KALTIMPOST.ID, Masih banyak orang yang menggunakan sikat gigi hingga bulu sikatnya mekar atau rusak.
Padahal, kebiasaan tersebut dapat mengurangi efektivitas membersihkan gigi sekaligus meningkatkan risiko penumpukan plak dan bakteri.
Lantas, kapan sebenarnya waktu ideal untuk mengganti sikat gigi?
Sejumlah organisasi kesehatan dunia, termasuk American Dental Association (ADA) dan Centers for Disease Control and Prevention (CDC) di Amerika Serikat sepakat, sikat gigi sebaiknya diganti secara berkala, bahkan sebelum kondisinya benar-benar rusak.
Idealnya Diganti Setiap 3–4 Bulan
Baca Juga: Lidah Gatal setelah Makan Nanas? Ternyata Ini Biang Keroknya, Simak Cara Mudah untuk Mengatasi
Berdasarkan rekomendasi American Dental Association (ADA), sikat gigi manual maupun kepala sikat pada sikat gigi elektrik sebaiknya diganti setiap tiga hingga empat bulan.
Penggantian perlu dilakukan lebih cepat apabila bulu sikat sudah tampak mekar, bengkok, atau aus.
Bulu sikat yang rusak tidak lagi mampu membersihkan plak secara optimal di permukaan gigi maupun sela-sela gigi.
ADA menjelaskan, efektivitas sikat gigi sangat bergantung pada kondisi bulunya. Semakin aus bulu sikat, semakin berkurang kemampuannya mengangkat plak yang menjadi penyebab gigi berlubang dan penyakit gusi.
Jangan Tunggu Sampai Bulu Sikat Mekar
Dokter gigi juga mengingatkan agar tidak menjadikan bulu sikat yang sudah "mekar" sebagai patokan utama untuk mengganti sikat gigi.
Pada sebagian orang yang menyikat gigi terlalu keras, bulu sikat bisa rusak hanya dalam waktu satu hingga dua bulan.
Sebaliknya, jika teknik menyikat gigi sudah benar, bulu sikat bisa tetap baik hingga mendekati batas tiga bulan.
Karena itu, selain mengikuti jadwal penggantian setiap tiga hingga empat bulan, masyarakat juga disarankan rutin memeriksa kondisi fisik sikat giginya.
Segera Ganti Setelah Sakit Flu atau Infeksi
Selain karena usia pemakaian, sikat gigi juga sebaiknya segera diganti setelah seseorang sembuh dari penyakit tertentu.
Terutama yang berkaitan dengan infeksi saluran pernapasan, seperti flu, radang tenggorokan, atau COVID-19.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), mengganti sikat gigi setelah sembuh merupakan langkah yang baik untuk menjaga kebersihan alat kebersihan mulut.
Meskipun risiko tertular kembali dari sikat gigi sendiri tergolong rendah apabila sikat telah dibersihkan dan disimpan dengan benar.
Jangan Menunggu Rusak Baru Diganti
Mengganti sikat gigi secara rutin merupakan langkah sederhana, tetapi memiliki dampak besar terhadap kesehatan gigi dan mulut.
Sikat gigi yang masih tampak utuh belum tentu bekerja secara optimal apabila telah digunakan melebihi masa pakainya. (*)
Editor : Almasrifah