KALTIMPOST.ID, JAKARTA-Penurunan fungsi ginjal sering kali tidak disadari karena gejalanya yang samar dan kerap dianggap sebagai efek kelelahan biasa.
Padahal, selain melalui perubahan pada urine, tubuh sebenarnya memberikan sinyal darurat melalui anggota gerak bawah, khususnya bagian kaki.
Mengenali perubahan fisik pada kaki secara dini dapat menjadi kunci penting untuk mencegah kerusakan organ penyaring darah ini meluas.
Berikut adalah beberapa indikasi pada area kaki yang patut diwaspadai sebagai tanda penurunan fungsi ginjal:
1. Pembengkakan di Pergelangan dan Telapak Kaki
Baca Juga: Mengontrol Nafsu Makan di Hari Raya, Ini 5 Potensi Gangguan Kesehatan yang Mengintai saat Iduladha
Ketika ginjal tidak lagi mampu membuang kelebihan cairan dan natrium (garam) dari dalam tubuh, cairan tersebut akan menumpuk.
Menurut data National Kidney Foundation, kondisi penumpukan cairan ini dikenal secara medis sebagai edema.
Akibat gaya gravitasi, pembengkakan paling kentara biasanya muncul di area bawah seperti tungkai, pergelangan, dan telapak kaki.
2. Sensasi Gatal di Bawah Kulit
Penumpukan zat sisa metabolisme (limbah tubuh) dan ketidakseimbangan kadar mineral dalam darah memicu kondisi yang disebut uremic pruritus.
Pengidap gangguan ginjal sering mengeluhkan rasa gatal yang hebat dan terasa dalam di bawah kulit, terutama di area kaki, punggung, hingga lengan.
3. Kram Otot yang Intens
Ginjal memegang peran vital dalam menjaga keseimbangan elektrolit darah—seperti kalsium, kalium, dan fosfor—yang mengatur kerja saraf dan otot.
Saat fungsi organ ini terganggu, fluktuasi kadar elektrolit serta buruknya aliran darah kerap memicu kram otot yang menyakitkan pada kaki, baik di siang maupun malam hari.
4. Sering Kesemutan dan Mati Rasa
Baca Juga: Secangkir Kopi dan Suasana Hati, Benarkah Bisa Mengusir Depresi?
Melansir data Healthline, stadium gagal ginjal dapat memicu gangguan saraf periferal. Gejala yang kerap dirasakan pasien meliputi sensasi kesemutan, mati rasa (kebas), nyeri, hingga kedutan dan melemahnya massa otot kaki.
5. Perubahan Warna Kulit dan Kuku
Berdasarkan catatan American Academy of Dermatology Association, akumulasi racun dalam darah akibat ginjal yang gagal berfungsi bisa mengubah pigmen kulit kaki menjadi lebih gelap atau menghitam.
Selain kulit, kondisi kuku juga ikut berubah pada fase lanjut. Kuku bisa tampak pucat, muncul garis-garis putih melintang, atau terjadi kombinasi warna unik: bagian atas kuku memutih, sementara bagian bawahnya berwarna kecokelatan atau kemerahan.
Fase Awal Tanpa Gejala, Deteksi Dini Jadi Kunci
Meskipun gejala fisik di atas bisa menjadi petunjuk, masyarakat diminta tidak melakukan diagnosis mandiri. Pasalnya, pada fase awal, penyakit ginjal justru sering kali bersifat asimtomatik atau tidak menunjukkan gejala sama sekali.
Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Ginjal Hipertensi, dr Pringgodigdo Nugroho SpPD-KGH menjelaskan, pada stadium awal (tingkat 1 dan 2), penurunan fungsi ginjal umumnya hanya bisa diketahui lewat tes laboratorium. Pasien biasanya baru sadar dan berobat setelah kondisinya telanjur memasuki stadium lanjut.
Oleh sebab itu, dr Pringgodigdo sangat menyarankan masyarakat—khususnya yang memiliki faktor risiko seperti diabetes, hipertensi, atau riwayat keluarga—untuk melakukan deteksi dini secara berkala. Pemeriksaan yang diperlukan meliputi tes urinalisis (cek urine) dan kadar kreatinin serum darah.
Merujuk pada rekomendasi National Kidney Partners, kelompok masyarakat yang memiliki faktor risiko tinggi disarankan melakukan cek kesehatan rutin setiap 6 hingga 12 bulan sekali.
Langkah preventif ini terbukti efektif menunda atau bahkan mencegah pasien jatuh ke fase gagal ginjal permanen.(*)
Editor : Almasrifah