Burung Ternyata Bisa Masturbasi, Studi 120 Spesies Ungkap Fakta dan Fungsinya

Uways Alqadrie • Dipublikasikan Minggu, 2 Agustus 2026 | 05:23 WIB
Grafis Kaltim Post
Grafis Kaltim Post

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA -  – Perilaku burung yang menggosokkan bagian kloaka pada ranting, dahan atau benda tertentu ternyata tidak selalu menandakan adanya gangguan.

Penelitian terbaru menunjukkan masturbasi merupakan bagian dari perilaku seksual alami yang ditemukan pada berbagai jenis burung. Perilaku tersebut bahkan tercatat pada burung jantan maupun betina.

Temuan ini sekaligus menantang anggapan bahwa masturbasi pada burung, khususnya burung peliharaan, selalu disebabkan stres atau kondisi penangkaran yang buruk.

Baca Juga: BMKG Ingatkan Risiko Heatstroke saat Cuaca Panas, Kenali Gejala dan Pertolongan Pertama

Penelitian yang dibahas dalam artikel The Conversation tersebut dilakukan Chloe Heys, Kevin Arbuckle, dan Mathila Brindle.

Para peneliti mengumpulkan informasi mengenai 120 spesies burung yang mewakili 22 kelompok utama.

Data dihimpun dari berbagai sumber, mulai dari publikasi ilmiah, informasi daring, forum komunitas hingga survei yang melibatkan para ahli.

Lebih Banyak Ditemukan pada Burung di Alam

Salah satu hasil menarik dari penelitian tersebut adalah perilaku masturbasi tidak hanya ditemukan pada burung yang hidup dalam penangkaran.

Data yang dikumpulkan justru menunjukkan perilaku tersebut lebih umum tercatat pada burung liar serta burung yang dibesarkan oleh induknya dibandingkan burung yang dibesarkan dalam penangkaran.

Temuan ini penting karena selama ini terdapat anggapan di kalangan pemelihara burung bahwa masturbasi merupakan perilaku menyimpang akibat lingkungan yang tidak ideal.

Anggapan tersebut terkadang membuat pemilik berusaha menghentikannya dengan berbagai cara, mulai mengubah pola makan hingga memberikan intervensi tertentu.

Baca Juga: BMKG Ingatkan Risiko Heatstroke saat Cuaca Panas, Kenali Gejala dan Pertolongan Pertama

Para peneliti menilai pendekatan semacam itu perlu dipertimbangkan kembali karena perilaku seksual tersebut pada dasarnya dapat menjadi bagian dari perilaku normal burung.

Ditemukan pada Jantan dan Betina

Penelitian juga menemukan masturbasi tidak terbatas pada satu jenis kelamin maupun kelompok usia.

Burung jantan dan betina tercatat dapat menunjukkan perilaku tersebut.

Kemunculannya terutama ditemukan pada spesies dengan sistem perkawinan yang memungkinkan individu memiliki lebih dari satu pasangan.

Para peneliti menduga masturbasi memiliki fungsi yang berkaitan dengan reproduksi.

Pada burung jantan, perilaku tersebut diduga membantu mengeluarkan sperma yang lebih lama sehingga sperma yang lebih baru tersedia ketika terjadi perkawinan.

Sementara pada burung betina, aktivitas tersebut diperkirakan berkaitan dengan peningkatan rangsangan seksual dalam proses reproduksi.

Bagaimana Perilakunya Terlihat?

Secara umum, perilaku tersebut dapat terlihat ketika burung menggosokkan kloaka pada suatu permukaan.

Baca Juga: Selamat Jalan! Trisno Pas Band Meninggal Dunia, Usai Berjuang Lawan Gagal Ginjal dan Jalani Operasi Otak

Kloaka merupakan bagian tubuh burung yang berfungsi dalam sistem pembuangan sekaligus reproduksi.

Dahan, ranting maupun mainan dapat menjadi objek yang digunakan burung untuk melakukan aktivitas tersebut.

Pada beberapa kasus, perilaku itu dapat disertai gerakan tubuh tertentu, kepakan sayap maupun vokalisasi.

Karena itu, pemilik burung tidak dianjurkan langsung menganggap perilaku tersebut sebagai tanda burung sakit atau mengalami stres.

Kapan Pemilik Burung Perlu Waspada?

Meski dikategorikan sebagai perilaku alami, intensitasnya tetap perlu diperhatikan.

Perilaku yang muncul secara berlebihan atau dilakukan terus-menerus dapat menjadi alasan untuk mengevaluasi kondisi burung.

Frekuensi yang tidak biasa berpotensi berkaitan dengan masalah kesehatan maupun kondisi pemeliharaan yang kurang sesuai.

Pemilik dapat memperhatikan perubahan perilaku lainnya, kondisi fisik, lingkungan kandang serta pola aktivitas burung.

Jika muncul perilaku ekstrem bersamaan dengan tanda gangguan kesehatan, pemeriksaan oleh dokter hewan dapat dipertimbangkan.

Baca Juga: Pria Diduga Setubuhi Anak Berusia 14 Tahun di Kutim Ditangkap, Sempat Kabur Sebelum Diamankan Polisi

Temuan mengenai perilaku seksual burung ini juga membuka ruang penelitian lebih luas tentang kesejahteraan satwa.

Pemahaman terhadap perilaku alami dinilai penting agar manusia tidak melakukan intervensi yang justru mengganggu kebutuhan biologis hewan.

Pengetahuan tersebut juga berpotensi membantu pengelolaan burung dalam penangkaran, termasuk program konservasi dan perkembangbiakan.

Editor : Uways Alqadrie
kicau mania burung berkicau Masturbasi Burung Penangkaran burung Perilaku Seksual Burung