Kenali 5 Sinyal Tubuh Kekurangan Kalsium yang Jarang Disadari Sebelum Kena Osteoporosis

Ari Arief • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 15:13 WIB
Ilustrasi waspada terhadap kram, kesemutan, sulit konsentrasi, tulang rapuh, dan kuku mudah patah adalah bagian kekurangan kalsium.(generate ai)
Ilustrasi waspada terhadap kram, kesemutan, sulit konsentrasi, tulang rapuh, dan kuku mudah patah adalah bagian kekurangan kalsium.(generate ai)

 

KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Pemenuhan asupan mineral harian menjadi hal krusial yang tidak boleh diabaikan masyarakat. Salah satu nutrisi paling vital bagi organ tubuh adalah kalsium. Namun, gejalanya yang kerap tidak terlihat pada tahap awal membuat kondisi kekurangan kalsium sering kali baru disadari setelah memicu masalah kesehatan serius, seperti osteoporosis.

Saat tubuh kekurangan asupan kalsium, mekanisme alami tubuh akan mengambil cadangan kalsium dari tulang demi menjaga kestabilan kadar kalsium dalam darah. Jika terjadi berturut-turut dalam jangka panjang, kepadatan tulang akan menyusut secara drastis.

Dirangkum dari berbagai sumber medis, terdapat lima tanda tubuh kekurangan kalsium yang kerap terabaikan:

1. Otot Sering Kram dan Kaku

Kalsium memegang peranan kunci dalam proses kontraksi dan relaksasi otot. Saat kadarnya menurun, fungsi otot terganggu hingga memicu kram, berkedut, atau kaku pada kaki dan tangan. Pada kondisi ekstrem, hal ini dapat menyebabkan kejang.

2. Kesemutan hingga Mati Rasa

Sebagai penghantar sinyal saraf ke seluruh tubuh, penurunan kalsium mengakibatkan gangguan fungsi saraf. Gejalanya ditandai dengan sensasi baal, kesemutan, atau seperti tertusuk jarum di area tangan, kaki, hingga sekitar mulut.

3. Penurunan Fungsi Otak dan Konsentrasi

Tidak hanya berpengaruh pada fisik, kalsium juga menunjang fungsi otak. Kekurangan mineral ini dapat membuat seseorang mudah lupa, sulit berkonsentrasi, linglung, hingga memicu perubahan suasana hati dan depresi pada kondisi berat.

4. Tulang Keropos dan Gigi Rapuh

Pengambilan cadangan kalsium dari struktur tulang secara terus-menerus berdampak langsung pada pengeroposan tulang dan kesehatan gigi. Gigi menjadi lebih mudah patah saat digunakan, serta risiko patah tulang meningkat signifikan.

5. Kuku Tipis dan Kulit Kering

Dampak defisiensi kalsium juga terlihat pada penampilan fisik. Kuku menjadi tipis dan rapuh, pertumbuhan rambut melambat, serta kondisi kulit menjadi sangat kering.

Langkah Pencegahan dan Dosis Harian

Guna mencegah dampak buruk tersebut, masyarakat dianjurkan memenuhi kebutuhan kalsium harian. Orang dewasa memerlukan sekitar 1.000 miligram (mg) kalsium per hari, sementara lansia atau usia di atas 50 tahun membutuhkan hingga 1.200 mg per hari.

Asupan ini dapat diperoleh dari konsumsi produk olahan susu (susu, yogurt, keju), ikan sarden, salmon, tahu, kacang-kacangan, hingga sayuran hijau seperti kale dan brokoli.

Penyerapan kalsium di dalam usus juga perlu dioptimalkan dengan asupan vitamin D yang cukup dari paparan sinar matahari pagi maupun makanan pendukung. Langkah ini sebaiknya diimbangi dengan gaya hidup sehat, seperti olahraga teratur serta menghindari rokok dan alkohol.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
saraf kejepit kalsium otot