Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Sulit Tidur Tanpa TV Menyala? Ini Penjelasan Medis dan Psikologis yang Jarang Disadari

Ilmidza • Kamis, 30 April 2026 | 19:51 WIB
Ilustrasi tidur.
Ilustrasi tidur.

KALTIMPOST.ID,Bagi sebagian orang, tidur tanpa suara televisi terasa hampir mustahil. Kebiasaan ini sering dianggap sepele, padahal dalam dunia medis dan psikologis, kondisi tersebut bisa menjadi sinyal adanya gangguan tertentu pada tubuh maupun pikiran.

Banyak orang menyalakan TV sebagai “teman tidur” karena merasa lebih tenang dengan adanya suara latar. Hal ini biasanya terjadi ketika pikiran sulit berhenti bekerja, muncul rasa cemas, atau ada tekanan emosional yang belum terselesaikan. Suara TV seolah membantu mengalihkan perhatian hingga akhirnya tertidur.

Namun, kebiasaan ini ternyata bisa berdampak buruk pada kualitas tidur. Cahaya biru yang dipancarkan layar televisi dapat mengganggu produksi hormon melatonin, yaitu hormon yang berfungsi mengatur siklus tidur alami tubuh. Ketika produksi melatonin terganggu, tubuh akan kesulitan mencapai tidur yang benar-benar nyenyak.

Akibatnya, meskipun durasi tidur cukup, seseorang tetap bisa merasa lelah saat bangun. Kondisi ini menandakan bahwa tidur yang dialami tidak berkualitas atau tidak mencapai fase istirahat yang optimal.

Dari sisi medis, ada sejumlah faktor yang dapat memicu kebiasaan ini. Misalnya, ketidakseimbangan hormon dalam tubuh, gangguan pada kelenjar tiroid, hingga kondisi kelelahan kronis. Semua ini dapat memengaruhi energi dan ritme biologis seseorang, sehingga tubuh sulit beradaptasi dengan pola tidur yang sehat.

Sementara itu, dari sisi psikologis, kebiasaan tidur dengan TV menyala sering berkaitan dengan kecemasan, stres, atau rasa kesepian. Otak menjadi terbiasa dengan adanya stimulus eksternal, sehingga sulit untuk benar-benar rileks dalam kondisi hening.

Selain itu, kurangnya paparan cahaya alami di siang hari juga bisa memperburuk kondisi ini. Ritme sirkadian tubuh menjadi tidak seimbang, membuat otak kebingungan membedakan waktu aktif dan waktu istirahat.

Untuk mengatasi masalah ini, penting untuk mulai membangun kebiasaan tidur yang lebih sehat. Salah satunya dengan mengurangi penggunaan perangkat elektronik sebelum tidur dan menciptakan suasana kamar yang nyaman serta minim gangguan.

Jika dibiarkan terus-menerus, kebiasaan tidur dengan TV menyala bukan hanya mengganggu kualitas istirahat, tetapi juga dapat berdampak pada kesehatan secara keseluruhan. Karena itu, mengenali penyebabnya sejak dini menjadi langkah penting untuk mendapatkan tidur yang lebih berkualitas dan tubuh yang lebih segar setiap hari.

Editor : Ilmidza
#kesehatan #lifestyle