KALTIMPOST.ID, Pikun sering dianggap sebagai bagian alami dari proses penuaan. Padahal, sering lupa hingga mengganggu aktivitas sehari-hari dapat menjadi tanda adanya penurunan fungsi otak.
Dalam dunia medis, pikun berkaitan dengan gangguan kognitif yang memengaruhi kemampuan mengingat, berpikir, mengambil keputusan, hingga berkomunikasi.
Lantas, apa itu pikun? Apa penyebab pikun? Dan apakah kondisi ini bisa dicegah?
Sejumlah penelitian menunjukkan, pola hidup sehat, termasuk pola makan, memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan otak dan menurunkan risiko penurunan daya ingat.
Pikun atau demensia adalah kondisi ketika fungsi otak mengalami penurunan sehingga memengaruhi daya ingat, kemampuan berpikir, dan perilaku seseorang.
Baca Juga: Jangan Tunggu Mekar! Kapan Waktu Ideal Mengganti Sikat Gigi? Ini Penjelasan Gamblang Dokter Gigi
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pikun adalah sindrom akibat berbagai penyakit yang menyebabkan kerusakan sel saraf otak. Kondisi ini bersifat progresif dan dapat memburuk secara perlahan seiring waktu.
WHO menegaskan bahwa demensia bukan bagian normal dari penuaan, meski risiko mengalaminya meningkat pada usia lanjut.
Penyebab Seseorang Mengalami Pikun
Pikun terjadi akibat perubahan biologis pada otak. Pada penderita Alzheimer, misalnya, terjadi penumpukan protein abnormal yang mengganggu komunikasi antar sel saraf.
Menurut National Institute on Aging (NIA), Alzheimer berkaitan dengan penumpukan protein beta-amiloid yang membentuk plak serta perubahan protein tau yang merusak struktur sel saraf.
Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan memori dan kemampuan berpikir.
Selain usia dan faktor genetik, risiko pikun juga dapat meningkat akibat tekanan darah tinggi, diabetes, kolesterol tinggi, kurang aktivitas fisik, merokok, pola makan tidak sehat, serta kurang tidur.
Berdasarkan laporan The Lancet Commission on Dementia Prevention, Intervention, and Care, perubahan gaya hidup sehat dapat membantu menurunkan risiko demensia.
Terutama dengan menjaga kesehatan pembuluh darah dan meningkatkan aktivitas fisik.
Baca Juga: Lidah Gatal setelah Makan Nanas? Ternyata Ini Biang Keroknya, Simak Cara Mudah untuk Mengatasi
Makanan Pencegah Pikun
Tidak ada makanan yang secara langsung dapat mencegah seseorang terkena pikun. Namun, penelitian menunjukkan pola makan tertentu dapat membantu menjaga fungsi otak.
Beberapa makanan yang baik untuk otak antara lain:
1. Ikan Berlemak
Salmon, sarden, dan tuna kaya akan omega-3, terutama DHA yang menjadi komponen penting dalam sel otak.
Menurut penelitian dalam jurnal Neurology, kadar omega-3 yang lebih tinggi berkaitan dengan proses penuaan otak yang lebih lambat. Omega-3 juga memiliki efek antiinflamasi yang membantu menjaga fungsi neuron.
2. Sayuran Hijau
Bayam, brokoli, dan kale mengandung vitamin K, folat, lutein, beta karoten, serta antioksidan. Sayuran ini mudah ditemukan sehari-hari bahkan di pasar.
Penelitian dalam jurnal Neurology menemukan konsumsi sayuran hijau secara rutin berhubungan dengan perlambatan penurunan kemampuan kognitif pada usia lanjut.
3. Kacang-Kacangan
Almond, kenari, dan kacang lainnya mengandung lemak sehat, vitamin E, serta antioksidan yang membantu melindungi sel otak dari kerusakan akibat radikal bebas.
Menurut penelitian mengenai diet MIND, kacang-kacangan termasuk makanan yang direkomendasikan untuk menjaga kesehatan otak.
4. Buah Beri
Blueberry dan stroberi mengandung flavonoid, terutama antosianin, yang memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi.
Senyawa tersebut dipercaya membantu komunikasi antar sel saraf dan mendukung kemampuan memori.
5. Minyak Zaitun
Minyak zaitun extra virgin menjadi salah satu komponen utama diet Mediterania.
Menurut penelitian tentang diet Mediterania, kandungan polifenol dalam minyak zaitun dapat membantu mengurangi peradangan dan stres oksidatif yang berkaitan dengan gangguan fungsi otak.
6. Teh Hijau
Teh hijau mengandung EGCG dan L-theanine yang banyak diteliti karena memiliki potensi melindungi sel saraf.
Kandungan antioksidannya membantu melawan stres oksidatif yang dapat mempercepat kerusakan sel otak.
Baca Juga: Jaga Fungsi Ginjal, Ahli Gizi Sarankan Konsumsi 5 Jenis Sayuran Ini
Pencegahan Pikun Tidak Hanya dari Makanan
Meski makanan berperan penting, menjaga kesehatan otak membutuhkan gaya hidup menyeluruh.
Selain mengonsumsi makanan sehat, para ahli menyarankan olahraga rutin, tidur cukup, menjaga hubungan sosial, membaca, mempelajari hal baru, serta mengontrol tekanan darah dan gula darah.
Dengan menjaga kebiasaan sehat sejak dini, risiko penurunan fungsi otak dapat ditekan dan kesehatan kognitif dapat dipertahankan lebih lama. (*)
Editor : AlmasrifahSumber : Beragam Sumber