Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Gaya Hidup Salah Picu Kanker Payudara, Kaum Hawa di Kaltim Diimbau Rutin Skrining Medis

Ari Arief • Senin, 25 Mei 2026 | 16:55 WIB
Ilustrasi kanker payudara.(getty images)
Ilustrasi kanker payudara.(getty images)

 

KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Pola makan sehari-hari dan gaya hidup yang tidak sehat kini menjadi sorotan tajam sebagai pemicu utama meningkatnya risiko kanker, di samping faktor genetik dan lingkungan. Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Hematologi Onkologi, Dr. dr. Jeffry Beta Tenggara, Sp.PD-KHOM, mengungkapkan bahwa surplus kalori yang memicu obesitas serta konsumsi alkohol berlebihan terbukti signifikan meningkatkan risiko kanker payudara (breast cancer).

"Ada penelitian menunjukkan bahwa populasi wanita yang obesitas itu memiliki risiko terjadinya kanker lebih tinggi dibandingkan yang tidak obesitas," ujar dr. Jeffry di sela-sela agenda The 6th Siloam Oncology Summit di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Sabtu (23/5/2026).

Selain kegemukan, ia menambahkan bahwa konsumsi alkohol secara berlebihan turut mendongkrak kerentanan seorang wanita terhadap kanker mematikan ini. Meskipun faktor keturunan seperti mutasi gen BRCA juga bermain peran, kontrol terhadap berat badan dan gaya hidup menjadi tameng utama yang bisa diupayakan masyarakat.

Baca Juga: BPOM Rilis 22 Obat Tradisional Maut Mengandung Bahan Kimia, Warga Kaltim Diminta Waspada

Pentingnya Deteksi Dini: USG vs Mammografi

Mengingat kanker masih menjadi salah satu penyakit dengan angka kematian tertinggi di dunia, dr. Jeffry menekankan pentingnya pemeriksaan berkala, baik secara mandiri (SADARI) maupun klinis (SADANIS). Untuk pemeriksaan klinis, masyarakat tidak perlu khawatir karena fasilitas medis di berbagai daerah kini sudah semakin merata.

"USG dan mammografi ini sendiri itu alat yang tersedia sangat luas di seluruh Indonesia. Kota-kota kecil itu sekarang sudah punya alat USG dan mammografi ini," jelasnya.

Ia pun membagikan panduan kapan wanita harus memilih jenis pemeriksaan tersebut:

Baca Juga: Gerbong Mutasi Polres PPU Bergerak, Wakapolres, Kabag SDM, dan Kapolsek Babulu Berganti

Usia di Bawah 40 Tahun: Disarankan menggunakan pemeriksaan Ultrasonografi (USG) Payudara. Prosedur non-invasif ini memanfaatkan gelombang suara untuk menghasilkan gambar jaringan di dalam payudara secara aman.

Usia di Atas 40 Tahun: Disarankan menjalani Mammografi. Pemeriksaan ini menggunakan sinar-X dosis rendah yang sangat efektif mendeteksi kelainan atau benjolan sekecil apa pun pada jaringan payudara, bahkan yang belum terasa saat diraba. Langkah ini juga sangat direkomendasikan bagi mereka yang memiliki riwayat kanker payudara dalam garis keluarganya.

Melalui edukasi ini, masyarakat di Kalimantan Timur—khususnya kaum perempuan—diharapkan dapat lebih proaktif memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat tanpa harus menunggu munculnya gejala stadium lanjut.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
#kegemukan #kanker payudara #alkohol