6 Kebiasaan yang Bisa Memicu Kolesterol Tinggi, Nomor 2 Sering Dianggap Sepele

Uways Alqadrie • Dipublikasikan Minggu, 2 Agustus 2026 | 05:07 WIB
Grafis Kaltim Post
Grafis Kaltim Post

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA -  – Kolesterol tinggi tidak selalu berawal dari kebiasaan menyantap makanan berlemak. Pola hidup sehari-hari ternyata juga dapat berpengaruh terhadap kadar lemak dalam darah.

Kurangnya aktivitas fisik, pola tidur yang buruk hingga stres berkepanjangan menjadi beberapa faktor yang perlu diperhatikan. Kebiasaan tersebut dapat berpengaruh terhadap kolesterol jahat atau low-density lipoprotein (LDL) dan kesehatan jantung.

Jika berlangsung terus-menerus, kadar kolesterol yang tidak terkendali dapat meningkatkan risiko terbentuknya plak pada pembuluh darah. Kondisi tersebut berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit jantung dan stroke.

Baca Juga: BMKG Ingatkan Risiko Heatstroke saat Cuaca Panas, Kenali Gejala dan Pertolongan Pertama

Berikut enam kebiasaan yang perlu diperhatikan untuk membantu menjaga kadar kolesterol tetap terkendali.

1. Terlalu Lama Duduk dan Jarang Beraktivitas

Rutinitas yang membuat seseorang menghabiskan banyak waktu dengan duduk dapat berdampak pada kesehatan metabolisme.

Minimnya aktivitas membuat tubuh menggunakan energi lebih sedikit. Dalam jangka panjang, gaya hidup sedentari dapat berhubungan dengan profil kolesterol yang kurang baik.

American Heart Association (AHA) menganjurkan aktivitas fisik rutin sebagai salah satu langkah menjaga kesehatan jantung. Olahraga dan aktivitas fisik dapat membantu memperbaiki profil kolesterol, termasuk meningkatkan HDL atau kolesterol baik.

Tak harus selalu melakukan olahraga berat. Berjalan kaki dan menyempatkan berdiri atau bergerak di sela pekerjaan juga dapat menjadi langkah sederhana untuk mengurangi waktu duduk.

2. Kebiasaan Begadang dan Kurang Tidur

Waktu tidur juga memiliki kaitan dengan kesehatan metabolisme tubuh. Tidur yang tidak mencukupi secara terus-menerus dapat mengganggu berbagai proses metabolisme.

Baca Juga: Daftar Lengkap Mutasi Kapolres Juli 2026: Nama Pejabat Baru di Sumatera, Jawa, Sulawesi, dan Papua

Kurang tidur juga dapat memengaruhi hormon yang mengatur rasa lapar. Akibatnya, seseorang berpotensi lebih mudah mencari makanan tinggi kalori untuk mendapatkan tambahan energi.

Karena itu, menjaga durasi dan kualitas tidur menjadi bagian dari pola hidup sehat yang penting untuk diperhatikan bersama pola makan dan olahraga.

3. Membiarkan Stres Berlangsung Lama

Tekanan psikologis yang berlangsung berkepanjangan juga dapat memengaruhi kesehatan tubuh.

Ketika mengalami stres, tubuh melepaskan hormon seperti kortisol dan adrenalin. Kondisi ini dapat berkaitan dengan perubahan metabolisme dan kesehatan kardiovaskular.

Masalahnya, stres juga kerap diikuti perubahan perilaku. Sebagian orang menjadi lebih banyak makan, memilih makanan tinggi gula atau lemak, kurang berolahraga, hingga mengalami gangguan tidur.

Kombinasi tersebut pada akhirnya dapat memperburuk faktor risiko penyakit jantung.

4. Terlalu Sering Mengonsumsi Lemak Jenuh dan Lemak Trans

Pola makan tetap menjadi salah satu faktor penting dalam pengendalian kolesterol.

Baca Juga: Mulai 1 Agustus 2026, Grab Ubah Mekanisme Komisi GrabBike Hemat, Driver Terima Potongan Secara Langsung

Asupan lemak jenuh berlebihan dapat meningkatkan kadar LDL dalam darah. Jenis lemak ini antara lain banyak ditemukan pada sejumlah makanan berlemak, makanan cepat saji, mentega, kulit ayam, serta berbagai makanan olahan.

Sementara itu, lemak trans juga perlu dibatasi karena dapat memberikan dampak buruk terhadap profil kolesterol.

Sebagai alternatif, sumber lemak tak jenuh dari ikan, kacang-kacangan dan alpukat dapat menjadi bagian dari pola makan yang lebih sehat.

5. Terlalu Banyak Makanan Olahan dan Minuman Tinggi Gula

Makanan praktis memang memudahkan aktivitas sehari-hari. Namun, kandungan di dalamnya tetap perlu diperhatikan.

Sejumlah makanan olahan dapat mengandung garam, gula tambahan dan lemak dalam jumlah tinggi. Konsumsi berlebihan berpotensi memengaruhi kesehatan metabolisme.

Hal yang sama berlaku pada minuman dengan kandungan gula tinggi, termasuk minuman bersoda serta teh atau kopi yang diberi banyak gula.

Asupan gula tambahan berlebihan juga berkaitan dengan peningkatan trigliserida, salah satu jenis lemak dalam darah yang turut diperiksa dalam profil lipid.

Baca Juga: Selamat Jalan! Trisno Pas Band Meninggal Dunia, Usai Berjuang Lawan Gagal Ginjal dan Jalani Operasi Otak

6. Merokok dan Mengonsumsi Alkohol Berlebihan

Rokok memberikan dampak buruk terhadap kesehatan pembuluh darah dan jantung. Kebiasaan merokok juga dikaitkan dengan rendahnya kadar HDL atau kolesterol baik.

HDL memiliki peran membawa kolesterol dari bagian tubuh kembali menuju hati untuk diproses dan dikeluarkan.

Sementara itu, konsumsi alkohol berlebihan dapat meningkatkan trigliserida serta menambah risiko berbagai gangguan kesehatan lainnya.

Karena itu, pengendalian kolesterol tidak cukup hanya dengan mengurangi makanan berlemak.

Pola makan seimbang perlu disertai aktivitas fisik rutin, tidur cukup, pengelolaan stres serta menghindari rokok. Pemeriksaan profil lipid secara berkala juga dapat membantu mengetahui kadar LDL, HDL dan trigliserida dalam darah.

Editor : Uways Alqadrie
Kolesterol tinggi kolesterol stroke gaya hidup sehat penyakit jantung