Kaki

Baca Juga: Anggaran Pendidikan 20% Disebut Tergerus Program MBG, KOSPI Layangkan Judicial Review ke MK

Kondisi ini dikenal dengan istilah medis edema. Penurunan fungsi ginjal memicu retensi atau penumpukan natrium (garam) di dalam tubuh. Cairan yang tidak terbuang akhirnya berkumpul di bagian ekstremitas bawah, yakni kaki dan pergelangan. Selain ginjal, gejala ini juga perlu diwaspadai sebagai tanda gangguan jantung atau hati.

Saran Medis:

Jika Anda merasakan salah satu atau kombinasi dari gejala di atas, segera lakukan konsultasi dengan tenaga medis. Diagnosis yang tepat di awal dapat memberikan peluang pemulihan yang jauh lebih besar dan mencegah kerusakan organ yang lebih parah.(*)

 

Editor : Hernawati
#Vital #hemodialisa #fungsi #ginjal